Showing posts with label thought. Show all posts
Showing posts with label thought. Show all posts

16 April 2015

Empathy.

Keluar dari kerjaan yang cuma 5 menit dari rumah dan berganti jadi 2 sampai 2.5 jam setiap harinya ke kantor memang bukan hal yang hm, menyenangkan dan menenangkan. But somehow, it becomes a life course. Ketika loe harus menempuh perjalanan yang super panjang dari Karawaci ke Kuningan dan sebaliknya, you'll meet a lot of things yang bisa dijadikan hm, pelajaran hidup.

Kemarin pagi, pas gwe lagi naik 66. Seperti biasa ada pengamen, banyak tepatnya, yang gantian masuk ke bus buat mencari sesuap nasi dan sepuntung rokok. Kali ini, bapak-bapak yang main harmonika. Gwe beberapa kali liat doi dan gwe berpikir untuk ngasih duit apa engga since giving money to pengamen being a controversy thing. Setelah beberapa detik, akhirnya gwe keluarin gopek-an dan gwe kasih ke dia.

Pas pulang, again gwe naik 66. Pas lagi macet, tiba-tiba supirnya teriak ke si kenek, 'woy kasih goceng nih ke dia!' kira-kira si pak supir teriak kayak gitu ke keneknya dengan suara super kenceng yang bikin penasaran, mau kasih ke siapa sih nih supir? Terus gwe dan beberapa penumpang (kepo) lainnya ngintip ke luar bus, penasaran siapa yang bakal 'beruntung' dapet gocengnya.

Dan ternyata lewat bapak-bapak kinda tua, bawa kayak dorongan yang ditidurin sama anaknya (karena gwe ngintip jadi rada gak jelas kondisi mereka), but one thing for sure, gile si supir ini suruh ngasih goceng dengan gak mikir sama sekali, while me, mau ngasih gopek aja pake mikir dulu 'ini bapaknya kalau dikasih malah jadi makin kebiasaan gak sih...'

Semalem gwe liat gambar yang cukup menarik di path, 'saya memberi bukan berarti saya kaya, tapi saya tahu rasanya saat tidak punya.'

Hm, maybe we should develop that kind of, most humanity trait, empathy.


17 March 2015

24/7 friendzoned.

Ada teman yang bisanya diajak senang-senang saja, ada teman yang will always be there when you have tough times. Kadang mereka bukan orang yang sama, dan tak apa. Do not demanding and comparing. Enjoy and cherish the moments.

Semalam saya randomly posted in my path yang ternyata dapat respon yang kocak, beberapa sangat setuju, ada juga yang lagi berpikir hal yang sama. 
Pikiran tersebut tercuat di benak saya setelah saya menghabiskan malam saya bersama dua orang teman saya yang sudah lama sekali kami tidak bersua. Tapi malam itu, saya dan salah satu diantaranya malah saling curhat sambil bertetesan air mata, padahal kami lama tidak berjumpa dan ngobrol. We end up saling mengencourage satu sama lain, mendukung satu sama lain.

Saya sudah lama jarang berkoneksi dengan teman-teman yang beberapa waktu lalu ada di inner circle saya, belakangan saya asik bercanda tawa dengan teman-teman dari lingkungan yang lain. Kemarin saya menyadari bahwa, kadang teman untuk bersenang-senang berbeda dengan teman untuk berurai air mata, dan itu tidak apa-apa.

Banyak orang yang menuntut, kenapa si A hanya ada di saat saya senang-senang dan tidak ada di saat saya sedih? Tanpa sadar ia melupakan si B yang selalu ada di saat ia sedih tapi dilupakan karena ketika ia senang-senang, ia hanya mengajak si A. Apakah itu membuat si A disebut teman, dan si B bukan teman, atau sebaliknya?

Sewaktu saya SMA dulu, saya punya satu orang teman dimana saya akan selalu duduk di samping dia kalau saya bete. Tidak banyak yang kami lakukan, saya hanya merasa nyaman di dekat dia kalau saya sedang sedih dan bete. Dia tidak pernah marah-marah dan bilang 'koq luu cuma pas sedih doank dateng ke gwe?', dia tidak pernah bilang begitu. Ketika saya sedang ingin tertawa terbahak-bahak, saya jarang datang ke dia, karena dia pendiam. Tapi itu tidak membuat pertemanan kami renggang, we just enjoy and cherish the moment.

Menurut saya, orang-orang sekarang terlalu menuntut ini dan itu, menuntut yang namanya 'teman' harus ada 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Broh, please. Untuk kalian yang merasa didatangi hanya ketika 'teman' kalian sedih dan punya masalah, anggap saja itu sebagai keuntungan dan pujian, berarti secara tidak sadar kalian memiliki gift untuk menenangkan mereka. Untuk kalian yang merasa ditemani hanya ketika happy-happy dan 'teman' kalian itu tidak ada di saat kalian sedih, coba buka mata lebih lebar, pasti ada segelintir orang yang sebenarnya selalu menawarkan bantuan di saat kamu sedih, tapi pandangan kamu selalu terfokus dengan orang-orang lain.
Sadarilah bahwa kadang, mereka orang yang berbeda. Ada teman yang 'tugasnya' hanya membawa keceriaan di hidup kamu, ada teman yang 'tugasnya' menenangkan ketika kamu sedih, semuanya teman. Just enjoy, cherish every moment. Bersyukurlah masih punya teman di musim-musim tersebut, and remember to not take them for granted

06 February 2015

All about us

Di chapel staff pagi ini, cici supervisor gwe sedikit berbicara tentang.. Why God hates sins?


Karena dosa membuat manusia kabur dari Tuhan dan gak berani nyamperin Dia. Dosa Adam dan Hawa gak taat tentang pohon itu membuat Adam dan Hawa ngumpet pas Tuhan manggil mereka. 

It happens a lot to me, pas gwe bikin dosa, pasti gwe jadi mau lari jauh dari Tuhan, ngumpet jauh-jauh karena secara gak sadar gwe berasumsi kalau..... Tuhan udah gak sayang lagi sama gwe karena gwe bikin dosa. It happened beberapa waktu lalu saat gwe (lagi lagi lagi) jatuh dalam dosa, dan gwe kabur ke balkon rumah gwe, di pojokan yang gelap dan habis ujan gwe cuma ngumpet dan mewek because i feel unloved.

Dan tadi pagi cici boss gwe itu bilang tentang ini.... Tuhan benci dosa, karena dosa bikin anak-anakNya gak berani dateng sama Dia. Gwe tertegun, kaget dan terharu. Tiba-tiba gwe merasa how lovely God is. Bayangin, Dia benci dosa bukan karena dosa bisa mengurangi kemuliaan Dia, bukan karena dosa bikin nama Dia jelek di hadapan manusia, bukan tentang perkara menang atau kalah, bukan tentang Dia, tapi tentang kita.

Dosa jadi penghalang untuk kita ngadep ke Bapa, dosa jadi hambatan Tuhan gak bisa freely lagi sayang sama kita karena kitanya kabur mulu. Gwe, tipe pecinta anak kecil dan di kantor gwe ada satu anak yang gwe sayang banget, masih umur 1.5 tahun dan the happiest thing kalau lagi main sama dia adalah ketika dia lari ke gwe pas ada banyak orang, knowing she will be safe with me. Dan paling nyebelin kalau dia lagi asik main sama anak-anak lain terus gak mau gwe gendong. And i think the same feeling goes to God, Doi happy banget kalau kita kucluk-kucluk ke Tuhan telling Him everything dan Dia sebel kalau kita, karena dosa, jadi gak mau ke Dia. That's why He hates sins.

