06 November 2017

NEW DOMAIN AFTER 8 YEARS OF BLOGGING!

I'm sorry for the capslock! HEHE

But here it is.... finally setelah 8 tahun blogging, you don't have to type www.storyaboutteen.blogspot.com to jump in to my blog. Now you can only type WWW.STORYABOUTTEEN.COM. yeaaaay.. Yes, I'm buying a domain! *niat ya* 

It's counted also as a push supaya gwe semakin rajin menulis. I don't know if you ever read how this blog was made, soalnya kayaknya gwe pernah ngepost tapi lupa judul postingannya apa.



Long short story, blog ini bermula dari 2009 dimana gwe abis putus cinta kala itu. Gwe menumpahkan perasaan gwe di diary, buku biasa yang akhirnya dibaca sama nyokap dan malah kena omel karena ketahuan pacaran. Pft. Di saat-saat itulah temen gwe nawarin bikin blog, katanya gak bakal mungkin dibaca nyokap because orangtua mana saat itu yang paham soal internet dan blog.

So I started to write at that moment, awalnya kisah-kisah sedih patah hati doang. Tapi lama-lama kok malu sendiri ya. Then I started to write better things, better articles. And here I am, 8 years later. I'm still trying to write meski udah (sok) sibuk. HEHE. 

Btw, that moment taught me many things. Salah satunya adalah to open my eyes to realize that I have capability to write. Gak mau sombong, but in my 8 years journey of writing, I have received a lot of messages, email, Instagram DMs from my friends to strangers how they're blessed by my writing. 

All glory to God. That was what they called mess into message, test into testimony. Soalnya kalau dulu gwe ga patah hati, I will never write a blog and I will never know that my passion is in WRITING. 

Yeah... So here I am.... Thank you for read this! Thank you if you are one of those people who stick with me for years. Or even if you are newbie to this blog, enjoy reading all my upside down journey, with Christ especially.

Oh ya, and why STORY ABOUT TEEN? Because I was a TEENager back then, gwe cuma mau encourage orang-orang saat itu kalau, kalian gak sendirian. Karena admit it, momen remaja itu momen paling rumit. Momen di mana kita aja gak paham sama diri kita sendiri. 

The other reason is because people call me Teen (alias Titin) HEHE. Ini versi keren aja dibuat jadi teen. So, yes, it's about my story that I wish can be a lesson learnt, an encouragement for my reader.

Enjoy!


Love,
Teen.

03 November 2017

God who brought me back to Life






[Verse 1]
Where would I run
But to the throne of mercy
Where would I kneel
But at this cross of grace
How great the love
How strong the hand that holds us
Beautiful, so beautiful

[Verse 2]
There is a King
Who bore the scars of healing
There is a Son
Who came in grace and truth
How great the love
That carries us to kindness
Wonderful, You’re wonderful

[Chorus]
So here, I bow, to lift You high
Jesus, be glorified
In all things, for all my life
I am Yours, forever Yours

[Bridge]
God here, and now, be lifted high
Right here, and now, be glorified
God of heaven and earth
God who brought me back to life
I am Yours, forever Yours
God here, and now, be lifted high
Right here, and now, be glorified
God of heaven and earth
God who brought me back to life
I am Yours, forever Yours


Beberapa minggu terakhir, lagi jatuh cinta banget sama lagu ini. I don't know why tapi this song keep played in my mind terus-terusan, apalagi di bagian lirik "God who brought me back to life". IT WAS ME THESE WHOLE MONTHS!

Nope, I wasn't just awake from death, wkwkw bukan itu maksud gwe. But I probably died in spirit, few weeks ago, few months ago. Males baca Alkitab, males baca renungan, males muji nyembah Tuhan, even males sama orang-orang gereja yang "woi apa bedanya lu apa orang yang gak kenal Tuhan?" Malah mungkin bagusan sikap orang-orang yang gak pernah ke gereja daripada elu. Pait. That's it. Pait sama dunia pergerejaan and it makes impact ke jadi males juga cari Tuhan. *manusia durhaka, yang salah manusia, yang disalahin Tuhan.* HEHE

