29 January 2023

Aku Sendiri Hendak Membimbing Engkau


Ayat ini dikasih oleh seorang teman dekat, kurang lebih di tahun 2013.

10 tahun berlalu, ayat ini masih kusimpan rapi di dompet.

10 tahun berlalu, rasanya baru beberapa bulan belakangan ini, mengerti maksud ayat ini seutuhnya.


"Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu." -Keluaran 33:14

Sekilas saat baca, oh iya, hidup kita dibimbing sama Tuhan, jalan sama Tuhan.

Tapi beberapa bulan terakhir ini, bener-bener ngalamin yang tertulis "AKU SENDIRI"

....

Hubungan yang kandas setelah 5 tahun, 

Pergumulan mencari konunitas baru setelah memutuskan untuk selesai dari komunitas yang lama (secara baik-baik tentunya, karena faktor umur dan bukan konflik apapun). 

Menjalani proses yang gak mudah itu, sendirian.

Entah karena umur, entah karena circle, tapi beberapa bulan terakhir yang berat ini, rasanya sendirian banget, teman dekat untuk menceritakan semuanya juga dirasa hanya bisa dihitung jari. Sendirian banget.

Tapi justru dalam kesendirian ini, bener-bener ngalamin yang disebutkan di ayat di atas,

Aku sendiri, alias Tuhan sendiri, gak ada teman lain yang bisa diandalkan, gak ada orang lain yang bisa diharapkan.

Dia sendiri yang membimbing, Tuhan yang kasih tunjuk kemana harus jalan, langkah apa yang harus diambil, mungkin pas dijalanin, kita juga bingung, harus jalan kemana, tapi hari demi hari berlalu, kayak "Eh, Tuhan ternyata bawa aku ke sini, ketemu sama si ini, diberkati dengan si ini dan si itu." Berasa banget di perjalanan aku mencari komunitas yang baru.

Dan memberi ketenteraman. Sekarang bener-bener ngalamin banget, di mana ketika keadaan lagi gak baik-baik aja, rasanya cuma pengen dan bisa nangis, tapi tiba-tiba Tuhan kasih hal-hal yang bikin hati ini jadi percaya lagi, jadi kuat lagi, jadi damai lagi, jadi percaya lagi. 

....

Entah apa yang sedang kamu alami sekarang, tapi yakin deh, Tuhan gak pernah tinggalin kita, gak pernah. Dia selalu ada, selalu membimbing dan memberikan kita ketenteraman, membrikan kita damai. Asalkan kita mau percaya sama Dia, mau buka mata dan hati kita untuk lihat dan ikut tuntunan Tuhan.

Dan lewat proses berat beberapa bulan ini, aku tahu Tuhan sayaaaaaang sekali sama aku, and He loves you too!

*lagi suka denger lagu Waktu Tuhan - GSJS Worship.

29 December 2020

I Surrender All

Tahun 2020 berat banget ya.

Bukan cuma COVID19 semata, tapi dampaknya terlalu banyak, sangat.


Semua perasaan yang terganggu, pikiran yang overthinking, yang kemudian menghasilkan keputusan yang salah, 

yang disesali berapa lama setelahnya. 2020, buat aku, tahun yang wow.


Di awal pandemi, Tuhan bawa aku berapi-api dalamNya, bikin konten @thepotterandhisclay di Instagram seniat itu. Live sana sini, ngobrolin Firman Tuhan sana sini sampai ke berbagai kota lewat zoom call. Sampai aku di titik, wow, 2020 itu ajaib ya Tuhan.


Masuk ke pertengahan tahun sampai akhir Desember ini, Ia ijinkan aku lewat lembah kekelaman. 

Entah mungkin, lembah yang aku pilih sendiri untuk lalui. 

Aku berjalan jauh dari Tuhan, sangat amat jauh sampai aku merasa, 

konten Instagram yang tadinya aku bangga-banggakan, kok jadi terkesan hanya menjual Tuhan. 

Aku memberitakan tentangNya, tapi aku sendiri menjauh dariNya.


Puncaknya mungkin akhir Desember ini, di mana aku merasa, apa yang selama ini menjadi milikku, ternyata hilang.

Sekuat hati aku mencoba memperbaiki semuanya. 

Yang sampai saat ini, aku gak bisa, aku gagal, gak ada yang bisa diperbaiki, terlalu terlambat.


Singkat kisah, iya aku patah hati. 

Sepatah itu sampai, untuk pertama kalinya dalam hidup, aku gak nafsu makan berhari-hari.

Orang yang tahu aku, pasti tahu, makanan itu adalah pelipur laraku. 

Tapi ternyata, lara yang satu ini tidak bisa dihibur dengan makanan enak sekalipun.


Sakit, banget. 

Kesalahan yang ku lakukan, gak bisa aku benahi lagi, gak bisa aku susun lagi. 

Hancur sudah.


Sampai tadi malam, muncul quote ini di explore Instagramku.





God can do more through your surrender, than you can with your control.

Aku kaget, sekaget-kagetnya. 


Selama ini banyak konten yang kubuat, tentang berserah, tentang menyerahkan semuanya ke Tuhan, 

tentang tahu dan menanti bahwa yang terbaik akan Dia berikan.

Lalu saat waktunya ujian praktik, aku lupa, aku mengandalkan kekuatanku untuk merebut kembali apa yang aku lepaskan.


..


Hancur lagi, kali ini hancur karena aku sadar, selama ini aku hanya mempermainkan Tuhan.

Aku lupa, aku lupa mengandalkan Dia dan berserah.

Aku lupa, Tuhan yang punya kuasa atas segalanya.

Aku lupa, selama ini doaku adalah, Tuhan yang pegang kendali atas hidupku.

Kenapa sekarang aku yang merebut kendali itu dan mencoba menguasainya?

...


Tuhan, maafin Christine yang selama ini lari dari Tuhan.

Selama ini ngecewain Tuhan, selama ini manfaatin Tuhan kalau ada maunya doang.

Maafin aku karena aku taruh Tuhan di prioritas kesekian. 

Maafin aku, aku lupa berserah sama Tuhan.

Aku mau kembali sama Tuhan.

Tolong aku biar 2020 ini cukup jadi tahun proses pendewasaanku,

bawa aku di tahun 2021 untuk kembali sama Tuhan.

Oke, Tuhan?

:”)


*now playing: Pulang - GMS

03 June 2020

About The Journey

Hi! It's been a long long time, gak pernah update lagi. A little update on what's happening nowadays is..... COVID19. Sekarang ada pandemi Covid19 yang membuat dunia berubah hampir 180 derajat. Yang dulunya biasa, sekarang jadi aneh, bahkan dilarang. Berpelukan, bercanda tawa dan ngobrol sambil nongkrong. All those things, forbidden. Begitulah kehidupan, suka surprise, ada ada aja. But that is not the update I want to share to you.

Oke, masuk ke topiknya..

Waktu berlalu setelah postingan terakhir aku bahas tentang The Potter and His Clay. Sekarang, followersnya sudah 14.4k puji Tuhan, it's growing very fast. Dan tujuanku di sini, ingin kembali mengingat perjalanan di balik ini, agar kelak aku gak akan pernah lupa, how God has been good and faithful to my life.






