Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

11 December 2017

Dedicated Post

I have once read this quote and somehow agreed with what's written.

"Some people don't know how to fall in love, like not knowing how to swim. They panic first when they jump in. Then they figure it out."

I am.

All these years, I imagined the love as the butterflies in your stomach, that romantic look in the eye everytime you see that person you love.

Me? I was sick for 7 days the day someone told me he loved me. HEHE.
Ya, singkatnya begitu.

People say, fall in love with a writer, then you'll be eternal. Sadly for these past 2 years i'm in 'kinda relationship' with someone, i've never written anything about him. So here I am, try to describe my feelings and my complicated story with a numb thumb (baru kejedot pintu dan berdarah zzz).

I'm in a relationship. A kinda complicated one.

When I decided to be with him.
Lots of people against him.
My parents (they still are), my circles, my friends.
Because of the look, they say.
Because of the wealth, they say.
Because of the sprituality, they say.
Because of the tribe, they say.

People easily judge a book by his cover.
People judge him by his outlook.
And if you give him a glance, you may agree with the rest of them,
That I "deserve" better.

But with him,
I learn many things.

I learn that love means accepting weaknesses.
I learn that love means still pursue our passion, yet we have to support each other.
I learn that love means sacrifice. Sacrifice your ego, your self-centered want.
I learn that love means you want the best for your spouse, no matter what costs.
I learn that love means always supporting each other.
I learn that love means you willing to face whatever may happen, together.
I learn that love doesn't always started in romantic eye-glazing.
I learn that love doesn't come in the same way as it comes to others' lives.
I learn that love is not falling, but grow.
I learn how to grow in love.
Most importantly,
I learn all of traits described in corinthians 13.

He is patient.
He is kind.
He does not envy.
He does not boast.
He is not proud.
He does not dishonor others (kadang ngebully orang sih dikit lol)
He does not self seeking
He is not easily angered (hmmmmmm HAHAHA)
He keeps no record of wrongs.
He does not delight in evil but rejoices with the truth.
He always protects, always trusts, he always hopes, he always perseveres.

And if you read this (surely you will), once in these 2 years, let me list down these for you.

I love you the most when you worship Jesus.
I love you the most when you are on stage, playing your instrument, close your eyes and worship.
I love you the most when you are on your drum sets.
I love you the most when you play with children.
I love you the most when you care to the weirdest person in our community.
I love you the most when you always give.
I love you the most when you always try to do your best, even when people look down on you.
I love you the most when you always let others be better than you.
I love you the most when you give your money to the poor when I know there isn't much left in your wallet.
I love you the most, because you love me more than my most.

Idk how this will be end.
But I hope we'll have the happy ending.


As how God showed me the rainbow as a sign of His promises for this relationship,
As how the prophet told you that He will give you what you asked for,
I hope we'll share the good and bad for more years to come.

Imanuel.
God with us, always.
This entry was posted in

30 April 2015

Tentang hati (yang tersakiti)

These days i'm facing lots of broken hearted people, i see many relationships broke up and leave me wondering what is actually happening with people nowadays.

Semalam out of topic, saya nyeletuk 'lo masih kan sama cewek lo?' ke seorang teman yang sudah lama tidak saya jumpai dan kita termasuk teman main yang cukup dekat. Dan keheningan dia dalam 3 detik sebelum menjawab apa-apa sudah menjawab semuanya. Saya langsung menarik kursi, mengurungkan niat untuk pulang walaupun sudah pukul 9 malam dan langsung menginterogasinya.

Singkat cerita hubungan yang dia dan (mantan) pacarnya selama bertahun-tahun kandas, karena pacarnya, selingkuh. Dalam hati, saya menarik nafas panjang karena ini adalah cerita perselingkuhan kedua yang saya dengar dalam bulan ini. Teman saya bercerita panjang dan lebar dan saya hanya bisa ternganga lebar sambil berkata 'lo sih gila.. gilaa..' Bukan gila dalam artian negatif, tapi saya sungguh terperangah akan bagaimana dia berespon, bagaimana cinta sungguh-sungguh ada, bagaimana seseorang yang telah disakiti, telah 'dimanfaatkan' selama ini, masih peduli dan perhatian kepada si (mantan) pacar yang setelah 'ketahuan' berselingkuh, masih minta tolong ini dan itu, dan teman saya masih meladeninya. 'Lo sih gila, udah diginiin lo masih begitu baik..' saya dan teman saya yang lain berulang kali berkata seperti itu ke dia. Dia terdiam, hanya bisa tersenyum tipis. Dan tiba-tiba saya teringat satu ayat, 'Love covers all sins.' Saya pikir selama ini itu hanyalah sebuah kata kerja dan kata sifat yang dimiliki oleh Tuhan Yesus seorang, tidak ada di manusia.

Teman saya yang baru patah hati ini semalam memberikan begitu banyak insight baru tentang sebuah hubungan yang sejati. Hubungan yang sejati harus dilandasi dua orang yang punya kesepakatan untuk berjalan bersama menuju satu visi. Kalau visinya sudah berbeda, jangan harap sebuah hubungan akan mulus. Hubungan yang sejati harus dilandasi kesetiaan, ketika yang satu jatuh, yang satu harus setia mendampingi, bukannya meninggalkan dan mencari kesenangan di orang lain.

Dia sempat bercerita singkat ketika ia bersama (mantan) pacarnya itu, godaan untuk berselingkuh pun tetap ada dan pernah ada satu kesempatan itu datang, dan dia langsung menutup matanya dan kembali ke jalan yang benar. Dia bilang, 'pas waktu godaan selingkuh itu datang, gwe langsung inget (mantan) pacar gwe ini, kenapa waktu itu gwe mau sama (mantan) pacar gwe ini dan gwe udah berkomitmen sama dia.'

It left me nganga untuk keberapa kalinya. Gila, cowok kayak gini so limited. Dan gwe iseng nanya, 'Did you regret it? Setelah sekarang lo diselingkuhin, lo nyesel dulu lo gak selingkuh?' dan dia jawab dengan tegas, 'nope.' yang bikin gwe lagi-lagi nganga sambil applause.

Bukan berarti gwe nyuruh orang selingkuh sebelum diselingkuhin, tapi beberapa waktu lalu temen saya yang lain juga cerita bagaimana ia diselingkuhin dan ia mengaku menyesal kenapa selama ini ia sangat menjaga hubungannya dengan nggak lirik sana-sini padahal ketika ia pacaran, masih banyak pria yang mendekatinya. She regrets that she was so faithful to her ex. Berbeda dengan si teman saya itu, teman saya yang ini tidak menyesal pernah setia.

Yeah, sekarang dia sedang belajar untuk move on, sedang belajar untuk tidak lagi peduli, sedang belajar untuk menyembuhkan hatinya. Dan semalam saya belajar sangat banyak tentang yang namanya cinta, dan sebuah hubungan.