So, I was all that! Dan tentunya, the only thing that can drag us away from God is.. SIN. Yup, I failed into sin that I can't tell here right now, probably later. Sin that made me intimidated dan malu buat even ngejer Tuhan. So gwe kayak... yaudalah ya... While gwe tahu Tuhan uda mau dateng coi! dan gwe sadar dengan kesadaran penuh kalau Tuhan datang saat itu, fix gwe babay ketinggalan di bumi yang akan penuh dengan kecoak ini. 

ps: btw, i know get it kenapa ada 2 perumpamaan tentang anak hilang dan domba yang hilang. Anak hilang knows what he doing! Dia tahu dia berdosa dan kabur dari Tuhan, all is because his willing, consciousness and act. Kalau si domba, dia tersesat. Dia ga sadar dia menjauh dari Tuhan sampe tiba-tiba.. EH KOK GWE DI SINI, KOK GWE BEGINI.. Bisa karena pergaulan, bisa karena salah doktrin dan pengajaran, bisa karena banyak hal. dan gwe, adalah si bungsu yang sadar sepenuhnya kalau gwe lagi kabur dari Tuhan.

Back to topic,

Thank God that was few weeks ago. Now i'm recovering.... 
Bermula dari memasuki umur 26 tahun *UDAH TUAAAAAA*, gwe yang biasa adalah gwe yang kinda curious with what God wants to do with my life pas di pergantian tahun. Gwe biasanya merenung dan berdoa, Tuhan kira-kira kasih petunjuk apa ya, apa yang jadi ayat pegangan. Tahun ini, gwe... flat. Gwe memasuki umur 26 tahun dengan yaudah gitu aja. Mana pake drama berantem sama emake, dan lagi di luar kota alias kota kecil karena akong gwe meninggal.

Oke, masuk 26, gwe apatis. Oh, umur baru. Oke sip, jangan lupa kado, traktir orang, done.
Tapi emang dasar we're born with the essence of God and identity of His child, deep down in our heart, kita agak lumayan ngeh, kalau denger sesuatu, tiba-tiba kayak "ITU BUAT ELU." And days after gwe ultah, gwe mulai terngiang-ngiang 1 kata, RESTORATION.

Mulai dari cici gereja yang doain tentang itu, dia doain gwe 40 menit HHAHAHAH dan dia sempet bilang restoration dan Tuhan ga mau lihat masa lalu kita. Terus, ada pendeta dari Amrik tiba-tiba bilang dia mau ke youth gwe karena Tuhan taroh di hati dia satu kata, PEMULIHAN. KOK BISA SAMAA????

Terus pas lagi ngobrol-ngobrol sama si cici gereja gwe itu... dia tiba-tiba kasih ayat, “Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat? Sebab Tuhan menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki.”” -Yeremia 31:22 TB NYEHEHE KOK NGESELIN YEKAN.

Perempuan merangkul laki-laki means saatnya para mempelai Tuhan back to His heart. nahcakep.

Days after, gwe kayak anak bungsu galau yang pengen balik sama bapaknya tapi malu dan takut dibuang dan gak dianggep anak lagi. But lucky me, cici gereja ini so supportive, mulai dari ayat, doa sampe wejangan beribu-ribu dia kasih ke gwe and it made me berani melangkah untuk chase after Him lagi, sebut saja untuk pulang :")

And here I am now, I guess I am home already. How does I know? Because I finally can feel His presence lagi. U-turnnya adalah pas di rumah doa. gile, biasanya di rumah doa gereja gwe, gwe ngantuk...... dan kadang ketiduran, atau kesemutan. HE HE HE. Tapi 2 minggu lalu, it was lit. Tiba-tiba kenceng in my heart and spirit, "penyelarasan."

