03 June 2020

About The Journey

Hi! It's been a long long time, gak pernah update lagi. A little update on what's happening nowadays is..... COVID19. Sekarang ada pandemi Covid19 yang membuat dunia berubah hampir 180 derajat. Yang dulunya biasa, sekarang jadi aneh, bahkan dilarang. Berpelukan, bercanda tawa dan ngobrol sambil nongkrong. All those things, forbidden. Begitulah kehidupan, suka surprise, ada ada aja. But that is not the update I want to share to you.

Oke, masuk ke topiknya..

Waktu berlalu setelah postingan terakhir aku bahas tentang The Potter and His Clay. Sekarang, followersnya sudah 14.4k puji Tuhan, it's growing very fast. Dan tujuanku di sini, ingin kembali mengingat perjalanan di balik ini, agar kelak aku gak akan pernah lupa, how God has been good and faithful to my life.






Cerita dimulai.. mungkin di tahun 2009 as long as I can remember, (lupa juga tahun persisnya)

Tahun itu ada ibadah akhir tahun di Semarang, singkat cerita pendetanya suruh kita maju ke panggung dan berjalan ke gunung-gunung buatan yang sudah ditentukan, ada 7 pilihan gunung (coba googling tentang 7 spiritual mountains). Intinya, kita yang di situ diminta untuk berdoa dan menentukan, gunung apa yang akan kita lewati, yang mana artinya kita akan conquer that mountain. Jujur, waktu itu aku gak gitu paham, dan bingung. Tapi, ketika aku bingung, tiba-tiba pendeta itu menjelaskan tentang gunung media (salah satu di antara 7 gunung itu), dan aku merasa, ah ini kayaknya aku. Saat itu, tentu aku masih gak tahu apa maksudnya, cuma yauda jalanin aja.

Waktu berlalu, aku ambil kuliah di bagian broadcast journalism, setelah lulus aku masuk di perusahaan majalah GADIS, bisa dibilang perusahaan media nomor satu di zamannya. Sebenernya ini semua kulakukan bukan atas ambisi aku mau mewujudkan si momen gunung tadi, tapi ya karena memang suka aja.

Pas aku udah kerja di GADIS, aku baru keinget, oh mungkin itu ya maksudnya aku conquer media. Aku sekarang ada di media nomor satu nih, apa ya yang bisa aku lakukan. Dulu aku mikir gitu. Dan ternyata sampai aku resign, gak ada significant things yang aku rasa sudah aku lakukan untuk hidup memberi dampak di dunia media.

Sempet kecewa dan mikir, ahhh yaudalah mungkin aku salah waktu itu. Dan akhirnya terlupakan.. 10 tahun setelah itu, saat media sudah beralih jalur dari cetak ke digital, aku baru sadar maksud Tuhan, dan 'janji' Tuhan, ternyata momen gunung itu bukan cuma isapan jempol, tapi selama ini Tuhan tuntun dan membuka jalan untuk aku sampai di titik ini, dengan @thepotterandhisclay yang bisa jadi berkat di berbagai kota di Indonesia.

...
Kita putar waktu sejenak ke tahun 2014, waktu itu aku dipercaya jadi ketua retreat di gerejaku. Saat itu, dua kakak pembina mendapatkan sesuatu untuk aku, satu melihat penglihatan, satu mendapat mimpi. Penglihatannya adalah, aku mendapatkan jubah Debora, iya, hakim sekaligus panglima perempuan yang ada di Alkitab. Jujur saat itu, aku gak ngerti, yang pasti dibilangnya, artinya aku punya karunia untuk memimpin, dan berperang, ya semacam itu.

Yang satu lagi, mimpi tentang aku berdiri di depan pintu, yang di baliknya ada banyaaaak banget anak-anak muda. Lagi-lagi gak ngerti, oh ya mungkin ini semua tentang retreat itu, kan aku ketuanya, ya mungkin itu maksudnya.

6 tahun berlalu, sekarang aku mulai mengerti maksud mimpi dan penglihatan itu. Sama sekali tidak sombong (ya Tuhan jauhkan semua rasa sombong kalaupun ada), tapi aku melihat dampak yang aku buat, melalui @thepotterandhisclay, maupun melalui youth (yang sama yang masih aku pegang sampai sekarang hehe), aku mulai dipercaya untuk jadi teman cerita banyak anak-anak yang umurnya di bawah aku, aku mulai menjadi inspirasi mereka untuk membuat karya yang Tuhan taruh dalam hati mereka, aku mulai memimpin barisan anak-anak yang rasanya mulai ngeh sama panggilan Tuhan dalam hidup mereka.