Saya belajar bahwa cinta yang sejati sesungguhnya masih ada.
Saya belajar bahwa 'love covers all sins' ternyata bukan hanya sifat Tuhan Yesus, tapi kita juga harus memilikinya.
Saya belajar bahwa tidak semua orang yang disakiti akan membalas untuk menyakiti.
Saya belajar bahwa tidak semua pria itu, playboy dan apa yang orang bilang, brengsek.
Saya belajar bahwa kesetiaan itu bukan hanya tercermin diluar, tapi harus menjadi prinsip di dalam hati.
Saya belajar bahwa dalam sebuah hubungan, perhatian dan kasih sayang itu gampang diobral, tapi ketika dia mengeluarkan materinya untuk kamu, itu berarti dia serius. (teman saya ini mengeluarkan puluhan juta lebih untuk membiayai (mantan) pacarnya ini)
Saya belajar bahwa tidak semua hubungan berhasil, tapi ketika gagal pun, jangan pernah berhenti untuk mencari yang terbaik. Jangan trauma, jangan tawar hati.
Saya belajar bahwa kesetiaan tidak akan pernah sia-sia, jangan menyesal ketika kamu pernah setia dan disakiti. Akan ada masanya kesetiaan itu berubah menjadi sesuatu yang berakhir indah.
Saya belajar bahwa mungkin ini rencana si jahat untuk membuat kasih semakin dingin, untuk membuat orang tidak lagi percaya cinta dan menyalahgunakannya untuk kesenangan semata.

Di akhir pembicaraan kami semalam,. saya dan teman saya yang lain nyeletuk ke the broken heart guy ini, 'abis ini jangan jadi cowok brengsek ya! jangan jadi gay juga!' dan kami semua tertawa terbahak-bahak dan saya hanya menepuk punggungnya, memberi semangat in boys style. :"D

21 February 2014

Missionary Dating

Doesn't it seems so holy and so interesting?

How many of us, dear ladies especially, yang interested in 'not-that-Christian-guy-type', and fall for him dan somehow you know it's not the right thing to do, but then you ignore the small still voice and your logic think 'oh okay, maybe i can drag him to Christ as we're in relationship'.

I found this statement in internet and worth to share:

Don't allow a man's charm, looks, or financial success (or his willingness to go to church with you) push you to compromise what you know is right. "Missionary dating" is never a wise strategy. If the guy is not a born-again Christian, scratch him off your list. He's not right for you. I've yet to meet a Christian woman who didn't regret marrying an unbeliever.

Assume that, relationship is a ship. There's only one rudder which direct that ship to only one way. Imagine if that ship has two rudders which direct that ship to north, and south. What will happen? That ship will go nowhere. If your relationship based on different knowledge (i'm not talking about only different religion, but also different spiritual level) of Christ, how can you both go to one direction, together? 

For me, my friends knows how easily i'm interested in gentle guy who plays guitar. As simple as that. But then i remind myself, it's so easy to find guy who plays guitar, and that gentle, they can learn how to be one. But it's a rare thing to find a guy who fears of the Lord, who loves God more than anything. 

My friend once said, nothing is more charismatic than a man who fears the Lord. And i'm so agree with that. 

So now, if you're attached to someone else in mission to bring him to Christ, well that's good, but don't do that in a bond of relationship. You can slowly bring him/her to Christ, as friends. Help them to meet Jesus, but not in a relationship term. Let them meet Jesus for their own need, in their own willingness to find Jesus. Not to please you, but purely his want to encounter Jesus. 

God bless!

18 February 2014

February: Months of Love?

Happy Cap Go Meh day! BUAHAHAHA.. #denial 

Ceritanya kemaren gwe lagi buka-buka kulkas, trus nemu beberapa batang coklat which is not mine, yang berarti adalah pasti punya adek gwe yang masih SMP 2 itu... sementara cicinya cuma dapet 1 coklat, adeknya dapet banyak. #gakiri eh, that's not what i'm gonna talking about sih.. --"

As we all know, this month is February, bulan yang katanya penuh cinta, bulan yang katanya lebih banyak yang patah hati daripada yang jadian, bulan yang katanya tingkat bunuh diri paling banyak terjadi. Ironis sih......... Gwe pribadi, felt nothing di bulan Februari ini, super biasa-biasa aja.. nothing i'm gonna celebrate specially. 

Sampai beberapa waktu lalu pas di youth service, actually i was like intimidated karena i felt kayak mmm....... disappreciated. Trus i walked into that room with that feeling. Trus pas i sat down and worship began, i was crying suddenly kayak a child, tapi sebenernya gak lagi nangis karena sedih, bukan karena perasaan disappreciated, karena honestly when i sat down there i didn't feel anything.. tapi bisa-bisaan gwe nangis gak jelas gitu sampai meanwhile i was crying tuh gwe mikir loh 'duh Tuhan aku kenapa nih? koq air matanya gak jelas gini ngocornya, jangan-jangan kelenjar air mata aku kenapa gitu?' i really spoke to God at that time kayak gitu. Kinda freak ya? hihi..

Sampai pas the preacher, Kak Syelvi naik panggung, dia bilang gini.. 'i sense the Lord pours out His love here..' trus gwe sambil masih berderai air mata kayak 'oke God, now i know nih kenapa tiba-tiba nangis... i'm embraced by Your Love...'.

Gak sampai disana, kemarin gwe ikut kebaktian youth gereja di kantor gwe, and really i felt kayak He poured out His love ke orang-orang disana.. dan i was praying hard supaya every heart be opened to feel His Love. Dan sejenak gwe tersadar, duh, Tuhan itu sayaaaaaaaaaaang banget sama semua orang, semua, even yang merasa gak layak, even yang merasa terikat sama dosa, even yang merasa jauh banget dari Tuhan, even yang merasa dihantui masa lalu, duh, Tuhan tuh beneran lagi maksimal banget curahin kasihNya belakangan ini *dari dulu juga sih*, masalah utamanya cuma, do you hardened your heart? or are you willing to open your heart widely to receive His love? Cuma itu koq masalah utamanya beneran.... 

These days i pray for that thing, let hearts be opened, biar setiap hati yang udah keras tuh dilembutin sama Tuhan, biar setiap pikiran-pikiran NGEH kalau Tuhan sayanggg banget sama kita, biar setiap kasih Tuhan yang lagi dicurahin abis-abisan gak kepentok sama hati yang dingin, pikiran yang logis, perasaan yang tawar, biar setiap kita bisa ngalamin kasih Tuhan deeper, and deeper.

sometimes our brains are our own worst enemies because grace isn't logical.


08 January 2014

Saya jatuh cinta....

... dengan pelangi. Setelah beberapa lama tidak lagi pernah melihat pelangi secara langsung, sore kemarin di perjalanan Karawaci menuju Gandaria City, saya melihat pelangi dengan indahnya membentang di langit kelabu. Pelangi selalu punya cara khusus untuk membuat hati saya teduh, menyadari bahwa saya sepenuhnya bisa mengandalkan janji-janjiNya.

Jauh lebih dari itu, saya jatuh cinta, dengan pengukirnya, Dia yang dengan indahnya menciptakan pelangi, dan saya. Ya, saya jatuh cinta dengan Pencipta saya, dan malam kemarin, saya jatuh lebih dalam, menyadari bahwa betapa sesungguhnya Tuhan sangat mengasihi saya, lebih dari saya mengasihi Dia.