Wow. This revelation amazed me this morning. 

Tuhan benci dosa bukan karena merasa keagunganNya sirna dan ternodai. Tuhan benci dosa karena kita. It's all about us. 

Sore ini gwe tiba-tiba keinget lagu 'You are my hiding place' nya Selah. Dan lagi gwe denger, gwe ngerti sekarang kenapa Daud suka banget bilang, God, You are my hiding place. Karena Daud (dan Tuhan tentunya) mau ketika kita pengen lari jauh dari Tuhan, justru kita ngumpetnya sama Dia. :")

*now playing 10.000 reasons by Matt Redman*

05 February 2015

Child's Likeness

Semua peraturan diciptakan Tuhan untuk sesuatu yang baik, everything happens for a reason they say.

Demikian juga dengan alasan kenapa Tuhan melarang Adam dan Hawa untuk makanin pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu. Setelah barusan chapel staff di kantor gwe, salah satu orang yang adalah lulusan theologia mulai mengutarakan pendapatnya tentang pembahasan 'keselamatan' (berat ya cyin topiknya). and you know what... bahasanya super super super tinggi cyin~ gwe bahkan gak ngerti maksud pertanyaan dia apa dengan segala istilah theologia yang dia pelajarin yang bikin gwe (dan ternyata beberapa orang lainnya) memilih untuk main handphone aja.

Sementara gwe, demennya yang bahasa cetek-cetek, apalagi lagi baca buku WOW Faith-nya Marilyn Hickey tentang Faith Childlike dimana kita diajarin untuk punya iman kayak anak kecil, balik lagi di masa-masa kita percaya sama Tuhan, taat sama Tuhan like a child yang simply percaya aja sama bokapnya even pas lagi main dilempar-lempar. Pasti pernah kan liat anak kecil yang dilempar tinggi-tinggi sama bokapnya trus di catch lagi. Anak itu pas dilempar gak teriak-teriak bilang 'papi! kemungkinan papi tangkep aku berapa persen? papi! aku kalau jatoh nanti gimana?' and all those super complicated things. No, the kid just enjoy the fun. 

Dan sembari mendengar pendapat temen gwe itu tentang berapa persentasi apalah, bagaimana orang bisa hilang keselamatan lah, dan apapun itu, gwe jadi somehow tertegun dan hmm... 'that's why Tuhan mungkin saat itu gak mau Adam dan Hawa makanin buah dari pohon itu karena ketika mereka makan, mereka jadi semakin banyak tahu tentang banyak hal yang sebenernya.... merepotkan mereka sendiri'

Human gets complicated by the things their own mind make.

Karya Tuhan yang paling keren bahwa Doi menyelamatkan umat manusia yang berdosa, dari kubangan lumpur dibalikin identitas nya jadi seorang anak. Titik. Harusnya cuma sampai sana, tapi manusia yang gak suka kesimpelan itu bikin ratusan teori tentang harusnya Tuhan begini, harusnya manusia begini, gimana kalau begini, gimana kalau begitu, apakah bisa begini dan begitu. 

I think, kenapa Tuhan bilang anak kecil yang empunya Kerajaan Sorga adalah karena anak-anak kecil ini gak memusingkan diri dengan segala teori, dengan segala kemungkinan, dengan segala alasan. Kalau mereka percaya, mereka 100 persen percaya, kalau mereka sayang, mereka menyayangi dengan tulus. Kayak ketika anak itu percaya ayahnya akan tangkep dia meskipun dilempar jauh ke atas dan dia gak bakal end up terkapar di rumah sakit. As simple as a child's faith to their father, that's how we should respon to God and His amazing things.

*currently listening to Engkaulah kekuatanku by CWP*

31 October 2014

The Importance of Mentorship

Some people I know pernah berpendapat bahwa mereka gak setuju dengan adanya sistem mentor-mentoran, entah karena gak suka 'diatur' (atau mungkin lebih tepatnya diarahkan), atau juga karena mereka takut suatu saat 'ditinggal' ketika sudah terlalu attached. When I dig deeper, mereka semua punya reason dibalik pendapatnya itu. Ada yang pernah mengalami kisah yang gak mengenakan dengan mentornya, kecewa, marah, dan sakit hati yang berujung dengan mereka ogah lagi dengan sistem-sistem mentorship.

Gwe, punya 1 mentor. Have known her since 2009, lewat retreat youth yang waktu itu out of nowhere tiba-tiba gwe joined, dan dari sana, gwe rasa 'U-turn' gwe happened. Gwe yang zaman itu lagi super cengeng-cengengnya, berasa alone and lonely most of the nights, zaman itu gwe yang bisa gila-gilaan sama temen-temen, and ten minutes later bisa keluar kelas (zaman itu masih SMA), dan tiba-tiba bisa galau karena merasa super lonely. 

Sejak September 2009 itu, karena doi mentor gwe pas retreat dan akhirnya terus saling berhubungan even setelah retreatnya kelar, gwe mulai aktif dateng youth dan lama-lama mulai bener-bener attached to her. Imagine this, the lonely one who long for a sister for a loong looong time, terus tiba-tiba ketemu satu sosok sister yang dearly, yang physically and spiritually pretty, bayangkan what happened that days? Yes, over sensitive and possessive about her. Not in weird dan aneh-aneh posesif segala macemnya, tapi in a way seorang anak labil yang merasa udah punya sesuatu yang dia pengenin dan kejealousan datang ketika sesuatu yang udah dia miliki sekarang dipinjem sama orang lain. 

Time flies, and praise God i've learnt so many things. Gwe belajar lebih dewasa, time goes by dan semenjak 2009 itu, I grow deeper in God, somehow semakin mengerti dan memahami plansnya Tuhan, divine purposenya Tuhan, semakin mengerti gwe tuh diciptain gak buat gwe doank dan don't waste time untuk mikirin daging dan ego sendiri. 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014.. all times passed by, banyak banget struggle yang dilalui, banyak masalah yang dihadapi, bahkan sering banget jatuh di masalah yang itu-itu melulu. Bahkan di satu titik gwe pernah sick of myself dan mau give up kabur ke hutan (nyehehe). Setelah melewati tahun-tahun tersebut dan sekarang gwe melihat kebelakang, you know what the most thing I grateful for? Selain His Grace and Mercy yang selalu baru setiap hari? 

I grateful for, ketika dalam masa-masa itu, masa-masa gwe merasa lonely alone dan di jalan 'balik' sama Tuhan gwe mengalami jatuh bangun, I grateful for her, my spiritual mentor who didn't give up on me while i was thinking about giving up. I grateful for the ears that never bore to listen, for the heart that never tire to love, grateful for the arms that never too weak to hug me in my dark days. 

Dig deeper about myself, gwe pernah ngalamin semacam 'abandoned' by my mentor zaman gwe masih sekolah minggu, maybe belasan tahun lalu. Someone i look up as my older sister saat itu broke my heart somehow dan made me so upset. Mungkin ini salah satunya alasan kenapa waktu gwe di tahun 2009 itu dipertemukan dengan sosok kakak rohani lagi, somehow i feel attached tapi juga takut yang terlalu attached karena takut sakit hati, lagi. 