Cerita dimulai.. mungkin di tahun 2009 as long as I can remember, (lupa juga tahun persisnya)

Tahun itu ada ibadah akhir tahun di Semarang, singkat cerita pendetanya suruh kita maju ke panggung dan berjalan ke gunung-gunung buatan yang sudah ditentukan, ada 7 pilihan gunung (coba googling tentang 7 spiritual mountains). Intinya, kita yang di situ diminta untuk berdoa dan menentukan, gunung apa yang akan kita lewati, yang mana artinya kita akan conquer that mountain. Jujur, waktu itu aku gak gitu paham, dan bingung. Tapi, ketika aku bingung, tiba-tiba pendeta itu menjelaskan tentang gunung media (salah satu di antara 7 gunung itu), dan aku merasa, ah ini kayaknya aku. Saat itu, tentu aku masih gak tahu apa maksudnya, cuma yauda jalanin aja.

Waktu berlalu, aku ambil kuliah di bagian broadcast journalism, setelah lulus aku masuk di perusahaan majalah GADIS, bisa dibilang perusahaan media nomor satu di zamannya. Sebenernya ini semua kulakukan bukan atas ambisi aku mau mewujudkan si momen gunung tadi, tapi ya karena memang suka aja.

Pas aku udah kerja di GADIS, aku baru keinget, oh mungkin itu ya maksudnya aku conquer media. Aku sekarang ada di media nomor satu nih, apa ya yang bisa aku lakukan. Dulu aku mikir gitu. Dan ternyata sampai aku resign, gak ada significant things yang aku rasa sudah aku lakukan untuk hidup memberi dampak di dunia media.

Sempet kecewa dan mikir, ahhh yaudalah mungkin aku salah waktu itu. Dan akhirnya terlupakan.. 10 tahun setelah itu, saat media sudah beralih jalur dari cetak ke digital, aku baru sadar maksud Tuhan, dan 'janji' Tuhan, ternyata momen gunung itu bukan cuma isapan jempol, tapi selama ini Tuhan tuntun dan membuka jalan untuk aku sampai di titik ini, dengan @thepotterandhisclay yang bisa jadi berkat di berbagai kota di Indonesia.

...
Kita putar waktu sejenak ke tahun 2014, waktu itu aku dipercaya jadi ketua retreat di gerejaku. Saat itu, dua kakak pembina mendapatkan sesuatu untuk aku, satu melihat penglihatan, satu mendapat mimpi. Penglihatannya adalah, aku mendapatkan jubah Debora, iya, hakim sekaligus panglima perempuan yang ada di Alkitab. Jujur saat itu, aku gak ngerti, yang pasti dibilangnya, artinya aku punya karunia untuk memimpin, dan berperang, ya semacam itu.

Yang satu lagi, mimpi tentang aku berdiri di depan pintu, yang di baliknya ada banyaaaak banget anak-anak muda. Lagi-lagi gak ngerti, oh ya mungkin ini semua tentang retreat itu, kan aku ketuanya, ya mungkin itu maksudnya.

6 tahun berlalu, sekarang aku mulai mengerti maksud mimpi dan penglihatan itu. Sama sekali tidak sombong (ya Tuhan jauhkan semua rasa sombong kalaupun ada), tapi aku melihat dampak yang aku buat, melalui @thepotterandhisclay, maupun melalui youth (yang sama yang masih aku pegang sampai sekarang hehe), aku mulai dipercaya untuk jadi teman cerita banyak anak-anak yang umurnya di bawah aku, aku mulai menjadi inspirasi mereka untuk membuat karya yang Tuhan taruh dalam hati mereka, aku mulai memimpin barisan anak-anak yang rasanya mulai ngeh sama panggilan Tuhan dalam hidup mereka.

..
Lewat kesaksian ini, aku cuma mau sharing, betapa Tuhan itu setia loh sama janjiNya, setia sama apa yang Ia pernah taruh dalam hati kita. Bahkan di saat kita kira itu cuma kebetulan dan iseng-iseng. Tapi Tuhan gak pernah iseng dengan hidup kita. Dia punya panggilan untuk setiap kita, hanya kita perlu peka untuk mengerti dan memahaminya.

Gak mudah, aku butuh belasan tahun untuk sampai di titik ini, untuk sampai di momen, aku bisa dengan yakin berkata panggilanku di dunia media, untuk melayani anak-anak muda khususnya, melalui media. Dulu aku pikir media konvensional, tapi ternyata maksud Tuhan, media digital. Zaman itu bahkan belum berkembang media digital, tapi Tuhan sudah berencana. Hebat ya Tuhan.

..
Satu lagi, setiap proses yang Tuhan ijinkan aku untuk melaluinya, ternyata ujungnya mempersiapkan aku di panggilanku. Misal, aku sempat bekerja di media konvensional, jadi reporter, ternyata membantu aku untuk lancar sekarang saat Instagram LIVE dengan banyak orang hebat melalui akun @thepotterandhisclay. Misal lagi, saat Tuhan ijinkan terjadi pemisahan di gerejaku di tahun 2015, aku melihat banyaaaak sekali pelajaran yang aku ambil, yang bikin aku jadi aku yang sekarang. Tentang kesetiaan, tentang melayani, tentang kerendahan hati, tentang motivasi yang tulus, tentang leadership, wah, semuanya aku belajar dari momen yang waktu itu bikin aku sakit hati dan anxiety attack.

..
So, apa sih yang ada di hati kamu sekarang? Bisikan apa yang Tuhan ucapkan di telingamu? Ia mau kamu melayaniNya di bidang apa? Setiap orang punya bagiannya, jangan lihat kiri kanan, tapi tanya Tuhan, apa tugasmu? Aku yakin Tuhan pasti menuntun kamu, sama seperti Ia menuntun aku. Aku gak lebih hebat dari kalian, aku gagal ribuan kali, aku ngecewain Tuhan, jutaan kali. Aku nyakitin Tuhan, gak terhitung banyaknya. Tapi Tuhan setia, Dia tetap setia.

..
Yuk, kita sama-sama, belajar untuk take position, belajar sama-sama untuk berani melangkah, belajar sama-sama untuk mau ikutin kehendak Tuhan, ikutin alurnya Tuhan, belajar taat meski gak paham, belajar beriman meski hasilnya boro-boro kelihatan. Aku yakin kamu bisa, sebab Tuhan punya rancangan yang indah untuk setiap kita.

I love you all,
God loves you more!


18 September 2019

The Potter and His Clay

I'll have a quick update for you all (and for me to remind myself of what is happening today).

21 February 2019 I started a new project on Instagram called @thepotterandhisclay. Actually, in that moment, I was facing a quarter life crisis where I feel insecure about job I have, about ministry I have, about love life, about future, basically about everything.

And through a conversation with a friend, I decided to make this project, iseng, just for the sake of writing what's in my heart and mind. Since no one now reads blog anymore. I think, Instagram is a good medium.

Then the journey started.

Ah, the name itself, came from caption I once posted on my personal instagram. The Potter means God, the clay is us, His people. Do as His will, and we are the clay will be made to perfection in His eyes, used as the tool to spread the goodnews, to bring Him glory.

Throughout the journey, all I can see is, whoa, God is so so so great.

Started from 0, and now it has 6k followers, and I believe, more to come.

Intimate with God, and His wisdom brings favor in God's eyes and people's eyes.
That is I believe.


I've seen God touched soooo many people through this account, He talked with sooooo many people outthere, pour out His love, just by the words, through me. It's crazy feeling, can be used for His kingdom. Still imperfect, somethings fall down on sin, but God is too great. He keeps saying things in my heart and mind, to be spread to the public.

And one thing I believe, when God work through me, He will work in me too.
I'm now a work in progress, like a clay, in progress to become something beautiful.

More to come, more to come.
Can't thank God enough.
It started with doubt, but now I know, my purpose. I know what I'm doing. I know that my life can be useful.