..
Lewat kesaksian ini, aku cuma mau sharing, betapa Tuhan itu setia loh sama janjiNya, setia sama apa yang Ia pernah taruh dalam hati kita. Bahkan di saat kita kira itu cuma kebetulan dan iseng-iseng. Tapi Tuhan gak pernah iseng dengan hidup kita. Dia punya panggilan untuk setiap kita, hanya kita perlu peka untuk mengerti dan memahaminya.

Gak mudah, aku butuh belasan tahun untuk sampai di titik ini, untuk sampai di momen, aku bisa dengan yakin berkata panggilanku di dunia media, untuk melayani anak-anak muda khususnya, melalui media. Dulu aku pikir media konvensional, tapi ternyata maksud Tuhan, media digital. Zaman itu bahkan belum berkembang media digital, tapi Tuhan sudah berencana. Hebat ya Tuhan.

..
Satu lagi, setiap proses yang Tuhan ijinkan aku untuk melaluinya, ternyata ujungnya mempersiapkan aku di panggilanku. Misal, aku sempat bekerja di media konvensional, jadi reporter, ternyata membantu aku untuk lancar sekarang saat Instagram LIVE dengan banyak orang hebat melalui akun @thepotterandhisclay. Misal lagi, saat Tuhan ijinkan terjadi pemisahan di gerejaku di tahun 2015, aku melihat banyaaaak sekali pelajaran yang aku ambil, yang bikin aku jadi aku yang sekarang. Tentang kesetiaan, tentang melayani, tentang kerendahan hati, tentang motivasi yang tulus, tentang leadership, wah, semuanya aku belajar dari momen yang waktu itu bikin aku sakit hati dan anxiety attack.

..
So, apa sih yang ada di hati kamu sekarang? Bisikan apa yang Tuhan ucapkan di telingamu? Ia mau kamu melayaniNya di bidang apa? Setiap orang punya bagiannya, jangan lihat kiri kanan, tapi tanya Tuhan, apa tugasmu? Aku yakin Tuhan pasti menuntun kamu, sama seperti Ia menuntun aku. Aku gak lebih hebat dari kalian, aku gagal ribuan kali, aku ngecewain Tuhan, jutaan kali. Aku nyakitin Tuhan, gak terhitung banyaknya. Tapi Tuhan setia, Dia tetap setia.

..
Yuk, kita sama-sama, belajar untuk take position, belajar sama-sama untuk berani melangkah, belajar sama-sama untuk mau ikutin kehendak Tuhan, ikutin alurnya Tuhan, belajar taat meski gak paham, belajar beriman meski hasilnya boro-boro kelihatan. Aku yakin kamu bisa, sebab Tuhan punya rancangan yang indah untuk setiap kita.

I love you all,
God loves you more!


18 September 2019

The Potter and His Clay

I'll have a quick update for you all (and for me to remind myself of what is happening today).

21 February 2019 I started a new project on Instagram called @thepotterandhisclay. Actually, in that moment, I was facing a quarter life crisis where I feel insecure about job I have, about ministry I have, about love life, about future, basically about everything.

And through a conversation with a friend, I decided to make this project, iseng, just for the sake of writing what's in my heart and mind. Since no one now reads blog anymore. I think, Instagram is a good medium.

Then the journey started.

Ah, the name itself, came from caption I once posted on my personal instagram. The Potter means God, the clay is us, His people. Do as His will, and we are the clay will be made to perfection in His eyes, used as the tool to spread the goodnews, to bring Him glory.

Throughout the journey, all I can see is, whoa, God is so so so great.

Started from 0, and now it has 6k followers, and I believe, more to come.

Intimate with God, and His wisdom brings favor in God's eyes and people's eyes.
That is I believe.


I've seen God touched soooo many people through this account, He talked with sooooo many people outthere, pour out His love, just by the words, through me. It's crazy feeling, can be used for His kingdom. Still imperfect, somethings fall down on sin, but God is too great. He keeps saying things in my heart and mind, to be spread to the public.

And one thing I believe, when God work through me, He will work in me too.
I'm now a work in progress, like a clay, in progress to become something beautiful.