Tapi seriusan, seiring berjalannya waktu dan lo semakin dewasa dalam Tuhan lo banyak belajar, khususnya in a relationship. I and her, my current spiritual mentor have TONS of differences. Gwe lebih ekstrovert, dia lebih introvert, itu signifikan difference, sisanya MASIH BANYAK,,, hahaha.. but we have same thing, kita sama-sama well actually, sensitive. Kita sama-sama belajar untuk sometimes menekan ego sendiri untuk bisa get along, belajar untuk membuka diri untuk bisa get through together. Sampai kemarin malam setelah dinner date setelah lama gak bersua, pas gwe dirumah and cuci piring, i was reminded about something..

In a relationship, it is the similarities between you that bring you together, but only the differences keep you rooted stronger. and tonight i realize one thing, sometimes when people don't act as what you expected them to do, it doesn't mean they love you less. They just have difference love language to show.

(yeah, kenapa jadi melenceng kesini)
Inti dari post ini yang sebenarnya mau gwe sampein adalah.... Mentorship itu penting. Terlalu banyak benefit yang bisa didapet dari mempunyai hubungan mentorship sama kakak rohani (or even when you become one, lo juga dapat banyak pelajaran in having adek rohani). Pernah suatu kali, ketika gwe capek banget jatoh dalam kelemahan gwe yang itu-itu lagi, dan pas gwe lagi nangis-nangis curhat ke dia, gwe kayak bilang intinya kayak say sorry to bother her about the same thing over and over again, dan yang dia jawab adalah 'it's okay, i've commited to you' (kurang lebih jawabannya begitu, i forgot). Komit. Hubungan mentoring gak bisa cuma dilandasin perasaan, it needs komitmen. Ketika elo jadi kakak rohani, you need commitment yang enable you untuk tetep stand by their side, even in the darkest one. Ketika elo jadi adek rohani, you need commitment untuk terbuka even ketika lo sebenernya malu untuk ceritain kejatuhan lo, masa lalu lo. One thing for sure, you can't go alone in this world, lo gak bisa jalan sendirian, lo butuh orang yang ngangkat lo ketika lo jatuh, telling you when you're wrong, nasehatin lo ketika lo gak ada pegangan, and for me, all those things summed up in a word, mentor.

Beda dari temen-temen yang sometimes cuma bisa diajak happy-happy, beda dari temen-temen yang meski lo salah malah ikut ngedukung dan gak berani arahin lo ke track yang bener, beda dari temen-temen yang cuma bisa diajak ngobrol masalah-masalah seru. Mentor leads you to the Truth, to the Christ. Mentors are not perfect, as who you are. Tapi somehow you really need a mentor. 
If you haven't had one, try to find one. The one you can look up to, the one you trust, the one you see Christ in them, the one you know how they behave daily. Don't forget to pray to God, and still, don't put your hope in human, however keep in mind that only Christ never fails. One day if they fail you, you'll learn about forgiveness and compassion and love.

If you have one, embrace him/her, pray for them, thank God for them, don't take them for granted, support them as how they support you.

Now if you have a mentee, i'm telling you, don't give up. Keep loving, keep standing beside him/her, keep praying for them. You will never know how much you mean to them. Even when you're tired of listening the same failure they face, just don't give up on supporting them. Remember that you used to be on their position, and how you need encouragement that day, it's how they're feeling right now. 

If you have a mentor and somehow you want to have a mentee, well, you should pray to God as He will reveal the right person to you in the right time. If you haven't grown mature enough in Him, you won't be able to lead the other person.

If either of them falls down, one can help the other up. But pity anyone who falls and has no one to help them up. Ecclesiastes 4:10 
*currently listening to Start A Fire by Unspoken*

08 October 2014

6 to 23

6 hari menuju 23. Tua? Well, hanya beranjak sedikit lebih dewasa tepatnya. Si ini menikah, si itu menikah, si sana menikah, si situ menikah, dan saya masih...... NYEHEHEHEHE #kenapasihselalumelencengketopikini hmm.. when it comes to this topic, meski hampir selalu habis dihina-hina sama temen-temen yang udah berstatus 'double', i just simply remind myself of what once the prophet told me, 'as she waits on you, she may have the person she desires to have'. ok, back to topic. Hm, biasanya I made a birthday list that i wish for, tapi entah mengapa tahun ini, mm seperti gak punya wish yang muluk-muluk. 

Kemarin pas doa pengerja di Gandaria, i just pray to God to bring me back to the track. Bring me back to the Presence of God where i'll find everything i need. Hm, bisa dibilang kalau... beberapa minggu (atau bahkan bulan) belakangan ini i'm in the position where i maybe, too comfort with anything, too 'bodo-amet' with everything so i don't find any urgency to seek for God, to look for Him. Pernah gak sih ada di situasi begini? Bingung sih jelasinnya, tapi yaaa kira-kira begitu. 

I just pray to God that this birthday, He will drag me back into His loving arms karena saya sudah lelah berlari-lari sendirian kesana kemari. I just long for something He truly says to me in my 23 ini. Biasanya kan kalau masa-masa ulangtahun bakalan 'dapetin' nih Tuhan mau bilang apa, Tuhan kasih pesan apa untuk throughout the year, and i just long for that kind of thing.

So yeah, i'm excited yet so nervous memasuki tahun 23, alias juga tahun 5775 yang berarti tahun double grace tapi juga tahun goncangan-goncangan makin dahsyat which is always make me wondering 'tahun lalu yang gak diremind terus tentang goncangan makin dahsyat aja menurut gwe udah dahsyat itu goncangan, apalagi tahun kedepan'. nyehehehe but well, as long as God with me, whom shall I fear? Iyakan?

*currently listening to spontaneous worship by bethel church*

11 August 2014

The disbelief.


Your disbelief menutup pintu Surga untuk kamu. This sentence came out from a preacher di retreat khusus wanita beberapa hari lalu yang gwe ikutin (untuk point-point lain yang gwe dapet, i'll post later), but now i'm gonna post this.

Ketidakpercayaan Anda membuat surga tertutup bagi Anda. Then i suddenly remembered one of the best movie ever, Narnia. For those who watch it, inget gak sih Narnia pertama, the only way to enter dunia Narnia yang ada dalam lemari itu cuma satu, believe. When first Lucy believed, dia dengan mudahnya keluar masuk Narnia while her older siblings gak bisa masuk karena mereka gak percaya. 

It looks like what the preacher said, ketika kita gak percaya sama Tuhan, ya jelaslah surga tertutup, wong kita gak percaya. How can something has power if we don't even believe in it. 

Beralih ke Narnia (berapa ya gwe lupa), yang cuplikan filmnya ada di gambar diatas. When Lucy grows older, banyak obstacles yang membuat dia dan saudaranya (yang akhirnya percaya Narnia) 'lupa' dan bahkan 'gak percaya' lagi sama Narnia dan si singa, Aslan itu. Then those words that came out from Aslan agak mengetuk hati sih..

I knew it was you the whole time, I knew it..
But the others didn't believe in me..
And why would that stop you from coming to me?

Jleb. Yes, first, do you really believe in Him? When you do, it means you believe in all His plans, A-L-L. When you do, it means you believe in all the ups and downs you're facing, you believe. And the most important when you grow 'older', when your surroundings doubt you, when they doubt Him, when everything seems doubting, will you still chase after Him? Or those things stop you from chasing Him?