Saya setuju dengan sebuah kutipan yang mengatakan, 'Christianity is not about religion, it's about relationship', dan saya tambahkan 'and once you experiencing Him, you'll know He is a romantic God, a super super super sweet God' :")

Dia punya seribu satu cara untuk menyatakan keberadaanNya di samping saya. Singkat cerita, ketika saya sedang well, you can say broken heart.. Bukan hanya masalah hati-hatian, tapi semalam 3 aspek penting dalam hidup saya seakan-akan disaat yang bersamaan pressed me so hard, seakan-akan digenjot Tuhan luar biasa sampai saya ingin kabur dan bodo amat dengan semuanya. Disaat saya meyakinkan diri saya kalau saya bisa menahan ini semua sendiri dan saya bisa menahan untuk tidak bercerita dengan siapapun (karena satu dan lain hal), seorang teman tiba-tiba menelepon saya hanya untuk memastikan saya sudah sampai dirumah atau belum (karena sebelumnya sehabis dari gandaria city). Dia yang seumur-umur tidak pernah menelepon hanya untuk basa-basi begitu tiba-tiba menelepon dan saya yang lagi pressed malam itu tentu mengangkat telepon dengan suara sendu dan parau dan dia tahu something happened with me. 

Akhirnya saya bercerita panjang lebar malam itu saya kenapa, saya merasa hati saya sedang ditarik Tuhan supaya makin lebar, dan ketika ditarik, it hurts badly, tapi saya tahu ujungnya untuk kebaikan saya.. Dan dia mengingatkan satu ayat..

2 Corinthians 12:8-10
Three times I pleaded with the Lord to take it away from me. But he said to me, “My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness.” Therefore I will boast all the more gladly about my weaknesses, so that Christ’s power may rest on me.That is why, for Christ’s sake, I delight in weaknesses, in insults, in hardships, in persecutions, in difficulties. For when I am weak, then I am strong.

Saya sukses kembali dibuat berderai... Dan ayat yang sedang berada dalam hati saya beberapa hari ini kembali muncul malam tadi, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya, diijinkan, untuk membawa kebaikan, bagi saya yang mengasihi Dia.

And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to His purpose.

Saya tahu, panggilan saya (sementara) disini, dan saya harus sadar segala proses yang menimpa saya should not break me down, dan ketika saya lulus proses bagian ini, i know He will so proud of me.

Ah, dan belum selesai sampai disana.. Malam itu, saya memutuskan untuk membaca buku renungan karena seharian belum sempat, dan you know apa yang menjadi bahan renungan malam itu..

Rancangan Kebaikan - "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaiut rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Hari ini saya sukses masuk kantor dengan mata bengkak (thanks to eye shadow yang bisa sedikit menutupi), awalnya memang karena, hm, patah hati (?), namun ternyata yang membuat saya bengkak parah bukan karena itu, tapi lebih karena saya tahu, Tuhan disana, ikut menangis melihat saya menangis, ikut memegang tangan dan kaki saya untuk terus teguh melewati semua proses hidup. :")

Dan saya hanya mau meng-encourage kalian, untuk mengenal Dia, bukan hanya dari kotbah dan Alkitab, bukan dari apa kata orang, bukan dari kesaksian orang, tapi dari pengalaman pribadi bersama Dia.. Tidak ada kisah romantis yang lebih romantis dibandingkan ketika kita mengalami sendiri kasih Tuhan. 

Terlalu berat ya? HAHA..

17 July 2013

How He loves us.

I love how God speaks to me. He speaks through the things i use in my days, He often uses social media like tweet of someone, blogs, and last night, through app on FB. Actually not just last night, but also 3 days ago. I had nothing to do and decide to open this application on Facebook and see if God really wants to say something to me through it. And this what it said.


I was shocked. Because it was what actually i need, been reminded of the truth that i am still a child of God even if i do tons of mistakes. That night, few hours before i read this, i felt terribly unworthy. Well, i did the same mistake again and again, i did not murder, i did not steal, i did not cheat, i just not did what i suppose to do, be a good daughter. Then i felt so tired of myself that night, i whispered to God, is He sick of me too? Is He tired of me too? Because i hurt His heart a lot. And amazingly, this application said so............


The second one, i got last night. Exactly few hours before that, i was drowning my pillow with tears. I forgot how it started, but last night my tears couldn't even stop for some minutes, it felt hurt, it felt hard, so hard that i whispered to God i just can do this by my own. And look what i got (again)..... God will get me through the pain. :'"

and if He will get me through, the one who always fail Him, i'm so sure, He will get you through too, whatever you may face, He is with us. 

Nothing we can do makes He loves us less. Note this.

01 July 2013

Love like Jesus.

Selama ini, we have heard people say, love like Jesus loves. But actually, have you ever wondered and imagined or even experienced how hard it is?

This thing or let say, insight came suddenly dan sejenak cukup bikin gwe simply think about it.

Beberapa hari ini gwe belajar ini. And this thing happened to some people even my close ones. Dan ketika kita mendengar kabar gak enak tentang mereka, kalau ternyata mereka begini dan begitu yang gak baik, those times are the times when we need to learn, to love people like Jesus loves.

Love like Jesus means...

When you have heard bad issues about someone, you can still love them objectively.
When you know their weaknesses, you can still love them sincerely.
When you've been hurt by them, you can still love them without any 'what if now i'm hurt again?'
When you know their past, you can still love and respect them.

Seperti ketika Yesus dulu suruh Zakheus turun dari atas pohon dan bilang kalau Dia mau numpang makan dirumah Zakheus, bukan berarti Tuhan gak tau Zakheus itu siapa, even orang-orang sekitar tau Zakheus orang berdosa, tapi Tuhan melihatnya dengan sudut pandang netral dan bahkan dengan kasih, even when He knows segala keburukannya Zakheus.

And yes, so now i'm learning, to love like Jesus. And yep, i'm gonna fail million times, but it's okay, at least i'm trying, and He sees my heart. He sees your heart too :)

17 April 2013

For my dearly friend,

Good friends are like stars. You don't always see them, but you know they're always there.


Beberapa malam yang lalu gwe terlibat pembicaraan cukup sengit dengan seorang teman. I don't know what she really feels, tapi dari apa yang gwe tangkap, she feels abandoned by her friends, dia merasa dilupakan, dia merasa ditinggal. Butuh waktu yang cukuppppp lama buat meyakinkan dia bahwa her friends still there, dan entah argumen gwe berhasil bikin dia percaya atau engga, but i think, she still in doubt.

Keinginan manusia yang paling dalam, kebutuhannya, bukan cuma makanan, minuman, pakaian, tapi jauh daripada itu, rasa dibutuhkan, rasa diperhatikan, dan rasa dikasihi. Those are the most vital yang dibutuhin sama seorang manusia, or let say, anak-anak muda zaman sekarang.

Let me tell you something, this is not only a theory, but this is a testimony. Ini bukan cuma ngemeng-ngemengnya gwe aja, tapi ini pernah gwe alamin. Yep gwe pernah ngalamin masa-masa dimana rasa-rasanya i'm alone, rasa-rasanya no one cares, rasa-rasanya temen-temen gwe asik sendiri while i'm in trouble.. (this is what you feel right now, isn't it young lady?)

Kemaren gwe nonton film bagus banget, judulnya ME AGAIN, dan ada quote yang gwe suka banget dari film itu, it says, Here's what you need to understand, what you feel IS a choice! Happiness is a decision you make. Bosen gak sih denger kalimat ini, happiness is a decision! Beribu kali baca kalimat ini, tapi tetep aja banyak orang yang masih gak nangkep apa artinya, masih membiarkan dirinya, hatinya, jiwanya hancur digerogotin sama yang namanya 'rasa-rasanya'.