Our God is a game changer.
He can change the situation.
Bad to good.
Doubt to confidence.
Failure to victory.

Yes, and amen!

20 May 2019

Di Atas Batu Karang

It gonna be a short post sih I guess.. Karena menulis ini sebenernya cuma untuk nyatet biar one day gak lupa, karena for me personally, ini so sweet banget. Setiap cerita kisah ini ke temen lain, kok ya hangat di dada dan di pelupuk mata.

Ceritanya beberapa waktu lalu, di youth gwe kedatengan beberapa temen bule dari YWAM (youth with a mission) New Zealand. Mereka kayak sekolah misi, dan pas lagi datang ke Jakarta. Simpel, cuma dateng, ikut ibadah dan drama plus kesaksian singkat.

Udah kelar ibadah, langsung pada mingle, bule-bule sama kita-kita, ngobrol banyak, ada yang saling doain, duh sweet deh. Terus lihat temen gwe didoain ampe nangis gitu, gejolak dalam hati pengen didoain juga, gak ada request khusus sih mau didoain apa, tapi pengen aja.

Gwe, seperti biasa lupa didoain apa lengkapnya. Tapi ada dua yang gwe inget, satu dia bilang kurang lebih begini..
"I see you, building your house with the Lord upon the rock." kurang lebih begini, lupa sisanya.
yang kedua dia bilang gini..
"The Lord knows your desire, He wants it to be happen more than your own desire."

Image result for build your house on the rock bible verse

KAN GIMANA GAK MEWEK.

Sedih aku tuh dengernya, lebih ke terharu sih.

Bangun rumah di atas batu sama Tuhan. It somehow like a reward for me for what I've done.
Dan untuk desire, I have a lot of desires, punya rumah sendiri, nikah, hehe dan lainnya.
God knows, dan Dia peduli.

Udah gitu aja yang mau gwe tulis,
cuma.. Tuhan kok sweet banget ya.

:")

Don't give up guys!

03 April 2019

Journey of Faith

Namanya iman, gak ada yang mudah.
Btw, postingan ini ditulis jam 01.55, mata sepet, tapi hati berdebar pengen sharing.
Mohon dimaklumi kalau banyak salah tulis.

What I wanna share is, salah satu proses perjalanan iman gwe.
Yakin, hampir kalian semua tahu proses yang terjadi di tahun 2015 yang menerpa the church I grow up in. Harus memutuskan milih leave atau stay. I wrote about this before.

Sulit, banget.
Tapi saat itu, kenceng banget Tuhan suruh untuk stay. Gwe yang jarang bisa ngeh maunya Tuhan saat itu, yakin banget kalau Tuhan cuma taruh 1 kata, pemurnian.

Waktu berjalan, kondisi bukannya membaik meski denger sendiri Tuhan ngomong apa di hati.
Boro-boro membaik, yang ada memburuk
You can't tell berapa liter air mata yang jatuh setiap harinya.

Btw, I was in charge (or I am still in charge) to my youth community.
Saat itu, ambyar... dari 70an orang, sisa less than 15 orang.
Bayangin, bubar aja deh mendingan kalau di pikir-pikir.

Dari masanya sangat berkobar-kobar, sampai di satu waktu, aku inget banget, I once told my former youth pastor gini..
"Ko, apapun yang bisa aku lakukan, i'll do it. Tapi jangan bubarin youthnya."
Kalau inget masa itu, mau nangis.
Betapa I was passionate to jalan terus pantang mundur.

Waktu berlalu, jemaat gak nambah, masalah makin banyak.
Youth pastor zaman itu diganti, seperti gak ada yang peduli sama nasib youth.
Banyak masalah internal, sementara ibadah tetep harus jalan.
I spent my saturdays, crying melukin tiang deket pantry gereja gwe, beneran.
Dari super passionate, sampai ke mati rasa dan mau nyerah.
Bahkan di satu titik, menyesal memilih untuk tetap setia di wadah ini.

3 tahun lebih berlalu.
Here I am, melihat kuasa dahsyat Tuhan atas wadah yang sama, dimana dulu gwe mau menyerah.
Hari ini gwe melihat penyertaan Tuhan wow banget.
HadiratNya tiap ibadah, melihat jemaat yang tiba-tiba datang dengan sendirinya dan bertumbuh dahsyat dalam Tuhan.
Melihat para pengerja yang tadinya bodo amat, sekarang jadi berlari kencang mengejar Tuhan.
Satu demi satu mendapatkan penglihatan, karunia nubuatan, pokoknya lagi pada gila-gilaan sama Tuhan.

Malam ini gwe termenung.
Perjalanan iman memang gak mudah.
Butuh 3 tahun lebih untuk gwe melihat hasil dari ketaatan gwe sama Tuhan waktu itu.
Butuh 3 tahun lebih untuk gwe, diombang-ambingkan kenyataan.
Dari momen merasa, gwe yakin Tuhan bilang A.
Lalu proses demi proses datang, kenyataan gak sesuai harapan.
Lalu kecewa dan putus asa.
Butuh 3 tahun lebih untuk gwe tetap setia dengan apa yang pernah gwe yakinin, sampai akhirnya gwe mulai melihat jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul selama 3 tahun terakhir.
Wow.

What a journey of Faith.



Aku gak tahu apa masalah yang lagi kamu hadapi,
tapi aku tahu rasanya, berjalan dengan penuh kebimbangan.
Aku tahu rasanya kecewa ketika kenyataan gak sesuai harapan.
Aku tahu rasanya marah, sedih dan menyesal dengan keputusan yang pernah aku ambil.
Aku tahu rasanya lelah dan capek menjalani ini semua tanpa melihat titik terang.
Aku tahu rasanya merasa sendirian tanpa ada siapapun.
Percayalah, aku tahu rasanya merasa gagal.

Tapi selama 3 tahun lebih itu, satu hal yang aku pegang.
"Tuhan membawa aku sejauh ini, tidak untuk meninggalkanku hanya sampai di sini."

Kepercayaan aku dengan rencana Tuhan yang jauh lebih besar membuat aku tetap bertahan di saat aku gak punya alasan lain untuk bertahan.
Asalkan satu, apapun proses iman yang sedang kamu alami, awali dengan kehendak Tuhan buat hidupmu.
Kalau memang kamu menjalani proses yang sesuai dengan kehendakNya, percayalah, semuanya akan berujung kemenangan.

Perjalanan iman itu gak mudah. Tapi ketika kita tahu, kita di jalan yang Ia rancangkan untuk kita, percayalah, kekuatan datang dari Tuhan.
Aku berani terus melangkah, karena aku terus teringat apa yang Ia taruh kuat dalam hatiku, Stay.

Ceritanya akan berbeda, jika sedari awal, kamu menjalani ini semua tanpa ada jawaban pasti dari Tuhan di hatimu.
Jadi, untuk setiap apapun yang kamu ingin lakukan, pastikan Ia berbicara di hatimu, lalu jalani.

Again, postingan ini dibuat pukul 02.13 (setelah selesai ketik), maafkan kalau kalian mungkin kurang paham apa yang gwe tulis. HEHEE.

#nowplaying Tuhan ada dan melihat - Sari Simorangkir

17 February 2019

Jangan mau jadi bulan-bulanan Iblis.