Tapi gwe yang uda lama hilang ini kan aga malu untuk maju ke depan dan doa pake mic didenger semua orang. Eh terus WL-nya bilang "siapa yang terbeban buat doa" LAH KOCAK. terus lebih reseknya lagi, cici gereja gwe ini tiba-tiba narik gwe untuk doa ke depan. *ps: si cicik ini ibarat cuma satu cm bedanya sama Tuhan, peka bener..*

Nah, terus gwe maju dan berdoa. And it was the most powerful prayer I have prayed for few months lately. Kaget sendiri.... And I feel like dicas lagi sama sumber dari segala sumber.
So, here I am.... Trying to spread the testimony because I know, I'm not the only one yang lagi ngalamin hal ini. Bosen, capek, muak, tawar hati, kering, enek, sebut semua itu. Gwe banyak ngobrol sama beberapa orang dan mereka lagi ngalamin hal yang sama. Belum lagi masalah-masalah datang silih berganti dan bahkan masalah yang kita cari-cari sendiri. Semua itu bikin kita jadi down and males in the spirit.

But hey, WAKTUNYA UDA DEKET COI BENERAN DEH. And we don't want to end up in flesh what we started in spirit kan? *gwe lupa ayatnya dimana..* Whatever you're going through now, BALIK LAGI CEPETAN SAMA TUHAN... Dimulai dari mana? Ini gwe jg bingung.

You can start from listening to songs that lift up your spirit
You can start from sharing with the person you trust (they must be a christ-centered person)
You can start from whispering in your bed at night, "God I need You"
You can start from avoiding your flesh desire to make sin and hurt God.
You can start from anywhere, but.. NOW.

Saatnya anak-anak Tuhan bangkit, because percaya deh, kebangkitan is contagious. Kalau elu personal uda bangkit, you have the fire untuk bangkitin orang-orang di sekitar elu. You can encourage them and help them. And it's contagious. Not saying this just because I’m the most right after all, it’s just because.. we can learn this together! I also still learning..


Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya! Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. (Yeremia 31: 2-5)







15 April 2017

And the greatest of these is love.

YEAAAY HELLO WORLD!

Maafkan diriku yang tak pernah muncul lagi di blog ini since last 2016. Hehehe.. Bukan sok sibuk atau belagu atau sombong, it's just.... when kerjaan lu tiap hari nulis artikel berhalaman-halaman dan still have to write another one to blog is just...... tiring. And since I now udah resign, so I think I'll be back to my old routine (semoga konsisten). Miss me enough? #kepedean

So yeah....... Hello again.

"And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love." -1 Corinthians 13:13.

Few years ago, pas baca ayat ini, I was wondering, kenapa ya, dibilang kalau the greatest of these is love? Kenapa cinta paling utama dan paling penting? Bukannya harusnya hope ya? When you have no hope, you'll choose death instead. When you have no faith, you have no 'pegangan.' I was wondering, why love? Bukannya hope is something that will make you keep on going, keep on moving. Then, why love?

Still can't find the answers, I decided to leave the question unanswered.
---------------------------------------------------------------
Hari ini we celebrated Good Friday. Tahun-tahun sebelumnya juga. Bedanya, tahun ini I got the answer for the question above. Why love?

Imagine, you met a guy, full of sin, full of criminal records. Penjahat super kelas kakap. One day dia dipenjara, and his father come to visit. Despite all the wrongs he did, bokapnya malah peluk dia... "Son, I love you. I love you. No matter what, you still my beloved son."

Bandingin kalau bokapnya datang ke penjara dan bilang.. "Kamu tetap harus punya pengharapan, nak!" atau "Kamu ingat, Tuhan nggak pernah tidur.". Bandingin sama kalau bokapnya ngomong, "Son, I love you.." Which one will work more? I believe the third!

Bayangin, what will he do? Dia bakal nangis sekejer-kejernya, dan I believe, dia bakal promise to himself for being a good guy after this. Gue jamin, dia bakal bertobat dan ninggalin semua crime-nya itu. Because indeed all people need is love.

Berapa banyak orang yang kamu kenal, yang sekarang jadi suck person, jadi orang paling nyebelin dan jahat, or even psikopat, they all have problems with love! Entah with their parents atau pacar atau sahabatnya dulu. Entah merasa nggak dikasihi, nggak dipeduliin, nggak diperhatiin, nggak disayang dan nggak dianggap. All are love problems.

I know a guy.

Dia tajir, punya bokap yang super baik. Tapi dasar nggak tahu diri, doi malah bawa kabur duit bokapnya dan ngabisin buat hal-hal nggak penting. He drunk, he wasted his dad's money on useless things. One day he broke, bangkrut sejadi-jadinya. Mau pulang ke rumah, malu dan gengsi lah. Gile..