Remember this thing, your friends are human, mereka bukan alien yang punya indra keenam or something, mereka bukan Tuhan yang Maha Tahu apa yang lagi kalian alami, mereka butuh dikasih tau, mereka butuh kalimat pembuka seperti 'hey... i want to share something...', dan mereka akan dengan senang hati lend you a shoulder and an ear to listen. Instead of wishing 'ah harusnya kan dia tau gwe lagi ada masalah', why don't you start with a simple bbm or a call telling that you're not in good condition. And i guarantee, your friends will definitely help you. Gwe sama temen-temen deket gwe pun begitu, kalau ada yang butuh di share, i just bbm her with a super long bbm, gwe lagi blablabla, trus masa ya blablabla, i will tell her lots things, dan satu hal, dalam kamus pertemanan sesungguhnya, gak ada istilah 'aduh gwe takut ngerepotin dia dengan cerita/masalah/curhatan gwe'. Note this thing. That's what friends are for! That's what friends are supposed to do.

Kenapa good friends diibaratkan dengan bintang? Karena ada beberapa malam dimana bintang itu sama sekali gak kelihatan di langit, sama sekali. Tapi, apa berarti bintang itu ninggalin langit? dan pindah ke lautan? nope. It's still there! You just have to seek for it.. (entah pakai teropong, atau apalah).  And one thing for sure, the stars are always be there!!

ps: keseribusembilanratuslimapuluhsekian kalinya i've told you, my dear friend.... Happiness is a choice, ada ribuaaaaaaaaaaaaaaan juta orang diluar sana yang have worse parents than we have, have worse physical condition that we are, have no place to live, have nobody to talk with, or even have to pay just to breath. Let's try to accept things as they are, accept people as they are, and even more, accept YOURSELF as you really are. :")

*i'm still trying too... accept my family as they are, accept me as who i really am, accept my condition as what God made it.. and yes, you are not alone. 

It's not about being someone else, it's about being the best of you that you can be. When you sit around complaining, that nothing exciting ever happens in your life. All the good parts are passing you by. Life will test your faith, that's the way it supposed to be. But God will be there for us, no matter how far we stray. -Me again


15 January 2013

Bermodalkan Kasih



Semalaman sampai pagi ini, hujan terus turun, tanpa henti. Dan tadi pagi pas iseng liat instagram, i stared at an image. Tanpa perlu menunggu berapa detik, i liked that photo, mungkin tanpa meneliti maknanya terlalu dalam. Toh, quotenya bagus.. Kemudian saya naik shuttle bus sepanjang perjalanan, lalu disambung dengan naik bus kota. Again, di dalam bus kota, terlalu banyak hal yang bisa dipetik, asalkan kita mau membuka mata lebih lebar, dan mendengar sekeliling lebih detil.

Pagi ini, ibu-ibu yang duduk di belakang saya mengajak ngobrol seorang anak kecil yang menaiki bus itu sendirian, tanpa teman dan tanpa orang tua. Detil pembicaraannya tidak terlalu terdengar karena suaranya beradu kencang dengan suara kenek kopaja itu, dan suara klakson mobil mewah yang lalu lalang di sebelahnya. Namun samar-samar terdengar suara ibu itu, 'nih nomor tante, kalau ada apa-apa, butuh bantuan apa, telpon aja ya ke nomor ini..' dengan suara lembut, dan sepertinya tidak dijawab 'iya' oleh anak itu. Mungkin anak itu masih dalam keadaan setengah tak percaya masih ada orang baik hati yang tulus di Jakarta yang katanya kejam itu.

Perjalanan dilanjutkan, saya turun dari kopaja itu, dan tiba di kantor, membuat segelas cokelat hangat dan iseng membuka facebook, dan foto ini muncul lagi.

Saya kemudian tersadar, menjadi 'sesuatu' tidak perlu hal yang ribet, menjadi 'berguna' tidak butuh hal yang muluk-muluk, menjadi 'berkat' tidak perlu modal yang besar. Cukup, love. Ketika hidup kita dijalankan dengan modal kasih, kita gak akan pernah menjadi orang yang kesepian. Ketika hidup kita dijalankan dengan modal kasih, kita gak akan pernah menjadi pengangguran. Ketika hidup kita dijalankan dengan modal kasih, sadarlah.. gak ada waktu yang dihabiskan hanya untuk memikirkan diri sendiri.

Contohnya ibu yang di kopaja itu, ia bisa saja memilih untuk duduk diam dan bersikap bodoh amat dengan sekelilingnya, ia bisa saja memejamkan matanya untuk tidur, atau sekedar memikirkan kegiatannya sepanjang satu hari ini, dan bisa saja ia ngedumel sana sini akibat hujan yang terus turun, macet yang tiada berujung, dan suara kenek yang cempreng.

Tapi tidak, si ibu ini malah mengajak ngobrol anak kecil yang duduk di sebelahnya, menawarkan bantuan dengan tulus, dan tanpa sadar, si ibu ini menyalurkan kasih, bukan hanya ke anak itu, tapi si ibu ini juga mengingatkan saya kembali tentang kasih, yang terlalu sering dikumandangkan, tapi jarang dipraktekan. 

Kasih akan membuat kita sibuk, bukan untuk diri kita sendiri. Tapi kita sibuk menyalurkan kasih kepada orang lain. Kasih akan membuat kita terus berkarya, bukan untuk diri kita, tapi untuk menciptakan seni di hidup orang lain. Kasih akan membuat kita terus melakukan apa yang dipandang baik dan benar, bukan untuk persoalan hidup kita, tapi untuk menciptakan sumur kasih di hidup orang lain, agar kelak, sumur itu akan berguna untuk menyalurkan kasih, ke orang-orang-orang lainnya. Yap, the power of Love, it spreads :)

"Walk in love, that will keep you busy for the rest of your life. -Joyce Meyer. Now i really know what it means" -@teeteen
 
*sedang mencoba mengganti kata 'gwe' jadi 'saya', bagaimana?*

25 November 2012

i feel loved

3 hari belakangan ini gwe belajar banyak hal.
Ba-nyak. Hal-hal yang cukup menguras air mata, air mata terharu, sedih, bahagia, dan kagum. Semuanya ada di 3 hari terakhir ini.

First of all, i'm learning about HOW GREAT AND SUPER DUPER AMAZING GOD I HAVE. :"D Tuhan yang luar biasa yang ngurusin semesta, ngurusin kapan matahari nongol, kapan bulan nongol,  Tuhan yang ngurusin kapan hujan turun, kapan bunga bermekaran, kapan planet muterin matahari, Tuhan yang ngurusin ada beberapa otot di kepala ulat bulu, ada berapa kaki di kaki seribu, Tuhan yang ngurus alam semesta yang super indah ini adalah Tuhan yang sama yang ngurusin gwe. Tuhan yang sama yang ngurusin masa depan gwe nanti kayak apa, nanti gwe bakal kenal siapa, nanti gwe bakal sekolah dimana, SMP dimana, SMA, kuliah, magang, kerja dimana, nanti bakal nikah sama siapa, nanti bakal jadi apa.... TUHAN YANG SAMA! iya sih emank udah tau dari dulu, tapi 2 hari ini kotbahnya somehow ngingetin ini lagi.... dan kalau TUHAN YANG SUPER KEREN NGURUSIN ALAM SEMESTA itu juga ngurusin gwe, trus apalagi yang harus dikhawatirin????? :"D

Kedua, ...... i'm learning, relationship means much more than my ego. Confessed things i'm feeling nowadays directly to the person, and end up with tears, but tears with relief :") And yes, things get better, at least with my own feeling.

