Showing posts with label christianity. Show all posts
Showing posts with label christianity. Show all posts

03 June 2020

About The Journey

Hi! It's been a long long time, gak pernah update lagi. A little update on what's happening nowadays is..... COVID19. Sekarang ada pandemi Covid19 yang membuat dunia berubah hampir 180 derajat. Yang dulunya biasa, sekarang jadi aneh, bahkan dilarang. Berpelukan, bercanda tawa dan ngobrol sambil nongkrong. All those things, forbidden. Begitulah kehidupan, suka surprise, ada ada aja. But that is not the update I want to share to you.

Oke, masuk ke topiknya..

Waktu berlalu setelah postingan terakhir aku bahas tentang The Potter and His Clay. Sekarang, followersnya sudah 14.4k puji Tuhan, it's growing very fast. Dan tujuanku di sini, ingin kembali mengingat perjalanan di balik ini, agar kelak aku gak akan pernah lupa, how God has been good and faithful to my life.






Cerita dimulai.. mungkin di tahun 2009 as long as I can remember, (lupa juga tahun persisnya)

Tahun itu ada ibadah akhir tahun di Semarang, singkat cerita pendetanya suruh kita maju ke panggung dan berjalan ke gunung-gunung buatan yang sudah ditentukan, ada 7 pilihan gunung (coba googling tentang 7 spiritual mountains). Intinya, kita yang di situ diminta untuk berdoa dan menentukan, gunung apa yang akan kita lewati, yang mana artinya kita akan conquer that mountain. Jujur, waktu itu aku gak gitu paham, dan bingung. Tapi, ketika aku bingung, tiba-tiba pendeta itu menjelaskan tentang gunung media (salah satu di antara 7 gunung itu), dan aku merasa, ah ini kayaknya aku. Saat itu, tentu aku masih gak tahu apa maksudnya, cuma yauda jalanin aja.

Waktu berlalu, aku ambil kuliah di bagian broadcast journalism, setelah lulus aku masuk di perusahaan majalah GADIS, bisa dibilang perusahaan media nomor satu di zamannya. Sebenernya ini semua kulakukan bukan atas ambisi aku mau mewujudkan si momen gunung tadi, tapi ya karena memang suka aja.

Pas aku udah kerja di GADIS, aku baru keinget, oh mungkin itu ya maksudnya aku conquer media. Aku sekarang ada di media nomor satu nih, apa ya yang bisa aku lakukan. Dulu aku mikir gitu. Dan ternyata sampai aku resign, gak ada significant things yang aku rasa sudah aku lakukan untuk hidup memberi dampak di dunia media.

Sempet kecewa dan mikir, ahhh yaudalah mungkin aku salah waktu itu. Dan akhirnya terlupakan.. 10 tahun setelah itu, saat media sudah beralih jalur dari cetak ke digital, aku baru sadar maksud Tuhan, dan 'janji' Tuhan, ternyata momen gunung itu bukan cuma isapan jempol, tapi selama ini Tuhan tuntun dan membuka jalan untuk aku sampai di titik ini, dengan @thepotterandhisclay yang bisa jadi berkat di berbagai kota di Indonesia.

...
Kita putar waktu sejenak ke tahun 2014, waktu itu aku dipercaya jadi ketua retreat di gerejaku. Saat itu, dua kakak pembina mendapatkan sesuatu untuk aku, satu melihat penglihatan, satu mendapat mimpi. Penglihatannya adalah, aku mendapatkan jubah Debora, iya, hakim sekaligus panglima perempuan yang ada di Alkitab. Jujur saat itu, aku gak ngerti, yang pasti dibilangnya, artinya aku punya karunia untuk memimpin, dan berperang, ya semacam itu.

Yang satu lagi, mimpi tentang aku berdiri di depan pintu, yang di baliknya ada banyaaaak banget anak-anak muda. Lagi-lagi gak ngerti, oh ya mungkin ini semua tentang retreat itu, kan aku ketuanya, ya mungkin itu maksudnya.

6 tahun berlalu, sekarang aku mulai mengerti maksud mimpi dan penglihatan itu. Sama sekali tidak sombong (ya Tuhan jauhkan semua rasa sombong kalaupun ada), tapi aku melihat dampak yang aku buat, melalui @thepotterandhisclay, maupun melalui youth (yang sama yang masih aku pegang sampai sekarang hehe), aku mulai dipercaya untuk jadi teman cerita banyak anak-anak yang umurnya di bawah aku, aku mulai menjadi inspirasi mereka untuk membuat karya yang Tuhan taruh dalam hati mereka, aku mulai memimpin barisan anak-anak yang rasanya mulai ngeh sama panggilan Tuhan dalam hidup mereka.

..
Lewat kesaksian ini, aku cuma mau sharing, betapa Tuhan itu setia loh sama janjiNya, setia sama apa yang Ia pernah taruh dalam hati kita. Bahkan di saat kita kira itu cuma kebetulan dan iseng-iseng. Tapi Tuhan gak pernah iseng dengan hidup kita. Dia punya panggilan untuk setiap kita, hanya kita perlu peka untuk mengerti dan memahaminya.

Gak mudah, aku butuh belasan tahun untuk sampai di titik ini, untuk sampai di momen, aku bisa dengan yakin berkata panggilanku di dunia media, untuk melayani anak-anak muda khususnya, melalui media. Dulu aku pikir media konvensional, tapi ternyata maksud Tuhan, media digital. Zaman itu bahkan belum berkembang media digital, tapi Tuhan sudah berencana. Hebat ya Tuhan.