But he had no choice, he had no money left. Udah super jadi gelandangan dan pengangguran. Di tengah keterpurukannya itu, he remembered of his dad. Dia inget bokapnya yang super mengasihi dia, yang sayang sama dia, yang peduli sama dia. That remembrance of love bikin dia akhirnya pulang, ketemu bokapnya dan as predicted, bokapnya langsung lari dan meluk anaknya. So much love for this guy!

His life written in Luke 15:11-32
-------------------------------------------------------------
Perasaan dicintai bikin kita bertekad untuk berubah.
Perasaan dicintai bikin kita bertekad untuk meninggalkan semua kebiasaan buruk kita.
Perasaan dicintai bikin kita punya alasan untuk tetap hidup.
Perasaan dicintai bikin kita punya alasan untuk melanjutkan hidup.

Remember Hulk, si Kong di film *lupa judulnya apa*, and even the Beast di Beauty and the Beast?

Mereka semua digambarkan sebagai sosok 'monster' yang susah banget ditaklukin, but only one thing yang bisa jinakin mereka, love. Ketika sang cewek masing-masing datang dan cuma dengan tatapan or sentuhan penuh cintanya, bisa bikin these beasts takluk.

Yes, that is the power of love.
-------------------------------------------------------------
And I just wanna share this thing, God loves you more than anything. Good Friday bukan cuma momen Tuhan mati di kayu salib dan selesai. Good Friday adalah momen peringatan BETAPA BESAR dan DALAMNYA KASIH TUHAN BUAT SETIAP KITA. (oke, was too excited about this).

Duh, Tuhan.. Beneran deh, gue tuh masih banyak dosa. Gue masih lakuin a,b,c,d,e,....,z yang bikin Tuhan sedih. The sentence those Priest say about "God loves you" definitely bukan buat gue. Oh, mungkin buat orang di sebelah gue yang kayaknya holy banget nih. Bukan buat gue pastinya..

These two days, untuk kesekiaaaaan ribu kalinya, Tuhan mengingatkan gue akan satu hal, Tuhan sayang sama gue, no matter what I did, no matter how many wrongs I've made. Ketika gue sadar hal itu, gue 100% bertekad dan berkomitmen untuk nggak lagi bikin Dia kecewa dan sedih. Nggak mau lagi ngecewain Tuhan. That simple!

And that was Good Friday is all about..

"For God so loved the world that He gave His one and only Son, so that everyone who believes in Him will not perish but have eternal life." (John 3:16)

For God so loved me!
For God so loved you!

Jadikan momen Good Friday ini jadi momen kita buat merenung.

Percaya deh, these few months lately, I wasn't that worth to love.
I made lots of sins.
I made lots of wrong things.
But what,
God still loves me.
Setelah gue renungin,
Gue dikasih kerjaan baru yang benefitnya lebih oke.
Gue tetep dijaga, kesehatan gue baik-baik aja, my family okay, my friends too.
Gue masih bisa nafas, gue masih bisa jalan-jalan, makan enak.
Gue bahkan bisa liburan ke Bali. (Bisa aja Tuhan muak sama gue and made the airplane lost somehow HEHE)
Intinya, Tuhan sayang sama gue!

And the moment I realize, is the moment I have promised myself not to do the wrongs again.
------------------------------------------------------------
So now, 
Do you know, God loves you?
Do you know, even lu bikin dosa sejibun, God loves you?
Do you know, even lu jadi manusia paling ngeselin di muka bumi, God loves you? 
Do you know, the God of Heaven and earth, loves you?
-------------------------------------------------------------
Btw, nyepi kemarin gue ada di Bali. And I see those super clear sky yang ditaburi bintang. You will never see those kind of sky di Jakarta karena banyak polusi udara dan polusi cahaya. Tapi waktu di Bali, pas satu Bali matiin lampu karena lagi nyepi, bintang di langit kelihatan semua. Dan indahnya............ ya Tuhan. Gue ampe mau mewek. Sadly nggak bisa difoto sama kamera gue yang seadanya itu. But hey! Tuhan pencipta langit dan bintang yang super indah itu, sayang sama lu dan gue yang penuh dosa! Isn't it beautiful?
-------------------------------------------------------------