Ketiga, sekarang makin bener-bener ngerti arti quote God put someone in your life for a reason. sekitar sebulanan yang lalu entah datang dari mana tiba-tiba gwe dikenalkan Tuhan dengan seseorang, dan seiring berjalannya waktu, gwe makin ngerti ini orang entah berantah tujuannya apa di hidup gwe, kenapa bisa nyangsang kemari, kenapa bisa kenal..... Lewat orang ini gwe dikuatkan dalam banyak hal. Much things yang kalo kata bahasa dia, dia dapet 'impression' dari Tuhan tentang gwe, it really strengthened me, and since she is an intercessor, alias pendoa, alias perantara pesan, then gwe mengamini setiap hal positif yang dia rasain tentang gwe sebagai message dari Tuhan :"D and yes, if you're reading this, you are really blessingssss for much people around you :")

Inti dari hal-hal diatas yang gwe alamin adalah, Tuhan baik, di segala kondisi dan situasi. AND YES WE ARE LOVED BY THE CREATOR OF UNIVERSE. doesn't it sound awesome?

ps: lagi suka banget lagunya Laura Story, judulnya GRACE. ini sebagian liriknya yang auch banget buat gwe..

I ask You: "How many times will You pick me up, when I keep on letting You down?

And each time I will fall short of Your glory, how far will forgiveness abound?"


And You answer: "My child, I love you.


And as long as you're seeking My face, You'll walk in the power of My daily sufficient grace."

23 September 2012

you are not what you did

"you are not what you did......."

dan sebenernya statement diatas masih ada lanjutannya, tapi somehow gwe lupa detilnya karena kalimat itu yang terngiang-ngiang terus di kuping gwe 1 detik setelah kak Bambang, pembicara di Youth Sabtu kemarin ngomong gitu... mm inget sih, yah intinya, Tuhan gak peduli apa yang telah kita lakuin sebelumnya, kita tetep precious di mataNya. itu katanya, or at least, itu yang gwe dapet.

kaget gak sih, sesaat sebelum kak Bambang ngomong gitu, gwe lagi perang batin sendiri. you know, that feeling when you feel loe gagal banget jadi orang, loe itu egois, loe itu maunya menang sendiri, loe itu bisanya cuma nyusain orang, that feeling when your mind and heart overwhelmed dengan berbagai statement 'elo gagal, elo jahat, elo egois'. Yah, i failed. Itu yang terus-terus ada di benak gwe sesaat sebelum 'you are not what you did' itu terlontar di depan mimbar.

Kembali ke beberapa jam sebelum hari Sabtu, i just had my blue Friday, mm mungkin bukan Blue, mm apa ya istilah tepatnya, mess Friday. i ruin my Friday, and ruin others' Friday. Gwe yang sebelumnya bertekad untuk jadi anak manis dan gak egois failed di hari itu, dan di luar dugaan, malah jadi super egois ke orang lain. I slept at 4 am, dan tidur gwe gak nyenyak karna mimpi sana sini dan tidurnya with teary eyes.

gwe, yang saat itu berdiri di belakang, di bagian multimedia pas kak Bambang ngomong gitu, bengong sesaat dan tiba-tiba air mata ngucur gitu aja, i feel like Tuhan lagi puk-puk in gwe and gently telling me, 'it's okay my dear, it's okay.. what you did doesn't matter for ME..' kebayang kan betapa kagetnya gwe, dan betapa WOW nya gwe bener-bener merasa Dia tau what i'm feeling that moment.

dan kenapa sih Tuhan itu lucu, suka kasih 'sesuatu' ke kita, nanti gak beberapa saat, 'sesuatu' itu bisa kita share ke orang lain yang lagi ngalamanin hal yang sama. Tiba-tiba malemnya, sahabat gwe cerita, kasusnya beda dikit, tapi intinya sama, dia merasa failed dalam menjalani perannya, dia merasa gagal dan gak sebaik itu, lucu ya. it's exactly the same feeling i had hari sebelumnya, dan kalau Tuhan udah puk-pukin gwe dengan gently bilang you are not what you did, gwe pun respon hal yang sama ke dia, we are not what we did, kesalahan yang kita lakuin sebelumnya, atau kegagalan yang kita alami, hey.. God knows it, dan Tuhan gak semena-mena langsung ngejudge, but He still loves us anyway, and if He loves us, what else we need?

Sabtu kemarin, it's been one of my WOW-day. Segala perasaan campur aduk disana, dari netesin air mata, sampai ketawa mau ngompol.. :"D then malemnya gwe curhat sama salah satu temen gwe, yang gwe gak nyangka gwe malah curhat ke dia, dan legaaaaaaaaaa banget rasanya. Ketika kita didenger tanpa di judge, ketika respon yang keluar dari si pendengar cuma senyum tanda dia ngerti how we feel, itu.. :"D dan ternyata bener kata twit siapa gitu yang pernah gwe baca, kadang curhat ke seseorang yang kita gak sangka-sangka malah nenangin.. :) 

oh ya dan barusan gwe baca twit seseorang, "it's time to release what precious to you". pas baca ini gwe terenyak dan sejenak berpikir.. well maybe it's the time.. apa yang precious buat gwe, mungkin my pride, my ego, my over-sense of belonging, my over-sensitive feeling, entahlah. yang pasti, dua hari ini seakan Tuhan lagi ngomong, 'let go, and let God.."  Lepaskan, dan biar Aku yang take care of you. :")


updated: barusan isenk-isenk main aplikasi God's message di FB, dan liat hasilnya..........

:")

04 May 2012

Matahari dan Bulan

Matahari dan Bulan. Pernah tau kisah ini?

Matahari pada satu hari marah dengan bulan. Matahari menganggap semua orang memuja bulan, semua orang begitu mengagumi bulan. Sementara banyak sekali orang yang selalu menghujat matahari, karena terlalu panas, karena terlalu menyengat.

Sementara bulan, dipuja oleh banyak orang. Bulan begitu romantis. Bulan begitu indah menghiasi malam hari. Bulan selalu jadi pusat perhatian di tengah ribuan bintang. Matahari marah dan kecewa. Tanpa matahari sadar, bulan pun ternyata menyimpan keirian yang sama.

Bulan pun ternyata sedih. Begitu banyak orang diluar sana yang menanti datangnya matahari. Para penjaga malam selalu berharap matahari terbit, supaya ia bisa pulang dan berkumpul bersama keluarganya. Para ibu rumah tangga, selalu menanti teriknya sinar matahari supaya cuciannya kering. Para petani selalu menanti teriknya matahari agar tanamannya tumbuh subur.

Sang Empunya Langit pun tersenyum simpul. Suatu hari ia memanggil matahari dan bulan.
"Matahari, Bulan.. sampai kapan kalian iri satu sama lain? taukah kalian, Aku menciptakan kalian untuk hal yang berbeda, untuk apa kalian berusaha membandingkan satu sama lain? taukah kalian, kalian sama pentingnya........ Pernah membayangkan bumi tanpa bulan? atau bumi tanpa matahari? Bulan diciptakan untuk menemani gelapnya malam, dan matahari Kuciptakan untuk menghangati jagat raya. Masih menganggap diri kalian kurang penting?