..
Satu lagi, setiap proses yang Tuhan ijinkan aku untuk melaluinya, ternyata ujungnya mempersiapkan aku di panggilanku. Misal, aku sempat bekerja di media konvensional, jadi reporter, ternyata membantu aku untuk lancar sekarang saat Instagram LIVE dengan banyak orang hebat melalui akun @thepotterandhisclay. Misal lagi, saat Tuhan ijinkan terjadi pemisahan di gerejaku di tahun 2015, aku melihat banyaaaak sekali pelajaran yang aku ambil, yang bikin aku jadi aku yang sekarang. Tentang kesetiaan, tentang melayani, tentang kerendahan hati, tentang motivasi yang tulus, tentang leadership, wah, semuanya aku belajar dari momen yang waktu itu bikin aku sakit hati dan anxiety attack.

..
So, apa sih yang ada di hati kamu sekarang? Bisikan apa yang Tuhan ucapkan di telingamu? Ia mau kamu melayaniNya di bidang apa? Setiap orang punya bagiannya, jangan lihat kiri kanan, tapi tanya Tuhan, apa tugasmu? Aku yakin Tuhan pasti menuntun kamu, sama seperti Ia menuntun aku. Aku gak lebih hebat dari kalian, aku gagal ribuan kali, aku ngecewain Tuhan, jutaan kali. Aku nyakitin Tuhan, gak terhitung banyaknya. Tapi Tuhan setia, Dia tetap setia.

..
Yuk, kita sama-sama, belajar untuk take position, belajar sama-sama untuk berani melangkah, belajar sama-sama untuk mau ikutin kehendak Tuhan, ikutin alurnya Tuhan, belajar taat meski gak paham, belajar beriman meski hasilnya boro-boro kelihatan. Aku yakin kamu bisa, sebab Tuhan punya rancangan yang indah untuk setiap kita.

I love you all,
God loves you more!


18 October 2018

He calls you by your name

This actually happened few months ago, July.

On one saturday, I was going to youth terus randomly pas di WC kayak cuma gumam, God, tell me something, show me something, give me confirmation. (padahal beban hidup lagi gak berat-berat banget at that moment, cuma ya pengen aja Tuhan show me something).

Nah terus pas gwe pulang dari youth, kan pesen grab tuh.. Terus sampe 2 kali cancel, karena si abang grab gak bisa dihubungi. Terus dapetlah yang ketiga, dan di tengah jalan randomly tuh orang ngomong gini (setelah ngobrol dan ternyata doi juga pelayan jemaat di gereja yang mirip sama gereja gwe), "Can I prophesy to you?"

I was like, huh? (sambil mikir wah ni orang gila sih..) terus gwe jawab aja, "yauda coba aja.." sambil kayak nantangin, lu mau ngomong apa sih emangnya..

Eh.......... crazily, he mentioned 3 things that matters in my life and it's important thing to know. kaget w. He mentioned things memang yang lagi Tuhan ingetin ke gwe, dan confirmation.

First, I need to soaking in His presence more and more. This I admit, I kinda lose it these few months, gak lagi sepeka dulu, gak lagi se-crazy for God kayak dulu. Second, he mentioned that I don't have to worry about my relationship (which I kinda have struggles on it). Third, he mentioned about, I will be used by God to have strategy and creativity on how creating souls, young people come to my church. Which all those 3 are..... crazy.

Pulang sampai rumah, gwe sampe duduk di sofa dan shock terdiam karena.. God was that close! God is that close! Asal kita punya willingness to hear from Him, to learn from Him, He will tell you many things, He will teach you many things.

Call to me and I will answer you, and will tell you great and hidden things that you have not known. (Jeremiah 33:3 ESV)
While I was thinking about it, one revelation came to me.

He does not call me by my weakness,
He does not call me by my failure,
He does not call me by my sin,
He does not call me by my past.

He calls me by my name,
He calls me by my calling,
He calls me by my identity He made for me,
He calls me by my worth,
He calls me by my strength,
He calls me by my name.

Isn't that amazing? That night, God wanted to remind me, although I have run away, I have failed Him million times, I have disappointed him by the repeat sins I've done, God still listen, care and speak to me. He just being a father who always be there no matter how much we have wronged Him.

His way so loving kindness. That is how love change everything. When we know we are loved that much, don't we feel regret and want to change ourlives to please Him?

#nowplaying - Known (Tauren Wells)
It's so unusual it's frightening, You see right through the mess inside me and you call me out to pull me in. You tell me I can start again and I don't need to keep on hiding 
I'm fully known and loved by You. You won't let go no matter what I do and it's not one or the other. It's hard truth and ridiculous grace. To be known fully known and loved by You. I'm fully known and loved by You. It's so like You to keep pursuing. It's so like me to go astray, ooh 
But You guard my heart with Your truth. The kind of love that's bullet proof and I surrender to Your kindness, oh. I'm fully known and loved by You. You won't let go no matter what I do.
And it's not one or the other. It's hard truth and ridiculous grace. To be known fully known and loved by You. I'm fully known and loved by You.

15 October 2018

Through It All

So, last Saturday our youth service celebrated something. 