Hidup itu kayak pertandingan tinju.
Lebih spesifik, kita vs iblis.
Entah cuma terjadi di gwe, atau terjadi di kalian juga.
Gwe sama iblis, tonjok-tonjokan.
Kadang dia kalah, tapi gwe merasa, setiap gwe merasa gwe menang.
Seconds after, i've got beaten. Dibales sampai jatuh.
Tapi, begitulah pertandingan tinju.
Saling tonjok sampai salah satu diantaranya memilih untuk nggak bangkit lagi.
Yang pasti, itu gak ada di agenda kita.
Karena sedari awal, kita dilatih, dipersiapkan, direncanakan untuk menang.
Jadi, setiap kita jatuh dan merasa gagal, kita punya 10 detik untuk bangkit kembali.

...
Tadi pas worship moment di ibadah youth, gwe yang lately naik turun spiritnya ini, berasa b aja awalnya. Tapi kok tiba-tiba makin bergetar ya di hati. Sebut saja, gwe abis lagi-lagi nggak taat. Lalu satu revelation muncul di hati..

Kenapa Tuhan benci sama dosa?
Engga, Tuhan gak benci sama pendosanya.
Tuhan benci sama dosa, karena itu jauhin pendosanya sama Tuhan.
Nothing you can do can make God love you less.
Tapi ketika kita berdosa, kita kasih kunci kuasa dan otoritas ke iblis, buat intimidasi kita.
Dengan kita berbuat dosa, pasti ada bisikan..

"Lu tuh gak layak, lu tuh gak pantes."
"Tuhan gak sayang sama lu, lu kotor."
"Tuhan gak peduli sama lu, lihat, keluarga lu berantakan."

dan tahu gak, Tuhan sedih banget ketika kita bikin dosa, karena kita pasti bakal lebih dengerin iblis, bukan Tuhan. Take 5 seconds to reflect, iya kan?

dan dalam sekejap gwe mewek sejadi-jadinya, bingung juga kenapa. Tapi kayak, seakan sepercik ngerasain rasa sedih Tuhan kalau anak-anakNya bikin dosa, kalau anak-anakNya ngelakuin hal yang gak patut dilakuin anak Tuhan, kalau anak-anakNya gak taat. Nangis seada-adanya.

Lalu revelation tentang pertandingan tinju itu muncul di hati.
Satu kalimat, jelas..
"Jangan mau jadi bulan-bulanan Iblis."

Image result for tinju

Kalau saat ini kamu merasa lagi dihantam iblis, bangkit.
You have 10 seconds to rise up.
Ingat, Pelatih kamu pernah ngalahin iblis, sedalam-dalamnya.
Kamu pun, didesain untuk menang.

...

Gak sampai di sana, pas bubar youth, gwe nyamperin istrinya my youth pastor yang lagi sharing sama salah satu jemaat. terus pas gwe denger... kisahnya dia tentang, intimidasi. Dia pas lagi ibadah dia merasa dia gak layak. Wah, my spirit screams, lah, ini yang tadi banget barusan gwe dapet, tentang intimidasi, tentang harus bangkit, tentang gak ada dosa apapun yang bikin Tuhan gak sayang sama kita.

Kaget. Secepet itu Tuhan bukain sesuatu untuk disampaikan ke orang lain.
...

Ya, secepat itu sekarang Tuhan sedang bekerja.
Don't miss out.
Catch the train!

#nowplaying: Whole Heart (Hillsong United)

12 February 2019

A little grumbling.

They say it happens when you reach quarter of life.. and now it's happening to me.

I'm in the phase where, I don't know what I'm pursuing in life.

I feel confused of the path I chose.
I feel not sure of the career life I have.
I feel insecure for.. almost everything.

Is that a normal thing to experience?

If you out of nowhere and see this short random grouse of mine, share your experience, hopefully it can be an encouragement for me tho. Drop a comment or through my DM @msteeteen.

Lots of love.
And, happy new year 2019.



In the next post i'll share something more important, I promise.
Just let me grumble this time.

16 November 2018

Finally, Tokyo! (with Osaka and Kyoto as well)

YEAY!

Finally I got the opportunity to visit my number one bucket list city to go, Tokyo! and Osaka, and Kyoto. Setelah tahun lalu gwe dapet kesempatan juga ke Jepang tapi di Okinawa (yang 11-12 alamnya sama Jawa Barat), kali ini gwe ke Tokyo!

daaaaan... semua pake duit sendiri! :") so, berasa nabungnya, berasa hematnya. And I wanna share with you guys, siapa tahu berguna bagi siapapun yang plan ke Jepang one day.

Start with.. the cost it takes,

Pertama gwe beli tiket Jakarta - Tokyo, Osaka - Jakarta pas ada pameran JNTO di Kokas awal tahun lalu. Harganya 5.4 juta PP pake Cathay Pasific. Menurut orang sih, it kinda worth dan harga promo karena airlinesnya bagus. Kalau mau lebih hemat, ada juga Air Asia sih, temen gwe naik itu PP cuma 3.5 juta. Ya, paling pegel-pegel dikit karena penerbangan 7 jam di kursi agak tipisnya Air Asia hehe.

Kedua, akomodasi. Selama disitu, gwe pesennya di Airbnb. One thing to note, di Jepang itu lumayan ketat masalah airbnb. So make sure, airbnb yang lu pesen itu udah certified dan punya nomor registerednya. Jadi aman gak bakal di cancel. I spent sekitar 3 juta selama 3 malam di Tokyo dan another 3 jutaan untuk 3 malam di Osaka. Karena gwe pergi kesana berdua sama temen, jadi patungan bagi 2, kira-kira semalam habis 500an ribu. Okelah untuk ukuran liburan di Jepang + udah ada bathroom inside. Jadi bukan tipe hotel kapsul dan sejenisnya. (foto diambil dari airbnbnya ya)



Ketiga, transportasi. Gwe gak pake JR pass, yang biasanya dipake turis buat keliling kota di Jepang. Alasannya, pertama, JR pass mahal banget! 3.8 juta tsay..... dan kalau kalian emang plan buat keliling kota di Jepang, it maybe worth pakai JR pass karena coveragenya luas. Bisa kemana-mana. Tapi karena plan gwe di Tokyo cuma akan di sekitar Tokyo, kita gak pakai JR pass, tapi beli Metro 72 hours unlimited. Bisa keliling Tokyo dengan harga cuma sekitar 180an ribu selama 72 hours. Worth it lah! Ada juga beberapa rute yang gak ke-cover sama Tokyo Metro, kita bisa beli tiket on the spot, kira-kira 150 yen sekali jalan. Okelah gak terlalu mahal. (foto taken from google)


Selama di Osaka pun, gwe stay di deket Dotonbori yang adalah pusat keramaian. Jadi kita nggak spend banyak uang untuk transpot karena kemana-mana tinggal jalan kaki. Nah, dari Tokyo ke Osaka, gwe pake bus malem WillerExpress dengan harga 820an ribu. Jadi lumayan, hemat uang hotel semalam karena jadi overnight di Bus dan hemat transpot (biasanya orang pake Shinkansen dari Tokyo ke Osaka yang harganya jaaauh lebih mahal dibanding bus malam biasa).


Keempat, uang saku. Kemaren gwe bawa 95 ribu yen alias sekitar 13 jutaan. (1 yen = 138 rupiah *kurs waktu itu) Dan, lebih dari cukup buat jajan dan belanja di Jepang selama 8 hari. Perkiraan, sekali makan itu 1000 yen lah, itu aja udah makan yang termasuk oke seperti ramen atau gyukatsu atau tempat makan hits (tapi bukan kobe dan sejenisnya ya). Buat breakfast, bisa beli semacam onigiri atau sandwich di 711 atau family mart, cuma sekitar 500 yen. Buat dinner, ya 500-1000 yen juga bisa. Kalau semacam Yoshinoya disana cuma 500an yen kok. Pukul rata, ya sehari kira-kira habis 3000 yen lah kalau mau kulineran, itu udah makan pagi sianG malam termasuk snack 2 kali.