*sambil mengalun lembut lagu 'Kasih dari Surga..'
kasih dari Yesus, mengalir dihatimu, membuat damai di hidupmu.... :"D


ps: cerita ini khusus didedikasikan buat seseorang yang membiarkan dirinya dipermainkan oleh perasaan itu, perasaan 'kamu tidak sebaik orang lain'. :))

17 October 2011

Pasangan Beda Agama? *tapi dia baikk banget*

Guys, kali ini topiknya tentang pacaran beda agama. Benernya kalo bicara soal boleh atau tidak boleh, jawabannya as clear as the sky. Ngga boleh. Why? Because the bible said so.
..
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 2 Kor 6 : 14
..
DONE. :p But now, I want to go a little deeper.
..
“Kenapa pertanyaan ini bisa muncul? Kalau sebenernya jawabannya udeh jelas banget, kenapa tetep ada org2 yg menanyakan hal ini?”
..
Salah satu alasan yang sering gue denger adalah,
..
“Co ini bae sekali cik. Jauhhh lebih bae daripada temen2ku yang Kristen. Bertanggung jawab, kerjanya bener, sopan. Aku pernah beberapa kali deket sama co-co yang Kristen tapi mereka tuh ngga sebae co ini.”
Memang, itu fakta. Ngga jaminan co Kristen itu lebih baik daripada co yang bukan Kristen. Kadang justru org-org non Kristen itu lebih baik, lebih sabar, lebih pengertian, lebih romantic, lebih bertanggung jawab, lebih sayang anak-anak, lebih dewasa, ngatur uang lebih pinter, dan segala lebih-lebih yang laennya.
..
“Trus kalo gitu, ngga papa donk cik?!”
..
Guys, a good man is not enough but build a good marriage. A good man IS NOT ENOUGH. Beneran guys, is not enough … Marriage life is wonderful but also very tough. That’s a why only a good man is not enough.
..
I’ll tell you why it’s not enough …
..
Di dalam buku Fit To Be Tied, Bill Hybels, ada 3 alasan kenapa Tuhan memberi perintah untuk HANYA menikah dengan orang-orang seiman.
..
Common Treasures
..
Guys, kalo kalian sudah bener-bener lahir baru dan punya hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, you’ll know that God is our most precious treasures. Tuhan itu harta kita yang paling berharga. Kalau kamu pernah ngerasain, hatimu dijamah, disentuh sama Tuhan, kamu pasti tau bahwa Yesus itu bener-bener yang paling utama dan paling berharga.
..
Nah, ketika kita menikah, kita tentu berharap kita bisa membagi kehidupan kita dengan orang yang sangat kita sayang. Kita bermimpi bisa share our dreams, share our laugh, share our hobbies, pokoknya share everything. En kalo Yesus bener-bener yang utama dalam hati kita, tentunya kita pengen juga share itu ke pasangan kita! Tapi apa jadinya kalo pasangan kita ngga merasa bahwa Tuhan itu yang utama?
Bill Hybles cerita tentang seseorang wanita yang sehabis kebaktian dateng nyampirin Bill dan bilang,
..
“Do you know what it’s like to go home after a service like this and be so filled with Gods grace that you think you’re going to explode – but … you can’t share that with your spouse? It’s awful. God has forgiven me from my disobedience, but everyday I live with the pain of the mistake I made years ago.” (Fit to be tied, page 49
..
Gue terpana pas baca itu. En mikir, bener juga. Rasanya pasti menyakitkan, kalo gue pulang kebaktian, en dikuatkan luar biasa oleh khotbah atau oleh puji-pujian, or gue mendapat banyak berkat rohani,kita lagi berapi-api banget en penuh semangat berkobar-kobar, tapi bukannya denger suami kita bilang, “Wah Tuhan emank luar biasa!”, bukannya ngeliat dia tersenyum dan minta kita cerita lebih banyak lagi, yang kita dapatkan justru suami yang bengong, tetep asik nonton TV, atau malah bilang, “Ngomong apa sih kamu?”
..
THAT WILL BE AWFUL!
..
Atau ketika kita lagi sedih, lagi down, lagi butuh dikuatkan, bukannya suami yang bisa mendoakan kita, bacain Alkitab, ingetin khotbah Pdt minggu lalu, tapi suami kita cuman diem aja. Atau bahkan kita ngga berani share, karena takut dianggap, “Org Kristen kok kerjanya ngeluh mulu … katanya Tuhanmu hebat.”
..
Salah satu saat-saat paling indah dalam pernikahan gue, adalah ketika gue lagi takut, lagi kuatir, en gue bisa dengan bebasnya bilang ama suami gue, “Hun, aku takut … aku takut banget. Tolong doain donk.” En abis itu suami gue bakal doain gue. Rasanya tuh lega, en bersyukur punya suami yang bisa sama-sama diajak masuk ke takhta Kasih Karunia Allah. Sama-sama bisa berlutut en bicara pada Allah yang sama tentang apapun.
Common Blueprints
..
Guys, ketika kita menikah, kita masing-masing masuk ke pernikahan dengan idealisme dan impian masing-masing. En seringkali impian itu terbentuk dari pernikahan orang tua kita. Entah kita pengen punya pernikahan seperti mereka atau kita justru NGGA PENGEN punya pernikahan seperti mereka. :p
..
Masalahnya, seringkali, standart kita dan pasangan kita berbeda, karena keluarga kita berbeda. Nilai-nilai yang dianut berbeda.
..
Nah, ketika kita dan pasangan kita sama-sama orang percaya kepada Yesus, kita tau bahwa standart yang harusnya menjadi standart kita adalah Alkitab. En ketika kita menemui masalah dalam pernikahan, kita tau kemana harus mencari jawaban. Di dalam Alkitab! Tapi apa jadinya, kalo kita dan pasangan kita punya standart yang berbeda? En ngga punya blueprint yang sama?? Kemana kita harus mencari jawaban? Pusink toh.
..
En begitu juga dengan mendidik anak. Kita perlu blueprint, anak-anak ini mau dididik seperti apa. Kita mau mereka jadi anak yang seperti apa. Alkitab jelas kasih blueprint buat mendidik anak. Tapi apa jadinya kalo kita pengen menuruti perintah Alkitab tapi pasangan kita tidak??
..
Minggu lalu, Tepen sama gue pergi ke seminar parenting di sebuah gereja. En it really touched my heart, ketika ada kebenaran-kebenaran FT yang penting dalam mendidik anak, Tepen buru2 catet, en kadang2, dia usap-usap perut gue dengan tampang serius. He didn’t say anything but I knew from his serious face that he’ll take the responsibility to teach our kids in God’s way very seriously. En sebagai calon nyokap, ngga ada yang lebih menggembirakan selaen tau bahwa gue ngga harus memikul beban mendidik anak-anak di dalam Tuhan sendirian … but I have my God and my husband as my teammate!
..
(soal anak-anak please read this free e-book “Mencari Ayah Yang Baik Buat Anak-anakku” http://hanshinta1.blogspot.com/2011/10/mencari-ayah-yg-baik-untuk-anak2ku-part.html
..
Tapi apa jadinya kalo kita punya kerinduan anak-anak dididik cinta Tuhan, melayani di Gereja, tapi pas kita mo ngajarin dia berdoa makan aja, ayahnya bilang, “Ngapain doa-doa? Emank Tuhan yang kasih kamu beras? Kan Papa yang kerja keras!” That will be awful!
..
Common Strength
..
Menurut gue ini salah satu alasan utama, kenapa just a good man is not enough. Guys, suka ngga suka, ngaku ngga ngaku, sadar ngga sadar, kita itu hidup di dunia yang kejam di dunia yang penuh dosa, di dunia yang ngga adil.
..
Sebagai anak Tuhan, kita tidak kebal terhadap penderitaan. Tuhan Yesus ngga pernah menjamin, kita ngga akan ngalamin PHK, ngga akan kena kanker, ngga akan mengalami sakitnya ditinggal mati org2 yang kita kasihi … Tuhan ngga pernah janjiin itu.
..
Kita bisa kena kanker, suami kita bisa kehilangan pekerjaan, anak kita bisa sakit bahkan mungkin meninggal dalam kecelakaan, usaha kita bisa bangkrut. All of this can happen.
..