:)

Oh ya dan satu hal lagi, retreat ini happened through literature ministry only.. Most of the girls yang dateng cuma tau dari blognya si ini, blognya si itu, and mostly kesaksian yang mereka ceritain started from 'iya nih, pas aku lagi down/broken hearted, dll, terus aku baca blognya si ini, si itu terus kayak merasa diberkati dan blablablabla'. What i got is.... Keren banget efek dari media satu ini.. So for you who write, come on... Kita gak akan tau how God uses you to be a blessing for much people by your writings :") Keep write, keep share the goodness of the Lord <3 ahey="" p="">
ps: banyak hal yang i got from RetreatPearl.. gonna post those things later. I post this one because randomly pas Ko Gideon (the preacher) kotbah itu, gwe keingetnya langsung Narnia, terus pas buka tumblr malemnya, found this picture that shows all.

23 July 2014

.. according to His purpose.

6 hari menuju #expandedcamp dan sayaaaaaaaaaaaaaaa.... excited, deg-degan, gak sabar, dan banyak perasaan campur aduk lainnya. Things get crazier, semua bidang mendadak sibuk (meskipun mereka sense of urgency nya agak telat, tapi cukup happy liat mereka lagi pada sibuk ngurusin ini itu hari-hari ini) hehe :'p

Ada satu malam dimana gwe sangat streeees super apalagi abis baca berita dan nonton video tentang satu capres yang kesannya ngotot banget untuk jadi presiden dan mendadak gwe worry.. apa yang akan terjadi sama Expanded Camp kalau tiba-tiba ada kerusuhan? Bakal orangtua meskipun mereka udah bayar tetep gak ijinin anak-anaknya ikut karena camp ini a week after keputusan presiden.. *ENIWEI CONGRATS MISTER JOKOWOW and MISTER JE-KA.. finally!* oke back to topic, malam itu asli saya stressnya sampai mau nangis ngebayangin kalau kenapa-napa..... but then i remembered one verse yang sempat jadi favorit saya beberapa bulan silam, saking favoritnya gwe jadiin bio di twitter gwe, ayatnya says begini..

'She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord.' (Psalm 112:7)  

Baik yaaa Tuhan itu? He reminds me of this verse dan saya menyerah dengan berkata dalam hati 'yasudah ini acaranya Tuhan, His plans not mine.' lalu saya memilih untuk tidur sajaah.... :D Meskipun masih gak tau what would happen in the next few days, but i believe all things happen work for good. 

Ngomong-ngomong soal work for good, beberapa hari lalu ketua youth aye share di komsel dan dia share tentang dia lagi diingetin sama Tuhan beberapa hari ini tentang Roma 8:28, bahwa all things work together for good for the good of those who love Him and have been called according to His purpose. Dan selagi dia share tentang roma 8:28 itu, gwe kayak dapet insight baru....

Coba diulang ayatnya... ada 2 esensi penting yang 'menjadi syarat' untuk all things happen work for good. 
1. Garis bawahi who love Him.
2. Yang paling penting, according to His purpose.

Banyak anak Tuhan yang ingetnya cuma nomor satu, so when bad things happen, people and sometimes us cuma ngomel-ngomel sama Tuhan dan ngeluh 'Tuhan... kenapa ini terjadi? gwe udah pelayanan dari minggu sampe minggu, gwe ke gereja 5x seminggu, gwe nyumbang sana-sini, kenapa Tuhan biarin keluarga gwe hancur, kenapa Tuhan biarin pekerjaan gwe berantakan, kenapa Tuhan biarin masa depan gwe berantakan?'

Orang-orang yang ngomong kayak gini ke Tuhan, mereka lupa kalau Roma 8:28 bukan cuma tentang 'karena kamu sudah mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan buat segala sesuatunya indah', bukan cuma tentang itu. You forgot the most essential thing, yaitu according to His purpose. Sesuai rencanaNya! Bukan rencana kamu, bukan rencana keluarga kamu, bukan. Tapi rencana dan rancangannya Tuhan dan garis bawahi bahwa rencana dan rancangan Dia memang kadang berbeda sama apa yang kita mau tapi again, garis bawahi kalau rencana dan rancangan Dia selalu mendatangkan damai sejahtera dan bukan kecelakaan.

So ketika bad things happen to you and me yang (kita pikir) kita sudah cinta Tuhan enough, please remind yourself that ..according to His purpose. Ya berarti ada rencana Tuhan di balik yang sedang terjadi, tapi ingat rencana Dia bagus koq, much better than ours. Hanya saja kita butuh lebih sedikit bersabar dan belajar taat aja sama apa yang Tuhan ijinkan terjadi.
   
Have i told you kalau dari awal tahun, i got this verse.. Pas di kebaktian akhir tahun di Semarang, the preacher kayak bilang, bawa sesuatu yang bakal kalian pegang sebagai prophetic signs di tahun mendatang, and i clearly remembered gwe keluar, liat-liat apa yang bisa gwe beli and i chose untuk beli gelang dan di gelang itu tertulis roma 8:28 dan lalu gwe pakai itu as my prophetic sign. 

Lucunya, pas masuk ke kantor after itu, kantor gwe (yang adalah gereja) punya ayat deklarasi sepanjang tahun 2014, yaitu Roma 8 ini... termasuk ayat 28nya. Shock sekaligus terheran-heran sama Tuhan, koq bisa pas ya?? :"D then, banyak hal yang terjadi di 2014 ini, dari yang masuk plan sampai enggak, but i know all things happen for good of those who love Him dan according to His purpose. 

Sama pula dengan retreat ini, even banyak konflik yang terjadi i know all things work for good.
Even mungkin target peserta yang awalnya 350 cuma kekumpul 250 juga i know it's for good.
Karena dengan peserta 350, mentornya gak bakal cukup untuk handle semuanya, 
and i know Tuhan maunya berarti yaa cukup 250 tapi ke handle semuanya.

Jadi pas lain kali baca ayat ini, baca ampe abis ya.. dan inget, bukan cuma for those who love Him, tapi juga according to His purpose! :")

*currently listening to We Dance - Steffany Frizzell Gretzinger & Bethel Music*

12 July 2014

Ngalur-ngidul

Saya rindu menulis, menulis yang bukan sekedar menulis. Tapi menulis yang datang dari dalam hati. Sekarang, hampir setiap hari saya menulis, memang sebagian besar masih mengalir dari dalam hati. Tapi sudah jarang yang mengalir dari hati melalui perenungan. Saya rindu bergegas membuka laptop ketika sampai rumah dan meluncur menuangkan emosi, perasaan dan perenungan melalui tulisan.

Saya rindu membaca, saya rindu waktu-waktu luang di tengah malam di mana saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam membaca rentetan huruf yang berdempetan itu. Sekarang saya membaca, namun lebih banyak membaca pekerjaan semata.

Saya rindu meluangkan waktu untuk bertanya 'hai, apa kabar?' kepada seorang teman, kepada beberapa teman dekat. Sekarang mendadak plegmatis saya meningkat begitu tinggi. Mungkin berlebihannya, saya sedang agak... tidak ingin mengetahui kisah hidup orang lain terlalu banyak dan sebaliknya, saya sedang terlalu cuek untuk bercerita tentang kehidupan saya.

Pernah dengar istilah 'if they care enough to you, they will be there no matter what.' Dulu saya ada di posisi korban, dimana saya merasa sangat benar, jika kamu peduli, kamu akan SE-LA-LU ada kalau saya cari, saat itu juga. Sekarang, bisa dibilang saya ada di posisi tersangka. Ternyata untuk menjadi 'selalu ada' untuk orang lain itu berat. Apalagi jika kamu punya segudang pekerjaan untuk diselesaikan, segudang pikiran yang harus dibenarkan dan berentetan masalah berbenturan ego dengan beberapa orang lain yang harus diluruskan.