Kalau mau belanja, disana rangenya beragam, mau yang branded atau yang barang lokal Jepang atau brand umum semacam uniqlo, forever21 dan lainnya. 95 ribu yen yang gwe bawa, masih sisa 13 ribu pas pulang. Dan udah termasuk gwe belanja oleh-oleh, sweater, hoodie, dan tas anello. Belanjaan gwe gak banyak sih, tapi cukuplah.



Kelima, oleh-oleh. Di jepang itu banyak barang-barang lucu gemas yang murah. Sebut saja Daiso. Kalau kita bingung mau beli oleh-oleh apa, cukup ke Daiso, and you can find almost everything there dan cuma 100yen. Ada juga yang harganya 200-300 yen sih. Tapi mostly 100 yen. Menarik!


Keenam, tempat wisata. Nah, kali ini gwe cuma ke DisneySea. Kita gak ke Universal Studio karena harganya yang lebih mahal (lagi haloween) dan sisanya ke tempat-tempat kayak kuil-kuil yang tidak berbayar. Still fun tho! Tiket DisneySea per orang sekitar 800ribu.



Kalau mau ditotal, kira-kira begini pengeluaran per orang:
Pesawat 5.4 juta
Hotel 3 juta
Bus 820 ribu
Uang jajan 13 juta
Total: 21 juta (pulang masih kembalian 1.3 jutaan)

Karena di Jepang itu orang-orangnya agak gak bisa bahasa inggris, kuncinya cuma satu, jangan malu buat nanya berulang-ulang. Kalau perlu, jelasin pake bahasa tubuh. Download Google Maps for sure dan Google Translate, 2 aplikasi itu sangat membantu selama kita traveling di Jepang.

So... is Japan your next destination?
See ya!

18 October 2018

He calls you by your name

This actually happened few months ago, July.

On one saturday, I was going to youth terus randomly pas di WC kayak cuma gumam, God, tell me something, show me something, give me confirmation. (padahal beban hidup lagi gak berat-berat banget at that moment, cuma ya pengen aja Tuhan show me something).

Nah terus pas gwe pulang dari youth, kan pesen grab tuh.. Terus sampe 2 kali cancel, karena si abang grab gak bisa dihubungi. Terus dapetlah yang ketiga, dan di tengah jalan randomly tuh orang ngomong gini (setelah ngobrol dan ternyata doi juga pelayan jemaat di gereja yang mirip sama gereja gwe), "Can I prophesy to you?"

I was like, huh? (sambil mikir wah ni orang gila sih..) terus gwe jawab aja, "yauda coba aja.." sambil kayak nantangin, lu mau ngomong apa sih emangnya..

Eh.......... crazily, he mentioned 3 things that matters in my life and it's important thing to know. kaget w. He mentioned things memang yang lagi Tuhan ingetin ke gwe, dan confirmation.

First, I need to soaking in His presence more and more. This I admit, I kinda lose it these few months, gak lagi sepeka dulu, gak lagi se-crazy for God kayak dulu. Second, he mentioned that I don't have to worry about my relationship (which I kinda have struggles on it). Third, he mentioned about, I will be used by God to have strategy and creativity on how creating souls, young people come to my church. Which all those 3 are..... crazy.

Pulang sampai rumah, gwe sampe duduk di sofa dan shock terdiam karena.. God was that close! God is that close! Asal kita punya willingness to hear from Him, to learn from Him, He will tell you many things, He will teach you many things.

Call to me and I will answer you, and will tell you great and hidden things that you have not known. (Jeremiah 33:3 ESV)
While I was thinking about it, one revelation came to me.

He does not call me by my weakness,
He does not call me by my failure,
He does not call me by my sin,
He does not call me by my past.

He calls me by my name,
He calls me by my calling,
He calls me by my identity He made for me,
He calls me by my worth,
He calls me by my strength,
He calls me by my name.

Isn't that amazing? That night, God wanted to remind me, although I have run away, I have failed Him million times, I have disappointed him by the repeat sins I've done, God still listen, care and speak to me. He just being a father who always be there no matter how much we have wronged Him.

His way so loving kindness. That is how love change everything. When we know we are loved that much, don't we feel regret and want to change ourlives to please Him?

#nowplaying - Known (Tauren Wells)
It's so unusual it's frightening, You see right through the mess inside me and you call me out to pull me in. You tell me I can start again and I don't need to keep on hiding 
I'm fully known and loved by You. You won't let go no matter what I do and it's not one or the other. It's hard truth and ridiculous grace. To be known fully known and loved by You. I'm fully known and loved by You. It's so like You to keep pursuing. It's so like me to go astray, ooh 
But You guard my heart with Your truth. The kind of love that's bullet proof and I surrender to Your kindness, oh. I'm fully known and loved by You. You won't let go no matter what I do.
And it's not one or the other. It's hard truth and ridiculous grace. To be known fully known and loved by You. I'm fully known and loved by You.

15 October 2018

Through It All

So, last Saturday our youth service celebrated something. 

If you remember what I once wrote, in 2015, hereWhere my youth leaders and one of my pastoral decided to make another church and be separate with us. 3 years after, we're here, still survive, still alive, still breathing. All because of God's grace. That is why for the first time, we decided to celebrate it as special service at our youth community. 



I, as you can say... the oldest there, shared some thoughts that's in my heart these 3 years. Too lazy to write all things again here, i'll just copy pasted from my note ya. HEHEHE.