More to come, more to come.
Can't thank God enough.
It started with doubt, but now I know, my purpose. I know what I'm doing. I know that my life can be useful.

Our God is a game changer.
He can change the situation.
Bad to good.
Doubt to confidence.
Failure to victory.

Yes, and amen!

20 May 2019

Di Atas Batu Karang

It gonna be a short post sih I guess.. Karena menulis ini sebenernya cuma untuk nyatet biar one day gak lupa, karena for me personally, ini so sweet banget. Setiap cerita kisah ini ke temen lain, kok ya hangat di dada dan di pelupuk mata.

Ceritanya beberapa waktu lalu, di youth gwe kedatengan beberapa temen bule dari YWAM (youth with a mission) New Zealand. Mereka kayak sekolah misi, dan pas lagi datang ke Jakarta. Simpel, cuma dateng, ikut ibadah dan drama plus kesaksian singkat.

Udah kelar ibadah, langsung pada mingle, bule-bule sama kita-kita, ngobrol banyak, ada yang saling doain, duh sweet deh. Terus lihat temen gwe didoain ampe nangis gitu, gejolak dalam hati pengen didoain juga, gak ada request khusus sih mau didoain apa, tapi pengen aja.

Gwe, seperti biasa lupa didoain apa lengkapnya. Tapi ada dua yang gwe inget, satu dia bilang kurang lebih begini..
"I see you, building your house with the Lord upon the rock." kurang lebih begini, lupa sisanya.
yang kedua dia bilang gini..
"The Lord knows your desire, He wants it to be happen more than your own desire."

Image result for build your house on the rock bible verse

KAN GIMANA GAK MEWEK.

Sedih aku tuh dengernya, lebih ke terharu sih.

Bangun rumah di atas batu sama Tuhan. It somehow like a reward for me for what I've done.
Dan untuk desire, I have a lot of desires, punya rumah sendiri, nikah, hehe dan lainnya.
God knows, dan Dia peduli.

Udah gitu aja yang mau gwe tulis,
cuma.. Tuhan kok sweet banget ya.

:")

Don't give up guys!

03 April 2019

Journey of Faith

Namanya iman, gak ada yang mudah.
Btw, postingan ini ditulis jam 01.55, mata sepet, tapi hati berdebar pengen sharing.
Mohon dimaklumi kalau banyak salah tulis.

What I wanna share is, salah satu proses perjalanan iman gwe.
Yakin, hampir kalian semua tahu proses yang terjadi di tahun 2015 yang menerpa the church I grow up in. Harus memutuskan milih leave atau stay. I wrote about this before.

Sulit, banget.
Tapi saat itu, kenceng banget Tuhan suruh untuk stay. Gwe yang jarang bisa ngeh maunya Tuhan saat itu, yakin banget kalau Tuhan cuma taruh 1 kata, pemurnian.

Waktu berjalan, kondisi bukannya membaik meski denger sendiri Tuhan ngomong apa di hati.
Boro-boro membaik, yang ada memburuk
You can't tell berapa liter air mata yang jatuh setiap harinya.

Btw, I was in charge (or I am still in charge) to my youth community.
Saat itu, ambyar... dari 70an orang, sisa less than 15 orang.
Bayangin, bubar aja deh mendingan kalau di pikir-pikir.

Dari masanya sangat berkobar-kobar, sampai di satu waktu, aku inget banget, I once told my former youth pastor gini..
"Ko, apapun yang bisa aku lakukan, i'll do it. Tapi jangan bubarin youthnya."
Kalau inget masa itu, mau nangis.
Betapa I was passionate to jalan terus pantang mundur.

Waktu berlalu, jemaat gak nambah, masalah makin banyak.
Youth pastor zaman itu diganti, seperti gak ada yang peduli sama nasib youth.
Banyak masalah internal, sementara ibadah tetep harus jalan.
I spent my saturdays, crying melukin tiang deket pantry gereja gwe, beneran.
Dari super passionate, sampai ke mati rasa dan mau nyerah.
Bahkan di satu titik, menyesal memilih untuk tetap setia di wadah ini.