Beberapa waktu lalu saya kembali catch up dengan seorang teman dekat yang sudah lama tak bersua. Biasa saya akan update kisah hidup saya belakangan, kesibukkan yang saya alami, kekesalan yang saya pendam dan semuanya. Namun kemarin itu saya hanya bisa berkata 'males ah, kebanyakan...' dan kami berakhir menghabiskan waktu dengan makan dan haha hihi tak karuan. 

Saya rindu menghabiskan waktu di atas ranjang malam hari, memikirkan apa yang hari itu sudah saya lakukan. Memikirkan bagaimana baiknya Tuhan itu. Namun hari-hari ini saya lebih sering tertidur pulas dengan lampu masih menyala, hape masih tergeletak dan kasur yang masih terbentang rapi alias saya ketiduran. 

Yeah. Kadang saya rindu masa-masa saya menganggur dan dapat melakukan berbagai hal yang saya pikir baik untuk dilakukan. Namun jika saya kaji ulang.. hey, itu namanya saya tidak bertumbuh donk kalau kerjaan saya hanya makan-tidur-nonton. Kalau saya punya banyak waktu menganggur, itu namanya hidup saya tidak produktif toh? 

Memang selalu ada hal-hal yang bisa disyukuri meski semua terlihat butek. Teman-teman yang sabar mengerti keadaanmu, makanan enak yang selalu ada jika kamu beruntung (seperti soto daging pagi ini), dan juga rekan-rekan kerja yang menamai dirinya 'cewe kece tanpa pian' yang berhasil menjadi teman haha-hihi. Ya, selalu ada koq hal-hal yang bisa disyukuri.

*btw, update.. my baby was born... namanya Satu Hari Satu, and yes... it's a book! hihi.. we worked in team sih, just so happy aja finally my name was printed as a writer meski bekerja dengan air mata dan emosi. Saatnya menorehkan nama di buku-buku lainnya* (photo courtesy of vania amanda)



*ps: tolong tetap bantu doa retreat EXPANDED yang bakal held on 29 - 31 July. Pikiran dan perasaan saya mulai hampir terkuras untuk ini :") (currently listening to Broken Vessels by Hillsong)

30 June 2014

Tentang Sepi

Kadang, ada baiknya merasa sepi, merasa sendiri. Banyak orang berusaha menepis rasa itu dengan penolakan, dengan sanggahan dan melakukan beribu cara agar rasa itu tidak terkuak ke permukaan. Beberapa hari lalu, gwe dan dua teman dekat gwe terlibat pembicaraan agak serius. Boleh dibilang, rekonsiliasi. Kami bertiga mengutarakan perasaan masing-masing, kesibukan masing-masing yang membuat kami bertiga jarang berkumpul bersama, sekedar mengutarakan keluh kesah karena pekerjaan masing-masing, dan malam itu... akhirnya terkuak segalanya. Di balik semua hal yang diutarakan, ada satu benang merah yang sama yang kami rasakan bersama meski jarak memisahkan, yaitu.. kesendirian. 

Yang satu sedang menjalani masalah keluarga yang cukup pelik, yang lain sedang mengalami proses yang cukup menggelisahkan, yang satu dilanda kesibukan yang luar biasa. Rasa kesendirian itu muncul dengan sendirinya meskipun masing-masing kita dikelilingi teman-teman 'baru' lainnya. Rasa 'harusnya loe bisa ngertiin gwe donk', 'harusnya loe ada temenin gwe pas gwe lagi susah', dan 'harusnya' yang lain diakui sempat terlintas di otak kami, ya.. sebut saja EGO. 

Namun seiring rekonsiliasi berlangsung, satu hal yang disadari... Kadang Tuhan memang mengijinkan rasa kesendirian itu ada untuk mengingatkan kita bahwa, 'Hey, memang kamu hanya bisa bergantung kepadaKu, berharap kepadaKu, bukan kepada dia teman baikmu, bukan kepada dia ayahmu, bukan kepada dia ibumu, bukan kepada dia mentormu, bukan.' 

Pernah mengalami masa-masa seperti ini? Hey, it's okay.. Your beloved best friend named Jesus just want to be looked for by you. Coba, daripada semakin berharap kepada manusia, cobalah bertegur sapa dengan sosok yang sangat ingin bersahabat dengan kamu. Yes, our God long to be found, His desire is to be looked for by us. 

*currently listening to made for worship - planetshakers*

30 May 2014

Securely wait.

Pernahkah kalian menunggu sesuatu yang gak kunjung datang, dan kalian mulai bosen, bingung mau ngapain, sampe akhirnya marah-marah menggerutu sendiri because the thing you're waiting for gak muncul-muncul. Sesimpel nunggu busway.... Zaman gwe masih harus bolak balik berputar-putar di Jakarta, busway jadi kendaraan terefektif (bukan terfavorit), karena emank murah, dan cepet (kalo lagi gak jam kerja). Tapi ada beberapa waktu, busway yang ditunggu gak kunjung dateng, asli... 1 menit, 2 menit, 5 menit, bahkan pernah sampe hampir 30 menit bus nya gak muncul. Sesek, panas, berpolusi, semua hal itu bikin emosi luar biasa.

Mari sejenak berpindah imajinasi ke masa ketika kita masih kecil, atau ketika kita menunggu sesuatu yang exciting. Kalau gwe, dulu gwe tipikal yang super excited kalau besoknya mau ngapain sama temen-temen, misalnya hari Senen gwe mau ke waterbom sama temen-temen sekelas, gwe bisa dari hari Minggu kesenengan sendiri, gak bisa tidur, besoknya gwe pagi-pagi gak bisa sarapan karena gwe terlalu seneng (atau norak) buat gak sabaran langsung cabs. But you know, menunggu dari hari Minggu ke Seninnya, gwe menunggu dengan penuh rasa seneng, penuh rasa excitement.

Bandingkan 2 jenis menunggu diatas......
Sama-sama in term of menunggu. Malahan menunggu versi bawah takes time longer daripada sekedar menunggu busway. Tapi menunggu versi bawah lebih menyenangkan daripada menunggu versi atas. Why?

Ditengah kesupersibukan gwe hari ini, tiba-tiba gwe kepikiran tentang ini, menunggu. Lalu gwe memutuskan untuk spend 5 minutes buat meluruskan kusutnya pikiran gwe tentang satu hal ini, menunggu. Apa yang menyebabkan kedua menunggu ini berbeda? Menurut gwe, karena menunggu versi pertama, kita gak dapet waktu yang tepat kapan buswaynya akan datang, beda cerita kalau kita tahu 'oh busnya bakalan dateng jam 7.10', ketika kita tahu waktu exactnya, kita akan merasa lebih, secure. Menunggu versi kedua kita tahu dengan jelas, Senin pagi bakal ke waterbom, jam 9 berangkat dari rumah. As simple as that.

Menunggu yang secure itu ketika kita tahu something we're waiting for memang akan tiba pada waktunya. Menunggu yang secure itu ketika kita tahu pada akhirnya penantian kita akan menyenangkan dan mengasyikan. Menunggu yang secure itu ketika kita secara tidak sadar, tidak menunggu. You know what i mean? Sembari menunggu hari Senin, selama Minggunya kita nonton televisi, jalan-jalan, shopping, dan pada akhirnya *jengjeng* udah hari Senin aja.