Mungkin beberapa ada yang pernah datang dari 3 tahun lalu dan bertanya-tanya kenapa kok kita rayain YCSC yang ke3. Sedikit sejarah, 3 tahun ini dihitung dari momen YCSC rebirth. Siapa yang percaya kalau all things work together for good (Romans 8:28). 3 tahun lalu, ada momen dimana gereja kita kena goncangan lokal dan dari 70an jemaat dan pengerja youth, tersisa cuma gak lebih dari 20. Pengerja dari 30an jadi cuma 11 waktu itu. 
Tapi disclaimer, hari ini kita ga akan bahas tentang luka di masa lalu, justru hari ini kita mau ngerayain penyertaan Tuhan yang super dahsyat dari momen itu sampai hari ini.
Waktu itu inget banget, dari 30an itu cuma tersisa 11 yang lucunya, semua ada porsinya masing-masing. Tim PPw ada orangnya, acara ada, pendoa ada, semua pilar penting di youth tetep ada orang-orang yang handle it. Ibarat Tuhan udah siapin siapa2 saja orangnya from the beginning.  
Waktu natal 2015, inget banget. Dulu 11 orang ini, kita kayak anak bawang lah dulu di youth. Yang pindah semua tuh yang tanda kutip jago-jago, pinter. Kayak anak ayam ilang induk. Dr oktober ke desember, tentunya kita ga punya sumber daya buat adain acara natal. Ppw tiap minggu aja dibantu tim depmus sampe waktu itu ada wacana youthnya mau diubah jadi cool, alias ditutup bahasa alusnya. 
Nah pas natal itu, lucunya ternyata baru dikabarin kalau udah pernah ada janji sebelumnya sama ketua youth yang dulu, kalau ada tim dari sydney yang akan melayani. Dan itu mereka take care semua, dari tim ppw sampe kotbah bahkan sampe CD yang awalnya mereka bawa buat dijual, pas sampe sini ketuanya kayak bilang, dia tergerak buat ngasih aja ke jemaat. Personally aku shock dan mewek liat Tuhan peduli banget sedetil itu sampe acara full di take care sama orang lain krn Tuhan tau saat itu kita belum capable dan Tuhan mau kasih tau, He cares. 
Masa-masa itu kayak bener2 diajarin buat setia. Setia sama apa yang didepan mata, dikerjain aja sebisanya. 11 dari kita semua kerja rodi, aku sama nita lah ikutan jd singer, jd pendoa juga, semua kita rambah for the sake of youthnya jalan terus. 
Kenapa?
Karna aku personally dan smua 11 temen yang lain udah ngerasain Tuhan banget selama di youth dan kita pengen youth tetep ada, buat anak2 muda senci yang haus ketemu Tuhan dan pengen punya komunitas. Meski waktu itu (dan sampe sekarang), harga yang dibayar banyak banget. Dari pergi pagi pulang tengah malem, diomelin ortu gara2 youth mulu (sampe akhirnya uda gak diomelin) wkwkw. Tapi belajar banget yang namanya setia. 
Throwback sedikit..
Waktu oktober 2015 itu pas dikasih tau kalau ada pemisahan antara ps b dan sebut saja a. Sejujurnya itu kayak durian runtuh tepat di kepala, sakit bet. Karna semua inner circle aku memutuskan untuk pindah. 
Aku bukan tipe audibel, tapi waktu itu kenceng banget di hati aku, cuma satu kata, pemurnian. Kamu melayani Tuhan karna apa? Temen? Motivasi apa? Cari hiburan? Apa? Cari pengakuan? Disitu aku tau, God asked me to stay. Meskipun berat banget, nangis kek orang patah hati. Tapi ngeliat sekarang, ngeliat YCSC, semua pengerja, jemaatnya, ngerasain Tuhan setiap minggunya di YCSC, bersyukur banget hari itu we chose to stay, we chose to fight for YCSC yang kabarnya bakal dibubarin waktu itu. 
Yang aku pengen highlight-in adalah.. Belajar setia itu sulit. Banyak harga yang harus dibayar, tapi percayalah kalau penyertaan Tuhan selalu iya dan amin. Di balik segala sesuatunya yang terjadi, God makes all things beautiful. Pada masa sebelum 2015, aku cuma jadi adik2an, nyaman dengan status adik rohani yang diayomin. After itu, aku ‘terpaksa’ diajar untuk jadi dewasa, untuk jadi ‘kakak’, untuk jadi teladan. Jatuh bangun banyak, tapi dont ever give up. Miliki satu mindset, if you can use anything Lord, you can use me. Cuma punya hati yang, Tuhan mau ngapain, aku ikut. Tuhan mau kemana, aku ikut. Aku gak bisa sendirian, tapi aku tahu, sama Tuhan pasti bisa dan hasilnya.... i’ll be amazed.


and now here we are, 30ish pengerja and 60ish jemaat with total up to 100 sometimes. It was..... craaazy. Through it all, only by Grace.

06 August 2018

Lihat, Bisa Kan?

Hi!

It's been a while, lagi-lagi blog ini dianggurin :(
So, I will write something yang fresh from the oven, baru aja terjadi kemaren....

Jadi kemaren itu gwe baru aja ke house warming temen gwe, younger than me, tapi karir oke, dan udah punya rumah sendiri. Pulang dari sana, on the way ke youth service, gwe pake google maps, dari Bintaro ke Senayan City. Yauda tanpa mikir dua kali, ikutin aja tuh jalan akhirnya...

Terus tentunya, setiap kita lihat/tahu pencapaian orang lain, somehow we do comparison. Ya ga? Kita lihat mereka bisa, kok kita begini. Kita lihat mereka begitu, kok kita beda. Ya kayak gitulah... And suddenly all the bad things overwhelm in my head. Wajar gak sih, manusia? dan ya jadi gitu, sepanjang jalan w mikir....

Semisal, duh kapan kawin. Duh kapan punya rumah. Duh, zaman gini semua serba mahal. Duh, sanggup gak ya punya semuanya sendiri, bayar semuanya sendiri, and all those stuffs.

Terussssssss... tanpa sadar tuh Google Maps bawa gwe ke jalan entah berantah! Jalan super tikus yang kiri got kanan uda gesekan sama mobil orang, wah bener-bener super kecil jalanannya and I was super stressed! Karena gwe lagi pake mobil nyokap yang.... kalau kebeset, harga polesnya bisa gaji gwe sebulan langsung lenyap :(

Sampe ada abang-abang grab baik hati yang bener-bener mandu jalan gwe, dan gwe maju seinci demi seinci. Doi sabarr banget sampai kayak, kiri mbak, kanan mbak, lurusin aja bannya, gapapaa bisa.. gitu terus ada kali kira-kira 100 meter! IYA SEPANJANG JALAN SEKECIL ITU JALANNYA.... Gila stress sejadi-jadinya :""")

Dan banyak banget momen dimana gwe rasa, mobil gwe gak akan bisa lewatin, soalnya spacenya bener-bener kecil di mata gwe! Kanan udah mobil orang, kiri got campur batu gede banget. Pokoknya beneran gwe mikir gwe gak bisa lewat. Sampe gwe bener-bener diem gak mau gerak. Tapi si abang grab sabar banget bilang, bisa mbak bisa.... dan... FINALLY gwe berhasil lewatin tuh rangkaian jalan sempit.

The moment gwe berhasil lewatin gang itu... tau gak, God spoke to me, "Lihat, bisa kan?"
Terus... gwe nangis sejadi-jadinya! Air mata ngucur terus sampe my bf yang sedari tadi di mobil shocked kayak hmmmm karena sebelumnya kita sempet debat, jadi dia pikir w nangis karena itu (HEHEHE).

"Lihat, bisa kan?"
Gak audibel, tapi ay kan feel, He spoke to me.
Lembut, tapi kayak nyindir (hehe maaf Tuhan).

Lihat, apa yang kamu kira gak bisa lewatin, bisa kan?
Lihat, apa yang menurut kamu mustahil, bisa kan?
Lihat, dunia mungkin makin sulit, tapi sama Aku, bisa kan?

.........

Gak cuma itu.
Sampai di youth, emang hati lagi melankolis, w masih berderai air mata.
Balik dari toilet, masuk ruangan, WLnya lagi ngomong gini..
"Maaf Tuhan kalau kita sering pakai logika kita, kita sering gak percaya. Tapi kita mau belajar percaya sama Tuhan" - kurang lebih gitu.
LAH GIMANA W GAK MAKIN NANGIS KEJER. :""")
Secepat itu Tuhan comforted me, secepat itu Tuhan consoled me..
..........

I don't know what will happen next.
Tapi ku tahu,
Allahku ada di setiap musim hidupku.
And with Him, pasti bisa.

21 January 2018

Your Presence is Heaven to Me

As a Christian, ngaku deh.... berapa kali lu udah pernah denger or nyanyiin lagu ini? Apalagi those with karismatik aliran, udah bosen kali ya tiap denger lagu ini..


Jujur, gwe nyanyiin ini ampe udah super bosen.. like, God's presence is like heaven to me... i'm more likely dan cocok with Bakmi babi is like heaven to me.. *digeplak malaikat.

But you got the point? Keseringan nyanyi lagu itu somehow bikin cuma jadi lip service.

Tapi malam ini, after longggg numb nights. I finally realized the meaning of this. Bukan baru realize deh, baru diremind lagi aja..