Oh, tentu saja gue percaya pada pemeliharaan Tuhan, tapi ingatkah kita akan cerita Ayub? J Di mana Tuhan sendiri yang mengizinkan semua pencobaan itu terjadi dalam hidupnya … (tentu saja Tuhan mengizinkan itu terjadi karena Tuhan ingin mengasah karakter Ayub dan memberkati Ayub lebih luar biasa lagi. But when all that disaster happen, ayub didn’t understand … ayub menderita!)
..
We’ll never know what will happen. We’ll never know.
..
Gue inget bulan kemaren, gue cerita ama suami gue, tentang seorang temen yang anaknya terkena autis. En gimana perjuangan mereka suami istri mendampingi anaknya sampai anaknya bisa mengalami kemajuan yang luar biasa. Bener-bener praise God. Kalian tau apa yang dikatakan suami gue?
..
“Well, you know, this also can happen to us … tapi jangan kuatir. Kalo itu terjadi, we’ll face it together.”
..
En gue senyum trus bilang, “Yup, we’ll face it together with God.” :D
..
Tidakkah itu melegakan guys? Tau bahwa anything can happen, but we don’t need to worry, coz we have powerful God! And we have each other … Apapun yang terjadi, kita sama-sama tau, kita bisa datang ke tahta Kasih Karunia Bapa dan memohon kekuatan dari Bapa. Sebagai manusia, kita bisa ambruk, bisa ngga kuat, tapi Bapa kita yang berjanji akan menguatkan kita.
..
Tapi apa jadinya kalo kita tidak punya common strength …
..
Cowok sebaik apapun, hanya manusia biasa. ketika badai kehidupan mulai menerjang, yang kita butuhkan bukan cowok yang baik tapi cowok yang tau kemana dia bisa mendapat kekuatan Ilahi untuk menopang dirinya dan menopang keluarganya … Ketika masalah dateng, kita ngga butuh cowok baik, tapi kita butuh cowok yang bersandar pada Tuhan. cowok yang baik bisa ambruk ketika masalah silih berganti, tapi cowok yang bersandar pada Tuhan justru akan bangkit seperti rajawali ketika masalah datang.
..
Yes 40:30-31 "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."
..
That’s why only a good man is not enough. We need a godly man to build a godly marriage.
Waktu gue married, gue kutip one of my fave poem di undangan dan di liturgi.
Marriage takes three to be complete. (By: Beth Stuckwisch)
It's not enough for two to meet, they must be united in love by love's Creator, God above.
Then their love will be firm and strong; able to last when things go wrong.
Because they've felt God's love and know He's always there, He'll never go.
And they have both loved Him in kind, with all the heart and soul and mind.
And in that love they've found the way, to love each other every day.
A marriage that follows God's plan takes more than a woman and a man.
It needs a oneness that can be only from Christ. Marriage takes three
..
Yup, gue setuju banget. Hanya dengan tangan Tuhan, our love will be firm and strong, able to last when things go wrong!
..
Banyak hal di dunia ini bisa terjadi. En hanya dengan kasih karunia Tuhan dan Iman bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan, kita bisa maju terus, bisa terbang dan bukannya terpuruk ketika badai itu datang.
..
That’s why once again … a good man is not enough …
..
Seorang temen gue, Shinta, yang nulis Mencari Ayah Yang Baik Bagi Anak-anakku, bilang begini,
A godly man is an imperfect man that worships the perfect God … and it’s the perfect God who will mold and shape him to be more and more like Jesus.
..
Gue setuju 1000% ama statement di atas. Cowok yang godly (bukan sekedar Kristen, sekedar pelayanan tapi bener-bener cowok yang takut akan Tuhan), itu bukan cowok yang sempurna. Suami gue kagak sempurna, tapi karena dia menyembah Allah yang sempurna, krn suami gue mengasihi Allah yang sempurna maka Allah SENDIRI yang akan turun tangan dan membentuk dia untuk menjadi seperti Yesus. Bukan kita, para wanita, para istri yang bisa mengubah dia, cuman Tuhan yang bisa.
..
En alasan terakhir guys, I want you to look into God’s heart when He gave that command to us.
..
Salah satu alasan kita menolak untuk taat pada perintah Tuhan adalah karena kita ngga mengerti hati-Nya. Kita pikir Tuhan itu mau bikin kita repot. Kita pikir Tuhan itu seneng kalo kita ngga seneng. Kita pikir tuhan itu ‘JAHAT’, (oh tentu saja kita ngga terang2an bilang Tuhan itu jahat, tapi ketika kita mempertanyakan perintahnya, sebenernya kita meragukan bahwa Tuhan itu BAIK dank arena Tuhan itu BAIK maka semua perintah-Nya itu untuk KEBAIKKAN juga).
..
Oke, bayangkan guys kalian pergi lagi ikut hiking di suatu hutan. Nah ketika jalan melewati satu jalan setapak ternyata di ujung jalan setapak itu, kalian ngeliat ada lobang besar penuh ular di situ. HIIIII … gue paling takut sama ular >.< Apa yang kalian lakukan? Kalian pasti buru-buru balik, en ketika ada temen-temen laen yang mau ke jalan itu, kalian pasti bilang, “JANGAANNN ke situ. Di ujung sono ada lubang penuh ular bow!!”
..
Ketika kalian ‘melarang’ temen-temen kalian buat ke sono, eh temen bae kalian malah ngga percaya, dia malah ngetawain kalian en bilang kalian lebay. >.< what will you feel guys?
..
Kesel karena ngga dipercaya … Kesel karena malah diketawain. En yang sangat mungkin, sedih … yah sedih. Because your own bestfriend nga percaya sama kalian, karena sahabat kalian sendiri ngga percaya kalo larangan kalian itu untuk kebaikkan dia.
..
Kira-kira begitulah hati-Nya Tuhan … Semua larangan di Alkitab itu Tuhan berikan karena Ia tahu, di ujung jalan yang sepertinya nikmat, baik, bagus, ada lubang penuh ular. Ada tangisan, ada ratapan, ada rintihan …
..
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 14 : 12
..
En ketika kita terjatuh, kita melanggar dan kita menangis, apa kita pikir Tuhan akan bilang, “Ya udah … sukurin loh. Ngga nurut sih!”
..
Ngga.
..
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, Mazmur 103 : 10
..
Tuhan juga menangis dengan kita ketika kita menangis. Kalau kalian liat, ibu-ibu yang anaknya sedang sakit, siapa yang nangisnya lebih kenceng? IBUNYA. Semua ibu kalo ditanya, mending dia yang sakit apa mending anaknya yang sakit pasti semua bilang, mending dia yang sakit bukan anaknya. Kalau manusia yang penuh dengan dosa dan egois aja bisa begitu, kebayang ngga sih guys, hati-Nya Tuhan tuh kayak apa ketika kita menderita bahkan karena kesalahan kita sendiri??
..
Guys, trust HIS HEART. Perintah menikah hanya dengan yang sepadan itu bukan untuk membuat kalian menderita! NO!! Justru Tuhan pengen kalian menikmati pernikahan yang indah, menikmati pernikahan dengan suami yang bener-bener mau belajar mengasihi kalian seperti Kristus mengasihi jemaatt!!!
..
He doesn’t want to give you just a happy marriage, He wants to give you a fulfilling marriage so that through your marriage you can GLORIFY HIS NAME! He wants to use you and your spouse to blessed the nation through your marriage!! En Dia tau itu hanya bisa terjadi, jika kalian menikah dengan anak-Nya yang sekalipun ngga sempurna tapi mau terus disempurnakan oleh tangan-Nya.
..
Bacaan ekstra :
http://hanshinta1.blogspot.com/2010/06/happy-or-fulfilling-marriage.html
(happy or fulfilling marriage?)
..
My fave quote dari tulisan di atas : I would rather wait a thousand years for that man who loves and fears the Lord and live 1 fullfilled day of marriage together, than wait a day & live 1000 ‘just happy’ (or worse live 1000 miserable) days together. (Ershinta Vid Neyst)
..
i copied this from -> HERE!
This entry was posted in