Well, if you're enjoying the season of waiting itu, then everything just fine. Dan balik lagi, ketika kita tahu the thing we're waiting for akan tiba tepat pada waktunya, we will wait with secure and excitement. If you're in moment of waiting something, nah sekarang ditantang deh tuh, kira-kira are we still able to wait securely even we don't know the exact time for the promises to happen? :)) But one thing we surely have to know, His Promises will surely come! Nah, sembari menunggu, mending yuk asik doing something good for God, for ourselves, for people around us. Doing something berguna instead of menggerutu dan ngeluh, kayak lagi nunggu busway.... mungkin bisa sambil ngobrol sama orang sebelah, atau baca novel.. then the wait is no longer tiring i guess. Hihi..

ps: post ini udah dibuat berminggu-minggu lalu, lupa dipost aja...

17 April 2014

'til Dad says.. yes.

Imagine this, one day you went to kids station, dan dari dulu memang you long for a set of barbie package yang udah complete sama kamar mandi, wardrobe dan kamar tidurnya. Girls, who don't dream of this since a kid? I do. Dan mm bayangkan, one day you go with your daddy ke kidstation and you see a package of barbie, tapi yang ini gak gitu komplit, cuma ada kamar mandi dan kamar tidurnya, gak ada set wardrobe yang bajunya lucu-lucu itu.

But you're tired of looking for the coolest complete set itu, males nyari dimana-mana soalnya udah abis, kata pegawai kidstationnya itu limited edition dan you have to wait sampai stocknya ada lagi. Then you choose to pick this set yang cuma ada kamar mandinya dan ada kamar tidurnya and you hold it tight sampai dibawa ke kasir.

'kamu mau yang ini?' your dad asks you. Sambil senyum cengar cengir penuh makna beliau nanya lagi 'gak mau yang full set aja nanti?'. then you hold this set tightly sambil mikir, you want it for a long time, dan disaat ketemu, meskipun gak lengkap seperti yang dipengenin dari dulu yaaa at least, mirip lah. But your dad tau, bukan ini yang dari dulu kita pengen.

You keep silence for minutes sambil mikir, should you wait another days or even months untuk dapetin apa yang emank dari dulu dipengenin, atau milih 'jalan singkat'nya dengan gak nunggu lagi, but the consequence is, gak ada wardrobenya alias baju-baju barbie yang super kece dan lebih mahal dari baju asli itu.

But you know, this is not what your dad expect you to buy, He is willing to give you the best, that full package of barbie. Even if we want to buy the less complete one, your daddy still asked you to wait on the best. Yaa... tapi kalau kita kekeuh sama yang ini yaaaa tetep sih dibeliin sama your dad.. but he knows, few month after this, pasti we want the more complete one, again.

What will you choose? Wait for a longer time to get what's best, atau menyerah dengan memilih yang didepan mata sekarang, tapi you know, you could have a better one if you wait. Mana yang dipilih?

But unfortunately, sepanjang jalan-jalan di kidstation itu, you terlanjur hold the barbie tightly and nganggep it is as yours. Then when your dad asks the question again, 'beneran mau yang ini?', you know, your dad expects you to put back the set into the shelf. And okay, dengan berat hati you put back the set. Berat, banget. But you know, your dad willing to give you the best, because you just simply know, deep inside of your heart and your dad's heart, it says no. It whispers, 'wait a little longer 'till Dad says... yes.'


11 April 2014

Desire Fulfiller

I remember, one day i was talking to myself *iya gwe sering ngomong sendiri*, 'nanti kalau udah kerja, i want to be written as writer di employee id card gwe, tapi kalau kerja di company majalah or something gak bakal tulisannya writer, palingan reporter atau editor'. Time flies, and here i am, beneran di tempat kerja gwe sekarang i'm listed as writer.. hihi.. 

Kemarin pas jalan kaki pulang dari kantor *yeah, have i told you my office sedeket itu dari rumah?* i was like reflecting my life, dan keinget sama desire gwe itu, when i was pengen banget tertulis as writer and it did happen, dan gwe kemarin sore kayak.... 'well, if God so cares for my job, definitely He cares about other important parts of my life, seperti misalnya mmm.. pasangan hidup'. HAHAHA iya gwe wondering-in ini juga pas jalan kaki pulang itu.

He knows my desire untuk jadi writer and through some moments in my life, hari ini it did happen. Entah bagaimana kedepannya, setidaknya my desire once fulfilled. I trust He knows my desire to have a man whose heart after God's own heart, He knows my desire to date a man who passionate for Christ. Singkat cerita, belakangan waktu ini, maybe i was sempet maybe well, distracted from that desire. Sampai beberapa hari lalu, di kerjaan gwe, i have to interview a man, still very young, around 28-an gitu kayaknya, and he has he passion for Christ. You know if someone has that passion in the way they talking and testify about Christ. Dan lucunya, ketika lagi wawancara dia, gwe kayak merasa Tuhan agak noel sambil maybe He talked 'tuh, masih ada kan yang kayak begini...' HAHHAHAHA it's either imajinasi gwe terlalu tinggi atau apa, but it's true.

Balik lagi di perjalanan pulang sore kemarin, i realize something sih, Tuhan itu Tuhan yang tau keinginan hati kita koq, Tuhan itu bukan cuma tau bahkan, if our desire inline sama yang jadi maunya Tuhan, believe me, He will fulfill it. Delight yourself in the Lord, and he will give you the desires of your heart -Psalm 37:4 He knows, He cares, and in His time, Dia bakal give us what we desire, in His time.

So, what's your desire? A great job? A Godly spouse? A cute kid? All-around-missionary-trip? Atau apa? Is it inline with His desire? If it is, then just wait and see, in His time, He will fulfill it.

 

25 March 2014

The Cost.

Sabtu lalu di Youth GBI Senayan City abis kedatengan temen-temen dari opendoors, organisasi yang membela para hamba-hamba Tuhan dan para Christian yang persecuted, yang disiksa, dipenjara, nyaris dibunuh karena iman mereka ke Tuhan Yesus. Yes, at this time yang katanya demokrasi, masih banyaaaak banget koq orang-orang yang gak bisa dengan bebas tell people 'hello, i'm a christian'.

Bukan cuma di luar negeri, tapi di Indonesia juga masih banyaaaak banget orang-orang yang diserang dan dihadang kalau mereka mau ibadah, banyak gereja yang ditutup paksa. And when i was listening to their testimony, gwe termenung dan berpikir....

Harga yang mereka harus bayar dengan keep on sticking to Christ itu mahal banget, disiksa secara fisik, mental juga jadi merosot. But how about us? Kalau kita denger kisah kayak gitu, apa reaksi kita? Paling cuma sebatas kasihan, empati, sending them money and stuffs, dan berdoa untuk mereka. But then selang beberapa menit gwe berpikir, kita juga punya harga yang harus dibayar.

Bukan harga berupa siksaan secara fisik, tapi harga yang harus dibayar untuk keep on sticking with Christ. Contohnya apa? Say 'no' when the world says 'yes'. Pernah gak sih kalian dianggep 'freak', dianggep 'aneh' karena kalian punya satu prinsip yang 'beda' sama yang dunia ajarin? Pernah gak kalian dibully, dicaci maki, dimusuhin, dijauhin karena kalian punya prinsip 'all things i do, i just wanna glorify Him'?