Your Presence is Heaven to me..
God, Your Presence is Heaven to me..

Malam ini gwe diingetin...... sebagai anak Tuhan, yakinlah, satu hal yang paling lu gak mau alamin dan rasain adalah, gak bisa ngerasain Tuhan, gak bisa rasain hadirat Tuhan.

Rasanya kayak tertolak sama orang tua sendiri.
Rasanya kayak diputusin pacar pas lagi sayang-sayangnya.
Rasanya kayak gak dianggep sama sahabat lu pas ketemu di mall karena dia lagi jalan sama temen barunya yang super populer.

Sesakit itu. Dan rasa sakit gak bisa ngerasain hadirat Tuhan lama-lama bikin lu jadi mati rasa. Jadi apatis dengan keadaan sekeliling lu, jadi bodo amat sama Tuhan dan semuanya. It's dying!

Iya, rasanya kayak gitu.

Dan setelah waktu yang lama lu rasain mati rasa itu, pas once lu ngalamin Tuhan lagi, ngalamin hadiratNya, it brings you source of hope. Kayak tiba-tiba ada angin sejuk di tengah siang bolong. Kayak tiba-tiba ada oasis di padang gurun. And I know that was like Heaven to me!

Ngerasain Tuhan,
Ngerasain Tuhan jalan sama kita,
Ngerasain Tuhan ngerti hancur hatinya kita,
Ngerasain Tuhan tahu pas kita lagi nangis tiap malem,
Ngerasain Tuhan peduli dengan apapun yang terjadi di hidup kita,
That's all we need.

And you know what, the good thing of this adalah.....

You just have to seek Him!
"You will seek Me and find Me when you search for Me with all of your heart" -Jeremiah 29:13

Because,
"Where can I go from Your spirit? or where can I flee from Your Presence?" -Psalm 139:7

dan malam ini.... I've tasted that Heaven to me, after long time, I feel that Presence of God. And yes, that's Heaven to me!


If you feel the same, kalau kamu udah lamaaa banget gak feel His presence, buruan sama-sama kita kejer Tuhan lagi, yuk. He's a very good father, He promised, everyone who seeks Him will find Him. :")

ps: kemaren malem masa tiba-tiba mewek cuma gara-gara liat quote ini..


karena, kita pasti banyak merenung pas malem, banyak bikin dosa juga pasti di malam hari. Mikir Tuhan jahat dan gak adil juga pasti di malam hari. Terus pas kesel-keselan sama Tuhan, ketiduran... Terus pas bangun, bayangin....... Tuhan masih ada sama kita. Tuhan masih nungguin kita bangun tidur. Sesetia itu Tuhan sama kita. GIMANA GAK MEWEK KAN ;"""(

yauda gitu aja, betewe... it's 01:58 and i'm hungry... tapi timbangan udah naik terus! HEHE oke deh bye.

20 January 2018

Sampai Akhir Hidupku


Bapa, Engkau mengenalku
Lebih dari siapapun
Engkau tahu, ceritaku
Dan isi hatiku

Tak peduli masa lalu
Engkau tetap memilihku
Ubahkanku, sempurnakan
Jadi karya yang indah


Kini aku percaya
Tiada yang mustahil bagi-Mu
Kuasa-Mu, kuatkanku
Dasar kuberharap

Kini aku berserah
Pada rancangan-Mu bagiku
Kuikuti panggilan-Mu
'Kukan setia
Sampai akhir hidupku
So, I've been in love with this song lately.....

Why? Because I think, this song described Christianity perfectly. 

Verse 1 bilang kalau Tuhan tahu kita, lebih dari apapun, lebih dari siapapun.
Verse 2 bilang meskipun Tuhan tahu masa lalu kita buruk, bahkan sampai sekarang juga masih struggling jatuh dalam dosa terus, tapi Tuhan nggak peduli, He still wants us, with all the flaws, dan Dia yang akan mengukir kita semakin serupa sama Dia.
Chorus 1 bilang kalau kita harus percaya sama Tuhan, soalnya bagi Dia, gak ada yang mustahil. And He is the only source of strength.
Chorus 2 bilang kita harus berserah sepenuhnya sama Dia dan ikutin maunya Dia, sampai akhir.

Isn't that Christianity is all about?

Picked up from dust, dari tempat paling nggak layak (Grace) and mold into what He wants us to be (Surrender) sampai akhirnya kita tetap setia sama Dia. (Faithful)

*Belakangan lagi mood swings parah banget, and effected to many things in my life, termasuk my spiritual.

A LOT OF THINGS happened, A lot.
Mengubah gwe mungkin dari yang dulu sering banget sharing my minds, I had mentor once. Dan semakin kesini, semakin beranjak dewasa, entah kenapa gwe jadi apatis. I'm more keeping all those thought by myself.

And I know the only one who can catch me afterall is only God.

Setiap intimidasi itu dateng...... keinget lirik ini,
"Tak peduli masa lalu, Engkau tetap memilihku.."

Setiap pengen give up... keinget lirik ini,
"Kini aku percaya, tiada yang mustahil bagiMu.."

Setiap pengen kabur sendiri... keinget lirik ini,
"Kini aku berserah, pada rancanganMu bagiku..
... sampai akhir hidupku."



I don't know what happens with you lately, but if you go through the same as mine, hope this song will bless you too...

*salam 2018,

Tuhan Yesus beneran mau dateng guys :") Okebay. HEHE



This entry was posted in

14 December 2017

Broken Mirror

Have you watched Thor Ragnarok belom? If you haven't, I suggest you to watch it soon.

This post may become a little spoiler for those who haven't watched it tho. Jadi, alkisah kita gak akan banyak melihat Thor pake palu ajaibnya itu di pilem ini karena palunya... pecah. Thor feels he's powerless. Selama ini dia kan 'berlindung' di balik palu ajaibnya itu. Once gone, separuh jiwaku pergi, kalau kata Thor.

One moment pas dia lagi perang, tanpa palunya, dia uda pasrah bakal mati. Lucunya, beberapa detik sebelum dia dibabat habis si musuh, dia kayak ketemu bokapnya di alam lain dan bokapnya ingetin dia.. "Are you a god of hammer, or a god of lightning?" kira-kira doski ngomong begitu.

Tul ugak. Lalu si Thor sadar, lah iya.. Gwe kan dewa petir bukan dewa palu. Kekuatan gwe bukan di palu, tapi di petir. Mungkin si Thor kira-kira mikir begitu. Then dia mengumpulkan segenap kekuatannya buat datengin petir dari langit and fight against his enemy and he wins!

...

Kadang, or keseringan, kita kayak si Thor. Instead of inget kalau kita anaknya siapa, kita 'berlindung' di balik identitas. Berlindung di balik 'tuntutan' orang lain ke kita. Berlindung di balik 'kenyamanan', berlindung di balik 'status', berlindung di balik 'jabatan', berlindung di balik 'muka cantik, wajah ganteng, otak pinter'. Or whatever you name it.

Know what, that was what Satan does. Dia pengin kita punya paradigma kalau identitas kita ditentukan dari apa yang kita pegang. From visible things. Likes di setiap post? Followers di Instagram? Viewers di Youtube? Merk Handphone? Merk Laptop? All visible things, you name it.

What I want to say is, kalau apa yang ada di tangan kita lenyap, kita pasti jadi gampang merasa unworthy, unloved, lonely and desperate. Our identity is much more than that. Our identity leans on what is unseen. Kayak Thor, dia dewa petir, emang dia bawa petirnya kemana-mana? Gak. But He knows he got that power and authority.