If you remember what I once wrote, in 2015, hereWhere my youth leaders and one of my pastoral decided to make another church and be separate with us. 3 years after, we're here, still survive, still alive, still breathing. All because of God's grace. That is why for the first time, we decided to celebrate it as special service at our youth community. 



I, as you can say... the oldest there, shared some thoughts that's in my heart these 3 years. Too lazy to write all things again here, i'll just copy pasted from my note ya. HEHEHE.

Mungkin beberapa ada yang pernah datang dari 3 tahun lalu dan bertanya-tanya kenapa kok kita rayain YCSC yang ke3. Sedikit sejarah, 3 tahun ini dihitung dari momen YCSC rebirth. Siapa yang percaya kalau all things work together for good (Romans 8:28). 3 tahun lalu, ada momen dimana gereja kita kena goncangan lokal dan dari 70an jemaat dan pengerja youth, tersisa cuma gak lebih dari 20. Pengerja dari 30an jadi cuma 11 waktu itu. 
Tapi disclaimer, hari ini kita ga akan bahas tentang luka di masa lalu, justru hari ini kita mau ngerayain penyertaan Tuhan yang super dahsyat dari momen itu sampai hari ini.
Waktu itu inget banget, dari 30an itu cuma tersisa 11 yang lucunya, semua ada porsinya masing-masing. Tim PPw ada orangnya, acara ada, pendoa ada, semua pilar penting di youth tetep ada orang-orang yang handle it. Ibarat Tuhan udah siapin siapa2 saja orangnya from the beginning.  
Waktu natal 2015, inget banget. Dulu 11 orang ini, kita kayak anak bawang lah dulu di youth. Yang pindah semua tuh yang tanda kutip jago-jago, pinter. Kayak anak ayam ilang induk. Dr oktober ke desember, tentunya kita ga punya sumber daya buat adain acara natal. Ppw tiap minggu aja dibantu tim depmus sampe waktu itu ada wacana youthnya mau diubah jadi cool, alias ditutup bahasa alusnya. 
Nah pas natal itu, lucunya ternyata baru dikabarin kalau udah pernah ada janji sebelumnya sama ketua youth yang dulu, kalau ada tim dari sydney yang akan melayani. Dan itu mereka take care semua, dari tim ppw sampe kotbah bahkan sampe CD yang awalnya mereka bawa buat dijual, pas sampe sini ketuanya kayak bilang, dia tergerak buat ngasih aja ke jemaat. Personally aku shock dan mewek liat Tuhan peduli banget sedetil itu sampe acara full di take care sama orang lain krn Tuhan tau saat itu kita belum capable dan Tuhan mau kasih tau, He cares. 
Masa-masa itu kayak bener2 diajarin buat setia. Setia sama apa yang didepan mata, dikerjain aja sebisanya. 11 dari kita semua kerja rodi, aku sama nita lah ikutan jd singer, jd pendoa juga, semua kita rambah for the sake of youthnya jalan terus. 
Kenapa?
Karna aku personally dan smua 11 temen yang lain udah ngerasain Tuhan banget selama di youth dan kita pengen youth tetep ada, buat anak2 muda senci yang haus ketemu Tuhan dan pengen punya komunitas. Meski waktu itu (dan sampe sekarang), harga yang dibayar banyak banget. Dari pergi pagi pulang tengah malem, diomelin ortu gara2 youth mulu (sampe akhirnya uda gak diomelin) wkwkw. Tapi belajar banget yang namanya setia. 
Throwback sedikit..
Waktu oktober 2015 itu pas dikasih tau kalau ada pemisahan antara ps b dan sebut saja a. Sejujurnya itu kayak durian runtuh tepat di kepala, sakit bet. Karna semua inner circle aku memutuskan untuk pindah. 
Aku bukan tipe audibel, tapi waktu itu kenceng banget di hati aku, cuma satu kata, pemurnian. Kamu melayani Tuhan karna apa? Temen? Motivasi apa? Cari hiburan? Apa? Cari pengakuan? Disitu aku tau, God asked me to stay. Meskipun berat banget, nangis kek orang patah hati. Tapi ngeliat sekarang, ngeliat YCSC, semua pengerja, jemaatnya, ngerasain Tuhan setiap minggunya di YCSC, bersyukur banget hari itu we chose to stay, we chose to fight for YCSC yang kabarnya bakal dibubarin waktu itu. 
Yang aku pengen highlight-in adalah.. Belajar setia itu sulit. Banyak harga yang harus dibayar, tapi percayalah kalau penyertaan Tuhan selalu iya dan amin. Di balik segala sesuatunya yang terjadi, God makes all things beautiful. Pada masa sebelum 2015, aku cuma jadi adik2an, nyaman dengan status adik rohani yang diayomin. After itu, aku ‘terpaksa’ diajar untuk jadi dewasa, untuk jadi ‘kakak’, untuk jadi teladan. Jatuh bangun banyak, tapi dont ever give up. Miliki satu mindset, if you can use anything Lord, you can use me. Cuma punya hati yang, Tuhan mau ngapain, aku ikut. Tuhan mau kemana, aku ikut. Aku gak bisa sendirian, tapi aku tahu, sama Tuhan pasti bisa dan hasilnya.... i’ll be amazed.


and now here we are, 30ish pengerja and 60ish jemaat with total up to 100 sometimes. It was..... craaazy. Through it all, only by Grace.