Misalnya, saat semua temen-temen kalian bilang 'it's okay buat dating sana sini, pacaran aja sana sini, gimana tau yang terbaik kalau loe gak nyobain?' what will you do? akhirnya luluh dengan logic mereka yang masuk akal, atau tetap berpegang pada prinsip 'i will date the man/woman God tells me to date'. Atau disaat temen-temen kalian bilang 'gile lo, gak ngerokok gak gaul?', what will you do? Luluh dengan label 'biar dianggep gaul', atau stick to what God says, 'tubuhmu adalah Bait Allah'. Atau disaat temen-temen lo bilang 'woy loe tuh dodol banget sih, udah digituin, udah dikhianatin, udah dianggep cupu, ajak ribut aja itu orang', what will you do? Memutuskan untuk membalas? atau ikutin kata Tuhan, 'forgive', meskipun semua orang ngatain elo, freak.

What will you? In my opinion, that's the cost we should pay, itu harga yang harus kita bayar dengan mengikut Yesus di lingkungan yang aman buat kita beribadah, Iya, kita gak dikejer, gak dimasukin penjara karena percaya Tuhan. Tantangan yang kita hadapi adalah 'dianggep aneh, dijauhin, dianggep freak, dikata-katain sok rohani'. It's all the cost that we should pay.

Masalahnya sekarang, maukah kita membayar harga yang harus kita bayar itu? ;)

24 February 2014

Stop thinking (too much)

"Gwe sebenernya ditempatin di tempat ini gak ya?"
"Koq kayaknya harusnya gwe gak sekolah disini deh.."
"Harusnya gwe kuliah di luar nih kayaknya, jangan-jangan Tuhan maunya gwe disana"
"Duh, apa gwe salah melangkah ya? Apa harusnya Tuhan maunya gwe bukan disini?"
"Aaah, Tuhan, maunya Tuhan gimana sih? Kalau iya disini, koq rasanya berat banget..."

Pernah gak sih kalian kepikiran salah satu pertanyaan diatas?
Singkat cerita gwe iya, beberapa waktu belakangan ini. Rasanya... Tuhan, bener nih disini? Koq kalau iya rasanya berat banget ya? Kalau iya, koq providence nya Tuhan agak mm minim sih? #kemudiandikeplakmalaikat. 

Mmm lalu kemarin sempat ngobrol dengan seorang kakak rohani dan dia (kurang lebih) bilang begini......

'kalau Tuhan gak mau kamu di tempat kamu sekarang, dengan sekejap dia gampang koq keluarin kamu.. Dengan gampangnya Tuhan bakal pindahin kamu kalau memang Dia mau.. tapi in fact, kalau kamu masih ada di tempat kamu ada sekarang, tandanya Tuhan memang masih mau kamu (diproses) disana. dan lalu, siapa bilang kalau Tuhan memang mau, lalu segalanya jadi mudah? kalau kamu sekarang disini, yaudah lakuin aja dengan sebaik-baiknya yang ada di hadapan kamu sekarang.. Kalau kamu terus-terusan mikir 'kayaknya gak disini deh Tuhan', ya kamu gak bakalan maksimal dengan apa yang Tuhan percayain buat kamu sekarang. Kalau Tuhan mau kamu pergi ke tempat lain, Tuhan pasti akan lakuin koq...'

... *dan lalu berkaca-kaca*

iya sih, kalau Tuhan mau gwe pergi, gwe bakal pergi koq entah gimana caranya. Kalau Tuhan mau gwe stop, gwe akan tiba-tiba diberhentikan koq, Kalau Tuhan mau gwe pindah ladang, gwe akan pindah koq dengan entah gimana caranya Tuhan. Daripada ngabisin hati dan pikiran dengan segala pertanyaan diatas, ada baiknya gwe fokus apa yang ada di depan mata sekarang and do everything seperti buat Tuhan.. :") #okesip

eh terus baidewei kemaren pas di gereja, ada statement bagus dari pendeta (dari Africa), dia bilang gini..

'Seek the ways of God. Jangan cuma maunya see the act of God. Musa ngerti the ways of God. Bangsa Israel cuma taunya the act of God.'

Which i inteprete sebagai, bener banget.. kalau kita cuma taunya act of God, kita bakal nuntut terus untuk liat Dia lakuin segalanya buat kita di depan mata kita. Kita bakal nuntut 'Tuhan, koq gini doank? gak ada mukjizat apa-apa?' tapi kalau kita ngerti ways of God... kita tau principlenya Tuhan, segala sesuatu indah pada waktuNya, kita tau principle of Faith, kita tau even in the midst of storm, Tuhan ada di samping kita.

Belajar mengerti cara kerjanya Tuhan sembari kita belajar untuk have Faith in Him.

No exception.

“For God loved the world so much that he gave his one and only Son, so that everyone who believes in him will not perish but have eternal life." John 3:16

Repeat after me, 
For God loved the world.

It doesn't say,
For God loved the saints.
For God loved the good people.
For God loved only those who go to the Church everyday.
For God loved only those who tithing.
For God loved only those who give much money to the poor.
For God loved only those who read bible daily.
For God loved only those who not sin.

NO.

Repeat after me,
For God loved the world.
For God loved the sinners, you and me, because we're part of the world.
For God loved the world, then He gave His only Son.

and if He loves the world that much, who are we then dare not to love others?

Beberapa hari ini masih kental dimana-mana preaching and sermon tentang kasih, dan here's the truth...

You are not too dirty for God to cleanse
You are not too broken for God to fix
You are not too far for God to reach
You are not too guilty for God to forgice
and You are not too worthless for God to love

because.. For God soooo loved the world, no exception.

17 January 2014

Ya, mungkin begitu.

Offering space to grow can sometimes be the best kind of love that one person can offer another, even when this means saying goodbye. -Renee Picard

Kadang ada baiknya untuk tidak menjadi posesif. Kadang ada baiknya untuk tidak ingin memiliki. Kadang ada baiknya untuk tidak ingin menguasai. Kadang ada baiknya untuk memberi jarak. Kadang ada baiknya untuk berani melepaskan. Bukan, bukan karena tidak cinta, tidak perhatian, tidak sayang, atau apapun itu namanya. Tapi karena kamu tahu, dengan melepaskannya, dia akan bertumbuh lebih indah, dia akan bergerak lebih maju, dia akan berwarna lebih cerah.

Entah, mungkin seperti burung... Burung diciptakan untuk terbang. Kalau kamu tahu kamu mencintainya, kamu akan melepaskan dia untuk pergi, bukan kemudian mengukungnya sampai dia mati tanpa tahu bahwa dia bisa menikmati dunia.

Ya, mungkin begitu.

02 January 2014

Recap 2013 and hello, 2014!

'Bila kurenungkan, kasih setiaMu
Sungguhlah Engkau Penolongku,
dan dalam naungan kepak sayapMu,
Jiwaku bersorak memuji Engkau..

Kasih setiaMu, lebih dari hidup
biar bibirku memegahkan Engkau
Seumur hidupku, kan memujiMu,
tanganku kunaikkan demi namaMu..'