You put Your love on the line
To bear the weight of sin that was mine
Washing my river of wrongs
Into the sea of Your infinite love

With arms held high
Lord I give my life
Knowing I'm found in Christ
In Your love forever
With all I am
In Your grace I stand
The greatest of all romance
Love of God my Saviour

Mercy roars like hurricane winds
Furious love laid waste to my sin

To the one who has rescued my soul
To the one who has welcomed me home
To the one who is Savior of all
I sing forever (Love on the Line - Hillsong Worship)


ps: sorry kepanjangan. Duh!

10 April 2016

Bagai Rajawali


'ku kan terbang tinggi bagai rajawali
di atas segala persoalan hidupku

dan aku percaya saat ku bersamaNya
tiada yang mustahil bagi Dia..'

As christian, you might know this song or at least ever heard even once. Masih ratusan lagu rohani lainnya bertemakan burung rajawali. Why? Karena banyak hal menarik yang bisa dipelajari lewat burung satu ini. Kegagahannya terbang di atas badai, ketajaman matanya melihat musuh, cara induk rajawali mengajari anaknya untuk terbang. You might googling it for details. Banyaaaak banget yang bisa kita teladani dari seekor burung rajawali. But hey, have you ever thought about this?

Burung rajawali kalau terbang selalu sendirian. Nggak pernah ramai-ramai kayak burung *apa namanya idk* yang mau pindah sarang. Atau kayak bebek yang mau nyebrang aja ngajak se-RT. Nope! An eagle flies alone!

Khususnya bagi temen-temen yang baru dipercayakan hal-hal baru entah di sekolah, kampus, pekerjaan and even di ministry. Pasti ada momen rasanya cuma bisa bersimbah air mata pengen lambaiin tangan dan menyerah. Bukan cuma karena beban dan tanggung jawab yang tiba-tiba bikin pundak kram. Tapi overwhelming lonely feeling yang bikin kita merasa kita sendirian, lonely and desperate.

Satu hari di saat gwe lagi merasa, ini kok kesannya cuma gwe yang lari sendirian, kerja sendirian, orang-orang dimana, gwe ikut kebaktian untuk young and professional. Pendetanya saat itu lagi kotbahin tentang Eagle Principal. Dia bilang, ketika kita merasa sendirian, it's okay. That's how an eagle flies. Justru ketika kita dipercayakan hal-hal yang lebih besar dan kita merasa lonely, somehow itu menandakan kita indeed sedang dibawa 'terbang' ke next level. Kalau kita tetap melihat 'banyak orang' di sekitar kita, itu tandanya kita belum 'terbang.'

So, if it's you, if you feel lonely these days. If you feel like giving up because you think you fight alone, don't. Tuhan lagi mau ngajarin kita to lean only on Him. Gak perlu berharap dan bersandar sama manusia. Don't blame on God, jangan salahin diri sendiri, apalagi salahin temen-temen yang terkesan meninggalkan kita. Don't. It's just another process yang bakal bawa kita lebih 'tinggi' lagi.

Dan selalu ada caranya Tuhan menghibur dan menuntun jalan kita. Percaya deh. I experience it many times. I serve as koordinator acara di youth ministry gereja gwe. And there was moments yang datang ke youth tuh sedikit, nggak lebih dari 40. It happened beberapa minggu dan sejujurnya gwe merasa, kokkkkkkk begini amat Tuhan. I was tired. Rasanya pengen nyerah dan dasar anaknya cengeng, I cried saat itu. Lihat kiri kanan yang mostly pengerja baru, gwe merasa kayak I fought all alone.

Tapi Tuhan selalu punya cara yang amazing buat menghibur, menguatkan dan mengajar anak-anakNya. Hari itu youth kedatangan 2 jemaat baru. Abis kebaktian, kita ngobrol-ngobrol and I was amazed how they ended up di youth. Yang satu, artis, cewek. Dia memang lagi cari komunitas gereja gitu, terus searching di google tentang youth service di hari Sabtu. Siang itu dia udah sampai di salah satu mall di selatan Jakarta yang dia kira ada youth di hari Sabtunya. Sampai sana, tetott.. Youth-nya ada di hari Minggu. So dia cari lagi di google dan nemu di Senayan City, so dia langsung ke senci dan datang ke youth.