06 August 2018

Lihat, Bisa Kan?

Hi!

It's been a while, lagi-lagi blog ini dianggurin :(
So, I will write something yang fresh from the oven, baru aja terjadi kemaren....

Jadi kemaren itu gwe baru aja ke house warming temen gwe, younger than me, tapi karir oke, dan udah punya rumah sendiri. Pulang dari sana, on the way ke youth service, gwe pake google maps, dari Bintaro ke Senayan City. Yauda tanpa mikir dua kali, ikutin aja tuh jalan akhirnya...

Terus tentunya, setiap kita lihat/tahu pencapaian orang lain, somehow we do comparison. Ya ga? Kita lihat mereka bisa, kok kita begini. Kita lihat mereka begitu, kok kita beda. Ya kayak gitulah... And suddenly all the bad things overwhelm in my head. Wajar gak sih, manusia? dan ya jadi gitu, sepanjang jalan w mikir....

Semisal, duh kapan kawin. Duh kapan punya rumah. Duh, zaman gini semua serba mahal. Duh, sanggup gak ya punya semuanya sendiri, bayar semuanya sendiri, and all those stuffs.

Terussssssss... tanpa sadar tuh Google Maps bawa gwe ke jalan entah berantah! Jalan super tikus yang kiri got kanan uda gesekan sama mobil orang, wah bener-bener super kecil jalanannya and I was super stressed! Karena gwe lagi pake mobil nyokap yang.... kalau kebeset, harga polesnya bisa gaji gwe sebulan langsung lenyap :(

Sampe ada abang-abang grab baik hati yang bener-bener mandu jalan gwe, dan gwe maju seinci demi seinci. Doi sabarr banget sampai kayak, kiri mbak, kanan mbak, lurusin aja bannya, gapapaa bisa.. gitu terus ada kali kira-kira 100 meter! IYA SEPANJANG JALAN SEKECIL ITU JALANNYA.... Gila stress sejadi-jadinya :""")

Dan banyak banget momen dimana gwe rasa, mobil gwe gak akan bisa lewatin, soalnya spacenya bener-bener kecil di mata gwe! Kanan udah mobil orang, kiri got campur batu gede banget. Pokoknya beneran gwe mikir gwe gak bisa lewat. Sampe gwe bener-bener diem gak mau gerak. Tapi si abang grab sabar banget bilang, bisa mbak bisa.... dan... FINALLY gwe berhasil lewatin tuh rangkaian jalan sempit.

The moment gwe berhasil lewatin gang itu... tau gak, God spoke to me, "Lihat, bisa kan?"
Terus... gwe nangis sejadi-jadinya! Air mata ngucur terus sampe my bf yang sedari tadi di mobil shocked kayak hmmmm karena sebelumnya kita sempet debat, jadi dia pikir w nangis karena itu (HEHEHE).

"Lihat, bisa kan?"
Gak audibel, tapi ay kan feel, He spoke to me.
Lembut, tapi kayak nyindir (hehe maaf Tuhan).

Lihat, apa yang kamu kira gak bisa lewatin, bisa kan?
Lihat, apa yang menurut kamu mustahil, bisa kan?
Lihat, dunia mungkin makin sulit, tapi sama Aku, bisa kan?

.........

Gak cuma itu.
Sampai di youth, emang hati lagi melankolis, w masih berderai air mata.
Balik dari toilet, masuk ruangan, WLnya lagi ngomong gini..
"Maaf Tuhan kalau kita sering pakai logika kita, kita sering gak percaya. Tapi kita mau belajar percaya sama Tuhan" - kurang lebih gitu.
LAH GIMANA W GAK MAKIN NANGIS KEJER. :""")
Secepat itu Tuhan comforted me, secepat itu Tuhan consoled me..
..........

I don't know what will happen next.
Tapi ku tahu,
Allahku ada di setiap musim hidupku.
And with Him, pasti bisa.

21 January 2018

Your Presence is Heaven to Me

As a Christian, ngaku deh.... berapa kali lu udah pernah denger or nyanyiin lagu ini? Apalagi those with karismatik aliran, udah bosen kali ya tiap denger lagu ini..


Jujur, gwe nyanyiin ini ampe udah super bosen.. like, God's presence is like heaven to me... i'm more likely dan cocok with Bakmi babi is like heaven to me.. *digeplak malaikat.

But you got the point? Keseringan nyanyi lagu itu somehow bikin cuma jadi lip service.

Tapi malam ini, after longggg numb nights. I finally realized the meaning of this. Bukan baru realize deh, baru diremind lagi aja..

Your Presence is Heaven to me..
God, Your Presence is Heaven to me..

Malam ini gwe diingetin...... sebagai anak Tuhan, yakinlah, satu hal yang paling lu gak mau alamin dan rasain adalah, gak bisa ngerasain Tuhan, gak bisa rasain hadirat Tuhan.

Rasanya kayak tertolak sama orang tua sendiri.
Rasanya kayak diputusin pacar pas lagi sayang-sayangnya.
Rasanya kayak gak dianggep sama sahabat lu pas ketemu di mall karena dia lagi jalan sama temen barunya yang super populer.

Sesakit itu. Dan rasa sakit gak bisa ngerasain hadirat Tuhan lama-lama bikin lu jadi mati rasa. Jadi apatis dengan keadaan sekeliling lu, jadi bodo amat sama Tuhan dan semuanya. It's dying!