3 tahun lebih berlalu.
Here I am, melihat kuasa dahsyat Tuhan atas wadah yang sama, dimana dulu gwe mau menyerah.
Hari ini gwe melihat penyertaan Tuhan wow banget.
HadiratNya tiap ibadah, melihat jemaat yang tiba-tiba datang dengan sendirinya dan bertumbuh dahsyat dalam Tuhan.
Melihat para pengerja yang tadinya bodo amat, sekarang jadi berlari kencang mengejar Tuhan.
Satu demi satu mendapatkan penglihatan, karunia nubuatan, pokoknya lagi pada gila-gilaan sama Tuhan.

Malam ini gwe termenung.
Perjalanan iman memang gak mudah.
Butuh 3 tahun lebih untuk gwe melihat hasil dari ketaatan gwe sama Tuhan waktu itu.
Butuh 3 tahun lebih untuk gwe, diombang-ambingkan kenyataan.
Dari momen merasa, gwe yakin Tuhan bilang A.
Lalu proses demi proses datang, kenyataan gak sesuai harapan.
Lalu kecewa dan putus asa.
Butuh 3 tahun lebih untuk gwe tetap setia dengan apa yang pernah gwe yakinin, sampai akhirnya gwe mulai melihat jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul selama 3 tahun terakhir.
Wow.

What a journey of Faith.



Aku gak tahu apa masalah yang lagi kamu hadapi,
tapi aku tahu rasanya, berjalan dengan penuh kebimbangan.
Aku tahu rasanya kecewa ketika kenyataan gak sesuai harapan.
Aku tahu rasanya marah, sedih dan menyesal dengan keputusan yang pernah aku ambil.
Aku tahu rasanya lelah dan capek menjalani ini semua tanpa melihat titik terang.
Aku tahu rasanya merasa sendirian tanpa ada siapapun.
Percayalah, aku tahu rasanya merasa gagal.

Tapi selama 3 tahun lebih itu, satu hal yang aku pegang.
"Tuhan membawa aku sejauh ini, tidak untuk meninggalkanku hanya sampai di sini."

Kepercayaan aku dengan rencana Tuhan yang jauh lebih besar membuat aku tetap bertahan di saat aku gak punya alasan lain untuk bertahan.
Asalkan satu, apapun proses iman yang sedang kamu alami, awali dengan kehendak Tuhan buat hidupmu.
Kalau memang kamu menjalani proses yang sesuai dengan kehendakNya, percayalah, semuanya akan berujung kemenangan.

Perjalanan iman itu gak mudah. Tapi ketika kita tahu, kita di jalan yang Ia rancangkan untuk kita, percayalah, kekuatan datang dari Tuhan.
Aku berani terus melangkah, karena aku terus teringat apa yang Ia taruh kuat dalam hatiku, Stay.

Ceritanya akan berbeda, jika sedari awal, kamu menjalani ini semua tanpa ada jawaban pasti dari Tuhan di hatimu.
Jadi, untuk setiap apapun yang kamu ingin lakukan, pastikan Ia berbicara di hatimu, lalu jalani.

Again, postingan ini dibuat pukul 02.13 (setelah selesai ketik), maafkan kalau kalian mungkin kurang paham apa yang gwe tulis. HEHEE.

#nowplaying Tuhan ada dan melihat - Sari Simorangkir

17 February 2019

Jangan mau jadi bulan-bulanan Iblis.

Hidup itu kayak pertandingan tinju.
Lebih spesifik, kita vs iblis.
Entah cuma terjadi di gwe, atau terjadi di kalian juga.
Gwe sama iblis, tonjok-tonjokan.
Kadang dia kalah, tapi gwe merasa, setiap gwe merasa gwe menang.
Seconds after, i've got beaten. Dibales sampai jatuh.
Tapi, begitulah pertandingan tinju.
Saling tonjok sampai salah satu diantaranya memilih untuk nggak bangkit lagi.
Yang pasti, itu gak ada di agenda kita.
Karena sedari awal, kita dilatih, dipersiapkan, direncanakan untuk menang.
Jadi, setiap kita jatuh dan merasa gagal, kita punya 10 detik untuk bangkit kembali.

...
Tadi pas worship moment di ibadah youth, gwe yang lately naik turun spiritnya ini, berasa b aja awalnya. Tapi kok tiba-tiba makin bergetar ya di hati. Sebut saja, gwe abis lagi-lagi nggak taat. Lalu satu revelation muncul di hati..