Anak baru ke2, cowok. Dia abis ketemu orang di daerah senayan dan numpang ke senci untuk makan. Pas dia lagi makan di foodcourt, dia nguping pembicaraan orang di belakang dia yang bilang 'kalau lo mau ke gereja, ke atas aja, ada gereja.' dan dia iseng ke lantai 9 dan nemu gereja.

I was amazed how God brought people easily to youth. Gwe saat itu tertegur dan terhibur. Tuhan kayak lagi 'puk-puk' in gwe sambil ngajarin kalau 'it's not about your strength or your power, kid. It's all about ME.' Percuma kita berusaha setengah mati pakai usaha dan kekuatan kita untuk mewujudkan sesuatu. Tuhan yang empunya segala sesuatu, all things belong to Him dan Dia akan dengan mudahnya mewujudkan apa yang kita usahain sampai berdarah-darah if He wants.

Oke, ngelantur topiknya.

So the point is, jangan terlarut dalam kesedihan dan kekecewaan if you feel lonely hari-hari ini, apalagi ditambah beban dan tanggung jawab yang berlipat ganda. Because the truth is you don't. Ada Tuhan di sisi kita yang memampukan kita untuk go through everything in this life. Do not give up! That's how Eagle flies!

24 March 2016

World VS Word

Semua anak Tuhan punya kelemahannya tersendiri dan iblis punya berbagai jurus untuk menyerang setiap kepunyaan-Nya, tapi jangan sedih.. Tuhan kita Tuhan yang Maha Kuasa yang dimana setiap jurus apapun akan kalah di bawah kaki Tuhan. But, let me tell you stories about my life yang mungkin bisa jadi kesaksian buat setiap kita.

Saya adalah orang yang mudah digoncangkan melalui pikiran, dalam sekejap di saat saya entah sedang jatuh dalam dosa atau jauh dari Tuhan (dimana dua hal itu biasanya adalah sebab dan akibat), saya akan mudah sekali terserang segala jenis pikiran negatif. Tapi Tuhan tidak pernah tinggal diam dalam mengembalikan saya kepada kebenaran yang sesungguhnya. Tuhan tidak pernah lelah untuk terus mengingatkan saya bahwa yang terpenting adalah apa yang Ia katakan, bukan yang dunia katakan.

World says: ‘I am worthless’
Pikiran ini paling sering menyerang saya, ketika saya sedang jauh dari Tuhan dan saya jatuh dalam dosa, saya akan merasa sungguh tidak berguna. Saya akan merasa percuma semua pelayanan yang pernah saya lalui. Saya akan merasa sangat gagal dan memalukan dan saya akan lari semakin jauh dari Tuhan untuk menghindarkan diri dari-Nya. Suatu kesempatan, ketika saya sedang di Thailand saya berkunjung ke sebuah tempat bernama Gem Factory, disana dijual berbagai jenis permata dalam berbagai bentuk dan ada juga workshop dimana para pengrajinnya sedang dengan sangat teliti mengukir batu-batu permata tersebut menjadi perhiasan yang harganya jutaan dan bahkan lebih tersebut. Usaha yang mereka lakukan tidaklah mudah, diperhatikan dengan seksama, diukir, ditiup, dilas, dilap dan dengan sangat hati-hati diolah sedemikian rupa. Ketika saya sedang asyik melihat cara pembuatannya, tiba-tiba ada suara di hati saya yang berkata dengan lembut, ‘this is how I made you’ dan saya langsung tahu itu Tuhan yang berbicara dan tiba-tiba saya diliputi perasaan dikasihi yang membuat saya ingin menangis.