Iya, rasanya kayak gitu.

Dan setelah waktu yang lama lu rasain mati rasa itu, pas once lu ngalamin Tuhan lagi, ngalamin hadiratNya, it brings you source of hope. Kayak tiba-tiba ada angin sejuk di tengah siang bolong. Kayak tiba-tiba ada oasis di padang gurun. And I know that was like Heaven to me!

Ngerasain Tuhan,
Ngerasain Tuhan jalan sama kita,
Ngerasain Tuhan ngerti hancur hatinya kita,
Ngerasain Tuhan tahu pas kita lagi nangis tiap malem,
Ngerasain Tuhan peduli dengan apapun yang terjadi di hidup kita,
That's all we need.

And you know what, the good thing of this adalah.....

You just have to seek Him!
"You will seek Me and find Me when you search for Me with all of your heart" -Jeremiah 29:13

Because,
"Where can I go from Your spirit? or where can I flee from Your Presence?" -Psalm 139:7

dan malam ini.... I've tasted that Heaven to me, after long time, I feel that Presence of God. And yes, that's Heaven to me!


If you feel the same, kalau kamu udah lamaaa banget gak feel His presence, buruan sama-sama kita kejer Tuhan lagi, yuk. He's a very good father, He promised, everyone who seeks Him will find Him. :")

ps: kemaren malem masa tiba-tiba mewek cuma gara-gara liat quote ini..


karena, kita pasti banyak merenung pas malem, banyak bikin dosa juga pasti di malam hari. Mikir Tuhan jahat dan gak adil juga pasti di malam hari. Terus pas kesel-keselan sama Tuhan, ketiduran... Terus pas bangun, bayangin....... Tuhan masih ada sama kita. Tuhan masih nungguin kita bangun tidur. Sesetia itu Tuhan sama kita. GIMANA GAK MEWEK KAN ;"""(

yauda gitu aja, betewe... it's 01:58 and i'm hungry... tapi timbangan udah naik terus! HEHE oke deh bye.

14 December 2017

Broken Mirror

Have you watched Thor Ragnarok belom? If you haven't, I suggest you to watch it soon.

This post may become a little spoiler for those who haven't watched it tho. Jadi, alkisah kita gak akan banyak melihat Thor pake palu ajaibnya itu di pilem ini karena palunya... pecah. Thor feels he's powerless. Selama ini dia kan 'berlindung' di balik palu ajaibnya itu. Once gone, separuh jiwaku pergi, kalau kata Thor.

One moment pas dia lagi perang, tanpa palunya, dia uda pasrah bakal mati. Lucunya, beberapa detik sebelum dia dibabat habis si musuh, dia kayak ketemu bokapnya di alam lain dan bokapnya ingetin dia.. "Are you a god of hammer, or a god of lightning?" kira-kira doski ngomong begitu.

Tul ugak. Lalu si Thor sadar, lah iya.. Gwe kan dewa petir bukan dewa palu. Kekuatan gwe bukan di palu, tapi di petir. Mungkin si Thor kira-kira mikir begitu. Then dia mengumpulkan segenap kekuatannya buat datengin petir dari langit and fight against his enemy and he wins!

...

Kadang, or keseringan, kita kayak si Thor. Instead of inget kalau kita anaknya siapa, kita 'berlindung' di balik identitas. Berlindung di balik 'tuntutan' orang lain ke kita. Berlindung di balik 'kenyamanan', berlindung di balik 'status', berlindung di balik 'jabatan', berlindung di balik 'muka cantik, wajah ganteng, otak pinter'. Or whatever you name it.

Know what, that was what Satan does. Dia pengin kita punya paradigma kalau identitas kita ditentukan dari apa yang kita pegang. From visible things. Likes di setiap post? Followers di Instagram? Viewers di Youtube? Merk Handphone? Merk Laptop? All visible things, you name it.

What I want to say is, kalau apa yang ada di tangan kita lenyap, kita pasti jadi gampang merasa unworthy, unloved, lonely and desperate. Our identity is much more than that. Our identity leans on what is unseen. Kayak Thor, dia dewa petir, emang dia bawa petirnya kemana-mana? Gak. But He knows he got that power and authority.

Our identity is we are the sons and daughters of the Most High. Tapi kita sering lupa sama identitas kita sendiri gara-gara keasikan main sama apa yang kasat mata. Iblis tahu that identity is so powerful makanya dia bikin kita jadi lupa dan gak sadar sama identitas kita. Soalnya kalau kita sadar identitas kita, duh.. iblis mah langsung tergeletak di kaki kita. Beneran. Tapi gwe, dan elu kadang lupa that we have that BIG power. Kita malah terlena dengan segala lies yang dilemparkan sama iblis.

"Lu gak berharga. Lu tuh udah bikin dosa.."
"Lu gak berguna, lu bisa apa sih? Nyanyi fals, gambar jelek, muka cemongan, ngomong gak becus.."
"Gak ada yang sayang sama elu, followers aja dari 2 tahun lalu cuma 50 biji.. Duh!"

All those lies muter-muter di pikiran kita, and make our soul grow weary. Kita jadi apatis sama sekeliling, kita jadi bodo amat, whatever will be will be. Geeez!