Our identity is we are the sons and daughters of the Most High. Tapi kita sering lupa sama identitas kita sendiri gara-gara keasikan main sama apa yang kasat mata. Iblis tahu that identity is so powerful makanya dia bikin kita jadi lupa dan gak sadar sama identitas kita. Soalnya kalau kita sadar identitas kita, duh.. iblis mah langsung tergeletak di kaki kita. Beneran. Tapi gwe, dan elu kadang lupa that we have that BIG power. Kita malah terlena dengan segala lies yang dilemparkan sama iblis.

"Lu gak berharga. Lu tuh udah bikin dosa.."
"Lu gak berguna, lu bisa apa sih? Nyanyi fals, gambar jelek, muka cemongan, ngomong gak becus.."
"Gak ada yang sayang sama elu, followers aja dari 2 tahun lalu cuma 50 biji.. Duh!"

All those lies muter-muter di pikiran kita, and make our soul grow weary. Kita jadi apatis sama sekeliling, kita jadi bodo amat, whatever will be will be. Geeez!

This identity topic has been in my mind for 2 weeks. Dan lucunya, bisa-bisa kayak my surroundings juga bahas hal serupa. Di www.elijahlist.com ini salah satunya.


If you and I are aware with our identity as children of Christ, then how we think will change, how we see will change. How we act will change, how we speak will change. Because we know we have the POWER to control it. We have the POWER to make life to the death and death to the life.

.........
updated: i was plan to give this article's title is, "Your identity is your weapon." Tapi berminggu-minggu ini postingan cuma gwe save di draft dan belum gwe post entah kenapa. Then, something happened. Kemarin gue didoain pastor dari LA, he's a prophet. Banyak yang dia doain buat gwe. But one thing I remembered, dia bilang, selama ini gue melihat diri gue with a broken mirror. While God creates me so beautifully and perfect, I saw myself with broken mirror. Paham dong? Kalau kaca retak dan pecah, otomatis kita gak bisa lihat diri kita clearly. Yang idungnya aslinya mancung, di kaca jadi mencong. Some kind like that. Many things bisa bikin kaca kita retak dan pecah, omongan pedes orangtua, omongan negatif sahabat, omongan guru, pacar, all negative things. While, we all are created wonderfully and perfectly. So, masih mau ngaca pake broken mirror lagi? I am not.

11 December 2017

Dedicated Post

I have once read this quote and somehow agreed with what's written.

"Some people don't know how to fall in love, like not knowing how to swim. They panic first when they jump in. Then they figure it out."

I am.

All these years, I imagined the love as the butterflies in your stomach, that romantic look in the eye everytime you see that person you love.

Me? I was sick for 7 days the day someone told me he loved me. HEHE.
Ya, singkatnya begitu.

People say, fall in love with a writer, then you'll be eternal. Sadly for these past 2 years i'm in 'kinda relationship' with someone, i've never written anything about him. So here I am, try to describe my feelings and my complicated story with a numb thumb (baru kejedot pintu dan berdarah zzz).

I'm in a relationship. A kinda complicated one.

When I decided to be with him.
Lots of people against him.
My parents (they still are), my circles, my friends.
Because of the look, they say.
Because of the wealth, they say.
Because of the sprituality, they say.
Because of the tribe, they say.

People easily judge a book by his cover.
People judge him by his outlook.
And if you give him a glance, you may agree with the rest of them,
That I "deserve" better.

But with him,
I learn many things.

I learn that love means accepting weaknesses.
I learn that love means still pursue our passion, yet we have to support each other.
I learn that love means sacrifice. Sacrifice your ego, your self-centered want.
I learn that love means you want the best for your spouse, no matter what costs.
I learn that love means always supporting each other.
I learn that love means you willing to face whatever may happen, together.
I learn that love doesn't always started in romantic eye-glazing.
I learn that love doesn't come in the same way as it comes to others' lives.
I learn that love is not falling, but grow.
I learn how to grow in love.
Most importantly,
I learn all of traits described in corinthians 13.

He is patient.
He is kind.
He does not envy.
He does not boast.
He is not proud.
He does not dishonor others (kadang ngebully orang sih dikit lol)
He does not self seeking
He is not easily angered (hmmmmmm HAHAHA)
He keeps no record of wrongs.
He does not delight in evil but rejoices with the truth.
He always protects, always trusts, he always hopes, he always perseveres.

And if you read this (surely you will), once in these 2 years, let me list down these for you.

I love you the most when you worship Jesus.
I love you the most when you are on stage, playing your instrument, close your eyes and worship.
I love you the most when you are on your drum sets.
I love you the most when you play with children.
I love you the most when you care to the weirdest person in our community.
I love you the most when you always give.
I love you the most when you always try to do your best, even when people look down on you.
I love you the most when you always let others be better than you.
I love you the most when you give your money to the poor when I know there isn't much left in your wallet.
I love you the most, because you love me more than my most.

Idk how this will be end.
But I hope we'll have the happy ending.


As how God showed me the rainbow as a sign of His promises for this relationship,
As how the prophet told you that He will give you what you asked for,
I hope we'll share the good and bad for more years to come.

Imanuel.
God with us, always.
This entry was posted in

06 November 2017

NEW DOMAIN AFTER 8 YEARS OF BLOGGING!

I'm sorry for the capslock! HEHE

But here it is.... finally setelah 8 tahun blogging, you don't have to type www.storyaboutteen.blogspot.com to jump in to my blog. Now you can only type WWW.STORYABOUTTEEN.COM. yeaaaay.. Yes, I'm buying a domain! *niat ya* 

It's counted also as a push supaya gwe semakin rajin menulis. I don't know if you ever read how this blog was made, soalnya kayaknya gwe pernah ngepost tapi lupa judul postingannya apa.



Long short story, blog ini bermula dari 2009 dimana gwe abis putus cinta kala itu. Gwe menumpahkan perasaan gwe di diary, buku biasa yang akhirnya dibaca sama nyokap dan malah kena omel karena ketahuan pacaran. Pft. Di saat-saat itulah temen gwe nawarin bikin blog, katanya gak bakal mungkin dibaca nyokap because orangtua mana saat itu yang paham soal internet dan blog.

So I started to write at that moment, awalnya kisah-kisah sedih patah hati doang. Tapi lama-lama kok malu sendiri ya. Then I started to write better things, better articles. And here I am, 8 years later. I'm still trying to write meski udah (sok) sibuk. HEHE. 

Btw, that moment taught me many things. Salah satunya adalah to open my eyes to realize that I have capability to write. Gak mau sombong, but in my 8 years journey of writing, I have received a lot of messages, email, Instagram DMs from my friends to strangers how they're blessed by my writing. 

All glory to God. That was what they called mess into message, test into testimony. Soalnya kalau dulu gwe ga patah hati, I will never write a blog and I will never know that my passion is in WRITING. 

Yeah... So here I am.... Thank you for read this! Thank you if you are one of those people who stick with me for years. Or even if you are newbie to this blog, enjoy reading all my upside down journey, with Christ especially.

Oh ya, and why STORY ABOUT TEEN? Because I was a TEENager back then, gwe cuma mau encourage orang-orang saat itu kalau, kalian gak sendirian. Karena admit it, momen remaja itu momen paling rumit. Momen di mana kita aja gak paham sama diri kita sendiri. 

The other reason is because people call me Teen (alias Titin) HEHE. Ini versi keren aja dibuat jadi teen. So, yes, it's about my story that I wish can be a lesson learnt, an encouragement for my reader.

Enjoy!


Love,
Teen.