Kenapa Tuhan benci sama dosa?
Engga, Tuhan gak benci sama pendosanya.
Tuhan benci sama dosa, karena itu jauhin pendosanya sama Tuhan.
Nothing you can do can make God love you less.
Tapi ketika kita berdosa, kita kasih kunci kuasa dan otoritas ke iblis, buat intimidasi kita.
Dengan kita berbuat dosa, pasti ada bisikan..

"Lu tuh gak layak, lu tuh gak pantes."
"Tuhan gak sayang sama lu, lu kotor."
"Tuhan gak peduli sama lu, lihat, keluarga lu berantakan."

dan tahu gak, Tuhan sedih banget ketika kita bikin dosa, karena kita pasti bakal lebih dengerin iblis, bukan Tuhan. Take 5 seconds to reflect, iya kan?

dan dalam sekejap gwe mewek sejadi-jadinya, bingung juga kenapa. Tapi kayak, seakan sepercik ngerasain rasa sedih Tuhan kalau anak-anakNya bikin dosa, kalau anak-anakNya ngelakuin hal yang gak patut dilakuin anak Tuhan, kalau anak-anakNya gak taat. Nangis seada-adanya.

Lalu revelation tentang pertandingan tinju itu muncul di hati.
Satu kalimat, jelas..
"Jangan mau jadi bulan-bulanan Iblis."

Image result for tinju

Kalau saat ini kamu merasa lagi dihantam iblis, bangkit.
You have 10 seconds to rise up.
Ingat, Pelatih kamu pernah ngalahin iblis, sedalam-dalamnya.
Kamu pun, didesain untuk menang.

...

Gak sampai di sana, pas bubar youth, gwe nyamperin istrinya my youth pastor yang lagi sharing sama salah satu jemaat. terus pas gwe denger... kisahnya dia tentang, intimidasi. Dia pas lagi ibadah dia merasa dia gak layak. Wah, my spirit screams, lah, ini yang tadi banget barusan gwe dapet, tentang intimidasi, tentang harus bangkit, tentang gak ada dosa apapun yang bikin Tuhan gak sayang sama kita.

Kaget. Secepet itu Tuhan bukain sesuatu untuk disampaikan ke orang lain.
...

Ya, secepat itu sekarang Tuhan sedang bekerja.
Don't miss out.
Catch the train!

#nowplaying: Whole Heart (Hillsong United)

12 February 2019

A little grumbling.

They say it happens when you reach quarter of life.. and now it's happening to me.

I'm in the phase where, I don't know what I'm pursuing in life.

I feel confused of the path I chose.
I feel not sure of the career life I have.
I feel insecure for.. almost everything.

Is that a normal thing to experience?

If you out of nowhere and see this short random grouse of mine, share your experience, hopefully it can be an encouragement for me tho. Drop a comment or through my DM @msteeteen.

Lots of love.
And, happy new year 2019.



In the next post i'll share something more important, I promise.
Just let me grumble this time.

16 November 2018

Finally, Tokyo! (with Osaka and Kyoto as well)

YEAY!

Finally I got the opportunity to visit my number one bucket list city to go, Tokyo! and Osaka, and Kyoto. Setelah tahun lalu gwe dapet kesempatan juga ke Jepang tapi di Okinawa (yang 11-12 alamnya sama Jawa Barat), kali ini gwe ke Tokyo!

daaaaan... semua pake duit sendiri! :") so, berasa nabungnya, berasa hematnya. And I wanna share with you guys, siapa tahu berguna bagi siapapun yang plan ke Jepang one day.

Start with.. the cost it takes,

Pertama gwe beli tiket Jakarta - Tokyo, Osaka - Jakarta pas ada pameran JNTO di Kokas awal tahun lalu. Harganya 5.4 juta PP pake Cathay Pasific. Menurut orang sih, it kinda worth dan harga promo karena airlinesnya bagus. Kalau mau lebih hemat, ada juga Air Asia sih, temen gwe naik itu PP cuma 3.5 juta. Ya, paling pegel-pegel dikit karena penerbangan 7 jam di kursi agak tipisnya Air Asia hehe.