This identity topic has been in my mind for 2 weeks. Dan lucunya, bisa-bisa kayak my surroundings juga bahas hal serupa. Di www.elijahlist.com ini salah satunya.


If you and I are aware with our identity as children of Christ, then how we think will change, how we see will change. How we act will change, how we speak will change. Because we know we have the POWER to control it. We have the POWER to make life to the death and death to the life.

.........
updated: i was plan to give this article's title is, "Your identity is your weapon." Tapi berminggu-minggu ini postingan cuma gwe save di draft dan belum gwe post entah kenapa. Then, something happened. Kemarin gue didoain pastor dari LA, he's a prophet. Banyak yang dia doain buat gwe. But one thing I remembered, dia bilang, selama ini gue melihat diri gue with a broken mirror. While God creates me so beautifully and perfect, I saw myself with broken mirror. Paham dong? Kalau kaca retak dan pecah, otomatis kita gak bisa lihat diri kita clearly. Yang idungnya aslinya mancung, di kaca jadi mencong. Some kind like that. Many things bisa bikin kaca kita retak dan pecah, omongan pedes orangtua, omongan negatif sahabat, omongan guru, pacar, all negative things. While, we all are created wonderfully and perfectly. So, masih mau ngaca pake broken mirror lagi? I am not.

03 November 2017

God who brought me back to Life






[Verse 1]
Where would I run
But to the throne of mercy
Where would I kneel
But at this cross of grace
How great the love
How strong the hand that holds us
Beautiful, so beautiful

[Verse 2]
There is a King
Who bore the scars of healing
There is a Son
Who came in grace and truth
How great the love
That carries us to kindness
Wonderful, You’re wonderful

[Chorus]
So here, I bow, to lift You high
Jesus, be glorified
In all things, for all my life
I am Yours, forever Yours

[Bridge]
God here, and now, be lifted high
Right here, and now, be glorified
God of heaven and earth
God who brought me back to life
I am Yours, forever Yours
God here, and now, be lifted high
Right here, and now, be glorified
God of heaven and earth
God who brought me back to life
I am Yours, forever Yours


Beberapa minggu terakhir, lagi jatuh cinta banget sama lagu ini. I don't know why tapi this song keep played in my mind terus-terusan, apalagi di bagian lirik "God who brought me back to life". IT WAS ME THESE WHOLE MONTHS!

Nope, I wasn't just awake from death, wkwkw bukan itu maksud gwe. But I probably died in spirit, few weeks ago, few months ago. Males baca Alkitab, males baca renungan, males muji nyembah Tuhan, even males sama orang-orang gereja yang "woi apa bedanya lu apa orang yang gak kenal Tuhan?" Malah mungkin bagusan sikap orang-orang yang gak pernah ke gereja daripada elu. Pait. That's it. Pait sama dunia pergerejaan and it makes impact ke jadi males juga cari Tuhan. *manusia durhaka, yang salah manusia, yang disalahin Tuhan.* HEHE

So, I was all that! Dan tentunya, the only thing that can drag us away from God is.. SIN. Yup, I failed into sin that I can't tell here right now, probably later. Sin that made me intimidated dan malu buat even ngejer Tuhan. So gwe kayak... yaudalah ya... While gwe tahu Tuhan uda mau dateng coi! dan gwe sadar dengan kesadaran penuh kalau Tuhan datang saat itu, fix gwe babay ketinggalan di bumi yang akan penuh dengan kecoak ini. 

ps: btw, i know get it kenapa ada 2 perumpamaan tentang anak hilang dan domba yang hilang. Anak hilang knows what he doing! Dia tahu dia berdosa dan kabur dari Tuhan, all is because his willing, consciousness and act. Kalau si domba, dia tersesat. Dia ga sadar dia menjauh dari Tuhan sampe tiba-tiba.. EH KOK GWE DI SINI, KOK GWE BEGINI.. Bisa karena pergaulan, bisa karena salah doktrin dan pengajaran, bisa karena banyak hal. dan gwe, adalah si bungsu yang sadar sepenuhnya kalau gwe lagi kabur dari Tuhan.

Back to topic,

Thank God that was few weeks ago. Now i'm recovering.... 
Bermula dari memasuki umur 26 tahun *UDAH TUAAAAAA*, gwe yang biasa adalah gwe yang kinda curious with what God wants to do with my life pas di pergantian tahun. Gwe biasanya merenung dan berdoa, Tuhan kira-kira kasih petunjuk apa ya, apa yang jadi ayat pegangan. Tahun ini, gwe... flat. Gwe memasuki umur 26 tahun dengan yaudah gitu aja. Mana pake drama berantem sama emake, dan lagi di luar kota alias kota kecil karena akong gwe meninggal.

Oke, masuk 26, gwe apatis. Oh, umur baru. Oke sip, jangan lupa kado, traktir orang, done.
Tapi emang dasar we're born with the essence of God and identity of His child, deep down in our heart, kita agak lumayan ngeh, kalau denger sesuatu, tiba-tiba kayak "ITU BUAT ELU." And days after gwe ultah, gwe mulai terngiang-ngiang 1 kata, RESTORATION.

Mulai dari cici gereja yang doain tentang itu, dia doain gwe 40 menit HHAHAHAH dan dia sempet bilang restoration dan Tuhan ga mau lihat masa lalu kita. Terus, ada pendeta dari Amrik tiba-tiba bilang dia mau ke youth gwe karena Tuhan taroh di hati dia satu kata, PEMULIHAN. KOK BISA SAMAA????