28 August 2011

Ten Reasons to Hope when your Hurting…

  1. God is truly in control. If God is God, then nothing happens apart from His knowledge and permission. While it is difficult to imagine why God allows some painful things to happen, His character, revealed in the Bible and through the testing of generations, leads us to the conclusion that He is willing and able to sustain you during the worst of times. We were crushed and completely overwhelmed, and we thought we would never live through it. In fact, we expected to die. But as a result, we learned not to rely on ourselves, but on God who can raise the dead (2 Corinthians 1:8,9).
  2. There is an eternal life to come. What we suffer now is nothing compared to the Glory He will give us later (Romans 8:18). He will keep you strong right up to the end, and He will keep you free from all blame on the great day when our Lord Jesus Christ returns (1 Corinthians 1:8).
  3. The story isnt finished yet. Time after time, the Bible records hopeless situations that ultimately ended in victory. Think of Jobs sickness, Josephs betrayal by his brothers, Davids adultery, and the many who were healed in mind, body, and spirit. But Joseph told them, Dont be afraid of me. Am I God, to judge and punish you? As far as I am concerned, God turned into good what you meant for evil. He brought me to the high position I have today so I could save the lives of many people. (Genesis 50:19,20).
  4. God has not given up on you! Dont give up on Him. For I know the plans I have for you, says the Lord. They are plans for good and not for disaster, to give you a future and a hope. (Jeremiah 29:11).
  5. There is likely purpose in your pain. Ask God to reveal His purpose in allowing this difficulty in your life. Thats a legitimate question to ask. Often, the answer comes in the process of dealing with your circumstance. Dear brothers and sisters, whenever trouble comes your way, let it be an opportunity for joy. For when your faith is tested, your endurance has a chance to grow. So let it grow, for when your endurance is fully developed, you will be strong in character and ready for anything (James 1:2-4).
  6. You are loved! Even the most unlovable person in the world is actually loved so much by God, that He let His Son die a terrible death to restore their relationship. God does love you! He sees your pain and weeps with you. He has sent Me to comfort the brokenhearted and to announce that captives will be released and prisoners will be freed. He has sent Me to tell those who mourn that the time of the Lords favor has come, and with it, the day of Gods anger against their enemies. To all who mourn in Israel, He will give beauty for ashes, joy instead of mourning, praise instead of despair. For the Lord has planted them like strong and graceful oaks for His own glory (Isaiah 61:1-3).
  7. Your prayers are heard. You parents if your children ask you for loaf of bread, do you give them a stone instead? Or if they ask for a fish, do you give them a snake? Of course not! If you sinful people know how to give good gifts to your children, how much more will your heavenly Father give good gifts to those who ask Him? (Matt. 7:9,10)

  8. You are not facing this alone. For God has said, I will never fail you. I will never forsake you. That is why we can say with confidence, The Lord is my helper, so I will not be afraid. What can mere mortals do to me? (Hebrews 13:5,6)
  9. Others have made it through you can too. Try to connect with others who have gone through similar situations. You will find hope, strength and encouragement. A person standing alone can be attacked and defeated, but two can stand back-to-back and conquer. Three are even better, for a triple-braided cord is not easily broken. (Ecclesiastes 4:12).

  10. Reach out to someone else whos struggling. Place your focus on someone else and invest your life in him or her. You may discover that your peace of mind is found in being a source of hope for another. All praise to the God and Father of our Lord Jesus Christ. He is the source of every mercy and the God who comforts us. He comforts us in all our troubles so that we can comfort others. When others are troubled, we will be able to give them the same comfort God has given us (2 Corinthians 1:3,4).

17 July 2011

don't be in a hurry

So many young women I talk to feel that the moment a guy shows interest in them, they are in an “urgent” situation and need to make a quick decision. This exposes their desperation; their fear that if they don’t jump on a good opportunity, they’ll miss their only chance for true love. It shows a lack of faith in the Author of romance. Remember that if His plan for you is marriage, He is more than capable of keeping a guy’s interest, even if it takes months or years for you to finally give him the go-ahead. A man who is truly worth his salt knows that you are worth the wait, and won’t put pressure on you to make a quick decision. Jacob worked for Rachel for fourteen years and they seemed “but a few days for the love that he had for her.” (Gen. 29:20-28)
..
If God truly desires a relationship to happen, you don’t need to rush or feel pressure to open the door to a guy. When a guy shows interest, the first thing to do is spend an ample amount of time in prayer and seeking Godly counsel. I don’t just mean praying for a day or two. I mean diligent, persistent seeking of God’s wisdom and heart for the situation. Ask His Spirit to show you whether this is truly His highest and best for your life. Remember that, other than your decision to come to Christ, the decision of who you marry is the most important one you will ever make. It will affect you for the rest of your life. It’s not something to take lightly.
..
It is extremely dangerous to just “experiment” with relationships to see if you really like a guy or not, giving your heart to one person after the next in an attempt to find the right one. When God builds a relationship, He brings one man and one woman together for the rest of their lives. He is able and willing to guide you into His perfect plan for this area of your life without taking you through a handful of failed relationships and broken hearts.
..
He is able and willing to write your love story in such a way where you give your heart to only one man – the man you will spend the rest of your life with. But most of us don’t trust Him enough to allow Him to do that for us. We feel the need to rush into a relationship so that we don’t lose a guy’s interest, and all too often we end up broken-hearted and damaged as a result. If there is a potential relationship in your life, the best first course of action is this:
..
Trust in the LORD with all your heart, and lean not on your own understanding; in all your ways acknowledge Him, And He shall direct your paths. (Prov. 3:6 NKJV)
If you slow down and take the time to really seek Him, you can be sure that He will direct and guide you. There is no reason to ever take a step forward in a relationship unless you have complete peace and certainty in your heart – a certainty not based on your own emotions, but on hours of spending time in God’s presence and seeking His heart and wisdom.
..
source : www.setapartgirl.com
This entry was posted in