Word says: ‘You are wonderfully made’
For you created my inmost being; you knit me together in my mother’s womb.
I praise you because I am fearfully and wonderfully made;  
Your works are wonderful, I know that full well.
(Psalm 139:13-14)

Melihat bagaimana hati-hatinya para pengrajin tersebut mengukir batu-batu menjadi perhiasan yang berharga membuat saya menyadari bahwa, kalau pengrajin tersebut saja begitu hati-hati dengan batu tersebut, apalagi Tuhan. Betapa sungguh-sungguh terjadi apa yang dikatakan Daud dalam mazmurnya bahwa Tuhan menenun (knit) setiap kita, dan jika perhiasan tersebut yang dibuat tangan manusia saja harganya luar biasa mahal, apalagi kita yang dibuat oleh tangan Tuhan, tangan yang sama yang membuat pelangi, senja dan aurora, Ia Tuhan yang sama yang menenun kita dan masa depan kita.

World says: ‘I have no talent’
Saya adalah orang yang senang stalking orang lain di dunia sosial media, terlebih di instagram yang memudahkan setiap kita untuk melihat kehidupan orang lain dan tidak jarang rasa ‘ingin menjadi mereka’ pun muncul. Seringkali saya terhenti di account-account instagram para wanita-wanita kece yang multitalented, cantik dan kerjaannya foto di berbagai belahan dunia. Percayalah bahwa di instagram, jenis wanita-wanita ini mudah ditemukan. Kemudian secara tidak sadar saya jadi tidak bersyukur dengan diri saya, saya jadi membandingkan diri saya dengan mereka dan saya ingin menjadi mereka. Ketika kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain, disitulah iblis mulai masuk ke dalam pikiran kita dengan segudang jurus negatifnya bahwa, Tuhan tidak adil.. Mengapa mereka cantik, berbakat dan saya tidak? Mengapa mereka begini dan begitu sedangkan saya tidak?

Word says: ’Everyone has their own gift’
‘For it will be like a man going on a journey, who called his servants and entrusted to them his property. To one he gave five talents, to another two, to another one, to each according to his ability. Then he went away. He who had received the five talents went at once and traded with them, and he made five talents more. So also he who had the two talents made two talents more. But he who had received the one talent went and dug in the ground and hid his master's money..’
(Matthew 25:14-30)

Tuhan memberikan kepada setiap orang talentanya masing-masing, bakatnya masing-masing. Masalahnya adalah, apakah kita mengasah dan menggunakannya? Seringkali dari kita ketika diberi kepercayaan tertentu selalu berpikir bahwa kita tidak bisa, orang lain pasti dapat melakukannya. Tanpa sadar sesungguhnya kita sedang seperti hamba yang diberikan satu talenta yang kemudian menguburkannya di dalam tanah. Perlu dipahami bahwa setiap orang memang diberikan kapasitas talenta yang berbeda sesuai kapasitasnya, respon hati kita akan menentukan tindakan kita. Mungkin ada orang yang memiliki begitu banyak bakat, namun Tuhan sesungguhnya tahu bahwa ia dapat memakai dan mengatasinya, namun ada juga orang yang memiliki begitu banyak bakat sehingga ia menjadi terkenal dan tidak dapat mengatasi dirinya dari jeratan harta, kekuasaan dan kepopuleran yang justru membuat ia jatuh. Tentu Tuhan tidak ingin ini terjadi pada anak-anakNya, maka ketika Ia memberikan talenta kepada setiap kita, Ia memberikannya sesuai kapasitas yang dapat kita tanggung. Bersyukurlah dan asahlah sehingga kita terus berbuah.

World says: ‘God doesn’t care about you’
Suatu ketika saya sedang pulang dari kampus dan bergegas menuju ke gereja untuk pertemuan doa. Saat itu jam pulang kantor dan kampus saya berada di tengah-tengah kota yang sangat sibuk di jam tersebut. Bunyi klakson mobil dimana-mana, motor lalu lalang sembarangan, bahkan tempat saya berdiri pun dilalui oleh motor-motor. Angkot yang saya tunggu tidak juga datang, taksi dan ojek pun tidak lewat sama sekali. Saat itu saya kesal luar biasa, saya berkata kepada Tuhan bahwa saya ingin ke gereja untuk pertemuan doa, kenapa Tuhan tidak memudahkan segalanya, toh saya akan ke gereja untuk melayani Engkau. Saya merasa Tuhan tidak peduli dengan keadaan yang sama alami, kalau Dia peduli pasti Dia sudah menyediakan segala sesuatunya sehingga saya tidak perlu susah payah berada di tengah-tengah hiruk pikuk tersebut.