Terus pas lagi ngobrol-ngobrol sama si cici gereja gwe itu... dia tiba-tiba kasih ayat, “Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat? Sebab Tuhan menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki.”” -Yeremia 31:22 TB NYEHEHE KOK NGESELIN YEKAN.

Perempuan merangkul laki-laki means saatnya para mempelai Tuhan back to His heart. nahcakep.

Days after, gwe kayak anak bungsu galau yang pengen balik sama bapaknya tapi malu dan takut dibuang dan gak dianggep anak lagi. But lucky me, cici gereja ini so supportive, mulai dari ayat, doa sampe wejangan beribu-ribu dia kasih ke gwe and it made me berani melangkah untuk chase after Him lagi, sebut saja untuk pulang :")

And here I am now, I guess I am home already. How does I know? Because I finally can feel His presence lagi. U-turnnya adalah pas di rumah doa. gile, biasanya di rumah doa gereja gwe, gwe ngantuk...... dan kadang ketiduran, atau kesemutan. HE HE HE. Tapi 2 minggu lalu, it was lit. Tiba-tiba kenceng in my heart and spirit, "penyelarasan."

Tapi gwe yang uda lama hilang ini kan aga malu untuk maju ke depan dan doa pake mic didenger semua orang. Eh terus WL-nya bilang "siapa yang terbeban buat doa" LAH KOCAK. terus lebih reseknya lagi, cici gereja gwe ini tiba-tiba narik gwe untuk doa ke depan. *ps: si cicik ini ibarat cuma satu cm bedanya sama Tuhan, peka bener..*

Nah, terus gwe maju dan berdoa. And it was the most powerful prayer I have prayed for few months lately. Kaget sendiri.... And I feel like dicas lagi sama sumber dari segala sumber.
So, here I am.... Trying to spread the testimony because I know, I'm not the only one yang lagi ngalamin hal ini. Bosen, capek, muak, tawar hati, kering, enek, sebut semua itu. Gwe banyak ngobrol sama beberapa orang dan mereka lagi ngalamin hal yang sama. Belum lagi masalah-masalah datang silih berganti dan bahkan masalah yang kita cari-cari sendiri. Semua itu bikin kita jadi down and males in the spirit.

But hey, WAKTUNYA UDA DEKET COI BENERAN DEH. And we don't want to end up in flesh what we started in spirit kan? *gwe lupa ayatnya dimana..* Whatever you're going through now, BALIK LAGI CEPETAN SAMA TUHAN... Dimulai dari mana? Ini gwe jg bingung.

You can start from listening to songs that lift up your spirit
You can start from sharing with the person you trust (they must be a christ-centered person)
You can start from whispering in your bed at night, "God I need You"
You can start from avoiding your flesh desire to make sin and hurt God.
You can start from anywhere, but.. NOW.

Saatnya anak-anak Tuhan bangkit, because percaya deh, kebangkitan is contagious. Kalau elu personal uda bangkit, you have the fire untuk bangkitin orang-orang di sekitar elu. You can encourage them and help them. And it's contagious. Not saying this just because I’m the most right after all, it’s just because.. we can learn this together! I also still learning..


Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya! Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. (Yeremia 31: 2-5)







15 April 2017

And the greatest of these is love.

YEAAAY HELLO WORLD!

Maafkan diriku yang tak pernah muncul lagi di blog ini since last 2016. Hehehe.. Bukan sok sibuk atau belagu atau sombong, it's just.... when kerjaan lu tiap hari nulis artikel berhalaman-halaman dan still have to write another one to blog is just...... tiring. And since I now udah resign, so I think I'll be back to my old routine (semoga konsisten). Miss me enough? #kepedean

So yeah....... Hello again.

"And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love." -1 Corinthians 13:13.

Few years ago, pas baca ayat ini, I was wondering, kenapa ya, dibilang kalau the greatest of these is love? Kenapa cinta paling utama dan paling penting? Bukannya harusnya hope ya? When you have no hope, you'll choose death instead. When you have no faith, you have no 'pegangan.' I was wondering, why love? Bukannya hope is something that will make you keep on going, keep on moving. Then, why love?

Still can't find the answers, I decided to leave the question unanswered.
---------------------------------------------------------------
Hari ini we celebrated Good Friday. Tahun-tahun sebelumnya juga. Bedanya, tahun ini I got the answer for the question above. Why love?

Imagine, you met a guy, full of sin, full of criminal records. Penjahat super kelas kakap. One day dia dipenjara, and his father come to visit. Despite all the wrongs he did, bokapnya malah peluk dia... "Son, I love you. I love you. No matter what, you still my beloved son."

Bandingin kalau bokapnya datang ke penjara dan bilang.. "Kamu tetap harus punya pengharapan, nak!" atau "Kamu ingat, Tuhan nggak pernah tidur.". Bandingin sama kalau bokapnya ngomong, "Son, I love you.." Which one will work more? I believe the third!

Bayangin, what will he do? Dia bakal nangis sekejer-kejernya, dan I believe, dia bakal promise to himself for being a good guy after this. Gue jamin, dia bakal bertobat dan ninggalin semua crime-nya itu. Because indeed all people need is love.