It's a brand new day and brand new year. Kemarin pas hari pergantian tahun, sempet baca di twitter, orang ngetweet kurang lebih begini, 'kenapa pada over excited buat tahun baru? toh, pekerjaan juga sama, kehidupan mereka juga tetep sama?'. That time, gwe setuju sama kalimatnya. Tapi tadi pas di toilet, baru ngeh.. Kehidupan kita memang boleh sama kayak 2013, pekerjaan, pasangan, keluarga, mungkin tetep sama aja gak ada yang beda, kayak gwe yang sekarang tetep aja ngeblog dari meja kantor yang sama, tapi harus ada satu hal yang beda.. apa itu? Your heart. #ciyeileee but that's true. From your heart, flows everything. Jadi intinya hatinya yang baru, maka semua hal yang berhubungan sama hati, which is, everything, juga akan berubah. Your respond towards everything berubah, gak lagi selfish, tapi selfless, gak lagi it's all about you and your ego, tapi it's about others, or most important, God.

Kalau flashback sekilas ke tahun 2013, all i can say is, penyertaan Tuhan sempurna. Too much yang bisa di share what happened di 2013 yang bikin i'm amazed even more sama Tuhan. Dari kuliah, skripsi things, sampai lulus jadi S.Ikom, dari keluarga, all the ups and downs, sampai pelayanan, pekerjaan, every single things in my life, dari yang besar sampai yang kecil gak jelas pun, i know God cares. So, based on that truth, i have no worry di tahun 2014 #iman i know He will take care of me...

Resolusi 2014? Cuma satu, DEEPER with God. Nothing else matters, i mean kayak, tahun 2014 harus lebih ngeh Tuhan maunya apa, lebih nurut kalau Dia suruh apa, terutama lebih aware sama suara Tuhan :")
Sama satu lagi, kemaren itu abis baca alkitab setahun (yay! i made it, read the whole bible in 2013) dan endingnya adalah di Proverbs 31:25-31, and when i read it, i felt in love with that kind of woman.. dan resolusi gwe, i wanna be like that! or at least, i want to TRY to be like that! HAHAHA

Proverbs 31:25-31

New Living Translation (NLT)
25 She is clothed with strength and dignity,
    and she laughs without fear of the future.
26 When she speaks, her words are wise,
    and she gives instructions with kindness.
27 She carefully watches everything in her household
    and suffers nothing from laziness.
28 Her children stand and bless her.
    Her husband praises her:
29 “There are many virtuous and capable women in the world,
    but you surpass them all!”
30 Charm is deceptive, and beauty does not last;
    but a woman who fears the Lord will be greatly praised.
31 Reward her for all she has done.
    Let her deeds publicly declare her praise

Dan untuk ke depannya, kembali lagi, terserah Tuhan sajalah... Pekerjaan? Pelayanan? Bahkan sampai pasangan hidup, i sense Tuhan mau buat banyak hal keren dan ajaib buat gwe, dan buat kalian semua. Segala proses dan air mata yang udah tumpah ruah di 2013, you'll reap, satu persatu di tahun 2014 ini. :") Dan satu hal, we are never alone... Pembicaraan siang ini dengan seorang mentor, seorang sahabat, menyimpulkan satu hal.. Setiap kita punya track sendiri, jalur sendiri untuk sampai ke tujuan kita, tujuan kita sama... tapi jalur masing-masing kita berbeda. Kadang kita merasa sendiri, kadang kita merasa teman dan sahabat ninggalin kita dan sibuk sendiri.. tapi sesungguhnya, kalau kita tengok kiri-kanan, mereka sedang berlari ke arah yang sama, hanya memang jalurnya berbeda dari kita. Tujuannya apa? Agar kita sepenuhnya, bergantung sama Dia, berjalan bersama Dia, berlari bersama Dia. Teman kita, sahabat kita, mereka akan tetap ada, mungkin berkurang secara fisik, namun akan tetap ada dalam doa :") 

So, enjoy the rides in 2014, trust the Master.. *pake sabuk pengaman*

04 November 2013

Don't mind what people say, Do you?

"Be yourself"

"Don't let anyone tell you what you have to do"

"Don't bother what people say"

"Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind.”

Sering kan denger quotes semacam ini? I do, i read these a lot. I have tumblr, and if you also have one, you know tumblr is heaven for quotes like these, and often times, i reblogged it, means i'm agree with what said there. But for some quotes, i pause a little time, and i'm wondering..
Is that right?

In my opinion, generasi sekarang diombang-ambingkan oleh kekeliruan yang dianggap benar dan kebenaran yang dianggap keliru. Sotoy? Mungkin. Menurut gwe, zaman sekarang manusia makin egois, makin merasa dirinya paling benar, makin suka tersinggung, makin gampang banget marah dan merasa dirinya paling benar dan orang lain salah. Ya gak?

Dikasih tau salah dikit, langsung marah-marah gak karuan di dunia nyata dan di dunia maya. Ditegor sedikit, langsung sakit hati dan gak mau ketemu orang yang negor. Gak tau sih kalau mungkin ada yang sadar atau enggak, but those quotes diatas mungkin punya peran penting untuk bikin mindset seseorang 'gwe paling bener, elo salah!'

Iya sih memang ada sisi positifnya, banyak malah. Misalnya kalau emank what you're doing are right things to do, then it's right, don't bother what people say. Tapi kalau yang elo dan gwe lakuin salah? Lalu dengan seenaknya kita tutup kuping dan gak mau dengerin nasehat orang gitu? 

Gak mau sok suci, gak berniat buat di alkitab-alkitabin but while i'm writing this post, tiba-tiba keinget this verse..

"Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia..." -Lukas 17:3
dan yang ini..
"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan." -Amsal 19:20

So, according to those quotes above, jangan semua quotes yang kelihatan bagus dan keren kita langsung iya-iya dan terapin ke hidup kita, but then, lihat konteksnya, lihat artinya lebih jauh lagi, lihat keadaannya, lihat komentar orang yang negor, lihat maksudnya, lihat hatinya (kalau bisa), apakah itu untuk kebaikan kita, atau memang cuma buat kasih omongan negatif ke kita...

Dan untuk quote yang ini, "Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind.”. Those who matter will surely mind, because those who matter will care about what we feel, about what we think, and they will tell us things according to what's good and what's bad for our goodness sake. Ya gak sih? Menurut gwe sih gitu..

(ps: kepikiran ngepost tentang ginian gara-gara abis nonton youtube ini)


just a thought.

11 October 2013

Hypocrite?

This word popped up in my head, right after i got message from a friend who asked me to pray for her. Then as a normal christian, i surely say 'i will pray for you', firstly to calm her. Then my mind asked myself, 'do you really will pray for her?' i mean, not just, 'God help her...', but deeper than that, really praying for her.

My mind asked me another question,
Why people (or me) nowadays post (too) much religious posts on Instagram, Path?
Why we have to do that?
Is it really because we sincerely want to share the Word of God?
... or actually, we're trying to convince people that we are that holy.
Why people have to show or updated status that they're in church, have a ministry, going to house of prayer?
Is it really just want to post, or again, to show that 'yes, i'm that religious'.

Well, just been reminded by what bible said in Mathew 6:6

But when you pray, go into your room, close the door and pray to your Father, who is unseen. Then your Father, who sees what is done in secret, will reward you.

It said so, it didn't say....

But when you pray, go take your smartphone, open all the social media, and type what you want to say to God there. Then your Father who sees what you post in social media, will reward you.

No.
But,

.. then your Father, who sees what is done in SECRET, will reward you.

I don't know why i blogged this, but seriously i didn't mean to spesific person, i blogged this, to remind myself. Not to brag about God in social media, but my attitude far from what i say.Yes, share the Words in social media is good way to preach the Gospel, but let what we do, what we really do in our life reflect Jesus, not just in social media, but in real life.

:)