Word says: ‘I know even the little things, and I care’
Indeed, the very hairs of your head are all numbered. Don't be afraid; you are worth more than many sparrows.’
(Luke 12:7)

Tiba-tiba ada suara sangat lembut di hati saya ‘kasih karunia-Ku cukup bagimu..’ Saya shock, mencoba memahami apakah itu suara hati saya, namun tidak mungkin saya yang sedang emosi bisa berkata seperti itu di dalam hati. Tentu itu Tuhan yang dengan lembut mengingatkan saya. Mendadak saya merasa bahwa Dia peduli dengan segala sesuatunya, Dia peduli dengan apa yang terjadi dalam hidup saya, sekecil apapun itu kelihatannya. Kalau Dia tahu berapa jumlah helai rambut setiap kita, itu berarti Dia mengetahui hal-hal detil dan kecil yang terjadi dalam hidup kita. Kalau Dia bahkan tahu berapa jumlah helai rambut kita, jelas menandakan bahwa Dia peduli dengan segala sesuatu mengenai kita.

World says: ‘I misheard God’
Pernahkah kamu merasa, ketika janji Tuhan yang pernah kamu terima beberapa tahun silam tidak kunjung terjadi, kamu mulai meragukan Tuhan. Kamu meragukan bahwa apakah dulu kamu benar-benar mendengar suara-Nya, atau itu hanya angan semata? Saya pernah mengalaminya. Saya merasa Tuhan ingin memakai saya di bidang media, saya dengan sangat yakin merasa bahwa itu janji-Nya. Tahun demi tahun berlalu, berbagai media sekuler yang saya apply tidak kunjung berhasil, saya ditolak untuk entah keberapa kalinya sampai kemudian saya hopeless dan saya mulai meragukan apa yang saya dulu pernah imani dan yakini.

Word says: ‘My promises, yes and amen’
‘Not a single one of all the good promises the LORD had given to the family of Israel was left unfulfilled; everything he had spoken came true.’
(Joshua 21:45)

Janji-Nya bukan tidak terpenuhi, janji-Nya bukan tidak jadi, namun kita yang mungkin tidak sabar dan salah mengintepretasikan janji-Nya. Misalnya saya yang yakin bahwa saya akan dipakai di dunia media, di benak saya, saya akan menjadi orang hebat di dunia media sekuler, saya akan bekerja di sana, saya akan dipromosikan oleh bos dan sebagainya. Tapi mungkin di benak Tuhan, ia ingin saya berada di media rohani dimana saya menulis untuk memuliakan Tuhan, menulis Firman Tuhan dan menjadi berkat di media, rohani. Janji-Nya selalu iya dan amin, hanya saja apa kita sungguh-sungguh dapat memahami rencana-Nya, atau kita punya agenda sendiri dan ingin janji-Nya versi keinginan kita yang terjadi?

Bayangkan apa yang akan terjadi jika saya tidak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya tertulis dalam Firman Tuhan ketika saya diserang dengan pemikiran-pemikiran dunia? Bayangkan jika saya tidak pernah membaca kebenaran-Nya. Tentu saya tidak akan berada di tempat dimana saya berada saat ini, mungkin saya sudah berakhir di penjara karena melakukan tindakan kriminal, atau saya berada di dunia entah berantah atau bahkan hanya tersisa nama saya di dunia ini karena saya menyerah dengan keadaan tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. Inilah kegunaan ‘belt of Truth’ alias ikat pinggang kebenaran. Dengan mengetahui kebenaran yang sejati yang terdapat dalam Alkitab, kita tidak akan ‘kedodoran’, kita akan terus siap siaga dan berdiri teguh layaknya orang yang memakai ikat pinggang yang kencang dan kuat.


*artikel ini pernah dimuat di www.majalahpearl.com edisi April - Mei 2015*
*dalam rangka terlalu sibuk, jadi copy paste dari apa yang pernah gue tulis tahun lalu* 
HEHEHEHEHE SEEYOU!