Kedua, akomodasi. Selama disitu, gwe pesennya di Airbnb. One thing to note, di Jepang itu lumayan ketat masalah airbnb. So make sure, airbnb yang lu pesen itu udah certified dan punya nomor registerednya. Jadi aman gak bakal di cancel. I spent sekitar 3 juta selama 3 malam di Tokyo dan another 3 jutaan untuk 3 malam di Osaka. Karena gwe pergi kesana berdua sama temen, jadi patungan bagi 2, kira-kira semalam habis 500an ribu. Okelah untuk ukuran liburan di Jepang + udah ada bathroom inside. Jadi bukan tipe hotel kapsul dan sejenisnya. (foto diambil dari airbnbnya ya)



Ketiga, transportasi. Gwe gak pake JR pass, yang biasanya dipake turis buat keliling kota di Jepang. Alasannya, pertama, JR pass mahal banget! 3.8 juta tsay..... dan kalau kalian emang plan buat keliling kota di Jepang, it maybe worth pakai JR pass karena coveragenya luas. Bisa kemana-mana. Tapi karena plan gwe di Tokyo cuma akan di sekitar Tokyo, kita gak pakai JR pass, tapi beli Metro 72 hours unlimited. Bisa keliling Tokyo dengan harga cuma sekitar 180an ribu selama 72 hours. Worth it lah! Ada juga beberapa rute yang gak ke-cover sama Tokyo Metro, kita bisa beli tiket on the spot, kira-kira 150 yen sekali jalan. Okelah gak terlalu mahal. (foto taken from google)


Selama di Osaka pun, gwe stay di deket Dotonbori yang adalah pusat keramaian. Jadi kita nggak spend banyak uang untuk transpot karena kemana-mana tinggal jalan kaki. Nah, dari Tokyo ke Osaka, gwe pake bus malem WillerExpress dengan harga 820an ribu. Jadi lumayan, hemat uang hotel semalam karena jadi overnight di Bus dan hemat transpot (biasanya orang pake Shinkansen dari Tokyo ke Osaka yang harganya jaaauh lebih mahal dibanding bus malam biasa).


Keempat, uang saku. Kemaren gwe bawa 95 ribu yen alias sekitar 13 jutaan. (1 yen = 138 rupiah *kurs waktu itu) Dan, lebih dari cukup buat jajan dan belanja di Jepang selama 8 hari. Perkiraan, sekali makan itu 1000 yen lah, itu aja udah makan yang termasuk oke seperti ramen atau gyukatsu atau tempat makan hits (tapi bukan kobe dan sejenisnya ya). Buat breakfast, bisa beli semacam onigiri atau sandwich di 711 atau family mart, cuma sekitar 500 yen. Buat dinner, ya 500-1000 yen juga bisa. Kalau semacam Yoshinoya disana cuma 500an yen kok. Pukul rata, ya sehari kira-kira habis 3000 yen lah kalau mau kulineran, itu udah makan pagi sianG malam termasuk snack 2 kali.




Kalau mau belanja, disana rangenya beragam, mau yang branded atau yang barang lokal Jepang atau brand umum semacam uniqlo, forever21 dan lainnya. 95 ribu yen yang gwe bawa, masih sisa 13 ribu pas pulang. Dan udah termasuk gwe belanja oleh-oleh, sweater, hoodie, dan tas anello. Belanjaan gwe gak banyak sih, tapi cukuplah.



Kelima, oleh-oleh. Di jepang itu banyak barang-barang lucu gemas yang murah. Sebut saja Daiso. Kalau kita bingung mau beli oleh-oleh apa, cukup ke Daiso, and you can find almost everything there dan cuma 100yen. Ada juga yang harganya 200-300 yen sih. Tapi mostly 100 yen. Menarik!


Keenam, tempat wisata. Nah, kali ini gwe cuma ke DisneySea. Kita gak ke Universal Studio karena harganya yang lebih mahal (lagi haloween) dan sisanya ke tempat-tempat kayak kuil-kuil yang tidak berbayar. Still fun tho! Tiket DisneySea per orang sekitar 800ribu.



Kalau mau ditotal, kira-kira begini pengeluaran per orang:
Pesawat 5.4 juta
Hotel 3 juta
Bus 820 ribu
Uang jajan 13 juta
Total: 21 juta (pulang masih kembalian 1.3 jutaan)

Karena di Jepang itu orang-orangnya agak gak bisa bahasa inggris, kuncinya cuma satu, jangan malu buat nanya berulang-ulang. Kalau perlu, jelasin pake bahasa tubuh. Download Google Maps for sure dan Google Translate, 2 aplikasi itu sangat membantu selama kita traveling di Jepang.

So... is Japan your next destination?
See ya!