Berapa banyak orang yang kamu kenal, yang sekarang jadi suck person, jadi orang paling nyebelin dan jahat, or even psikopat, they all have problems with love! Entah with their parents atau pacar atau sahabatnya dulu. Entah merasa nggak dikasihi, nggak dipeduliin, nggak diperhatiin, nggak disayang dan nggak dianggap. All are love problems.

I know a guy.

Dia tajir, punya bokap yang super baik. Tapi dasar nggak tahu diri, doi malah bawa kabur duit bokapnya dan ngabisin buat hal-hal nggak penting. He drunk, he wasted his dad's money on useless things. One day he broke, bangkrut sejadi-jadinya. Mau pulang ke rumah, malu dan gengsi lah. Gile..

But he had no choice, he had no money left. Udah super jadi gelandangan dan pengangguran. Di tengah keterpurukannya itu, he remembered of his dad. Dia inget bokapnya yang super mengasihi dia, yang sayang sama dia, yang peduli sama dia. That remembrance of love bikin dia akhirnya pulang, ketemu bokapnya dan as predicted, bokapnya langsung lari dan meluk anaknya. So much love for this guy!

His life written in Luke 15:11-32
-------------------------------------------------------------
Perasaan dicintai bikin kita bertekad untuk berubah.
Perasaan dicintai bikin kita bertekad untuk meninggalkan semua kebiasaan buruk kita.
Perasaan dicintai bikin kita punya alasan untuk tetap hidup.
Perasaan dicintai bikin kita punya alasan untuk melanjutkan hidup.

Remember Hulk, si Kong di film *lupa judulnya apa*, and even the Beast di Beauty and the Beast?

Mereka semua digambarkan sebagai sosok 'monster' yang susah banget ditaklukin, but only one thing yang bisa jinakin mereka, love. Ketika sang cewek masing-masing datang dan cuma dengan tatapan or sentuhan penuh cintanya, bisa bikin these beasts takluk.

Yes, that is the power of love.
-------------------------------------------------------------
And I just wanna share this thing, God loves you more than anything. Good Friday bukan cuma momen Tuhan mati di kayu salib dan selesai. Good Friday adalah momen peringatan BETAPA BESAR dan DALAMNYA KASIH TUHAN BUAT SETIAP KITA. (oke, was too excited about this).

Duh, Tuhan.. Beneran deh, gue tuh masih banyak dosa. Gue masih lakuin a,b,c,d,e,....,z yang bikin Tuhan sedih. The sentence those Priest say about "God loves you" definitely bukan buat gue. Oh, mungkin buat orang di sebelah gue yang kayaknya holy banget nih. Bukan buat gue pastinya..

These two days, untuk kesekiaaaaan ribu kalinya, Tuhan mengingatkan gue akan satu hal, Tuhan sayang sama gue, no matter what I did, no matter how many wrongs I've made. Ketika gue sadar hal itu, gue 100% bertekad dan berkomitmen untuk nggak lagi bikin Dia kecewa dan sedih. Nggak mau lagi ngecewain Tuhan. That simple!

And that was Good Friday is all about..

"For God so loved the world that He gave His one and only Son, so that everyone who believes in Him will not perish but have eternal life." (John 3:16)

For God so loved me!
For God so loved you!

Jadikan momen Good Friday ini jadi momen kita buat merenung.

Percaya deh, these few months lately, I wasn't that worth to love.
I made lots of sins.
I made lots of wrong things.
But what,
God still loves me.
Setelah gue renungin,
Gue dikasih kerjaan baru yang benefitnya lebih oke.
Gue tetep dijaga, kesehatan gue baik-baik aja, my family okay, my friends too.
Gue masih bisa nafas, gue masih bisa jalan-jalan, makan enak.
Gue bahkan bisa liburan ke Bali. (Bisa aja Tuhan muak sama gue and made the airplane lost somehow HEHE)
Intinya, Tuhan sayang sama gue!

And the moment I realize, is the moment I have promised myself not to do the wrongs again.
------------------------------------------------------------
So now, 
Do you know, God loves you?
Do you know, even lu bikin dosa sejibun, God loves you?
Do you know, even lu jadi manusia paling ngeselin di muka bumi, God loves you? 
Do you know, the God of Heaven and earth, loves you?
-------------------------------------------------------------
Btw, nyepi kemarin gue ada di Bali. And I see those super clear sky yang ditaburi bintang. You will never see those kind of sky di Jakarta karena banyak polusi udara dan polusi cahaya. Tapi waktu di Bali, pas satu Bali matiin lampu karena lagi nyepi, bintang di langit kelihatan semua. Dan indahnya............ ya Tuhan. Gue ampe mau mewek. Sadly nggak bisa difoto sama kamera gue yang seadanya itu. But hey! Tuhan pencipta langit dan bintang yang super indah itu, sayang sama lu dan gue yang penuh dosa! Isn't it beautiful?
-------------------------------------------------------------

You put Your love on the line
To bear the weight of sin that was mine
Washing my river of wrongs
Into the sea of Your infinite love

With arms held high
Lord I give my life
Knowing I'm found in Christ
In Your love forever
With all I am
In Your grace I stand
The greatest of all romance
Love of God my Saviour

Mercy roars like hurricane winds
Furious love laid waste to my sin

To the one who has rescued my soul
To the one who has welcomed me home
To the one who is Savior of all
I sing forever (Love on the Line - Hillsong Worship)


ps: sorry kepanjangan. Duh!