08 April 2013

passion vs obsession

Don't let your passion become your obsession. Balance is key ☺ -@chiskiee

Hours before a friend of mine tweeted this thing, an exactly sentence popped up in my head, but then i found difficulty in arranging my thought into 140 words or less, and she did great. It was exactly the same like i was thinking.

Passion, and obsession... beda tipis banget.

In this short post, i just want to remind me, and maybe you, about this thing.

Don't let your passion turns to obsession.
Passion dan obsession memang beda tipis.
Tapi mereka berbeda.

Passion, we use it for God's Glory.
Obsession, we use it for our glory.

Passion, datangnya dari Tuhan, dan untuk Tuhan.
Obsesi, fokus kita jadi berpindah ke diri sendiri.
Obsesi untuk terkenal, obsesi untuk dipuji orang, obsesi untuk dibanggakan banyak orang.

Passion menulis untuk Tuhan, berubah menjadi obsesi untuk bikin banyak buku yang best seller agar kita terkenal di mata banyak orang sebagai penulis terkenal.
Passion menyembah Tuhan berubah menjadi obsesi untuk jadi worship leader yang beken, terkenal, dan populer.
Passion melayani Tuhan kemudian berubah menjadi obsesi untuk selalu 'terlihat' aktif di setiap kesempatan.

Don't let those things happen.

Setelah banyak waktu yang kita lalui, banyak proses yang kita hadapi, yuk cek masing-masing hati setiap kita, adakah passion yang dulunya Tuhan taruh dalam hati kita, masih murni berupa passion, atau tanpa sadar udah berubah melenceng menjadi obsesi?


i'm checking my self too..


KeZia Margaret said...

wowww iyaaa jugaa yaa tin..
*brb ngecek diri sendiri*

Unknown said...

This! Thank you for writing such a good reminder :))

christine natalia said...

*kezia & pris: hihihi.. your welcomee :))

Jerrytrisya said...

Very true indeed and should be a DAILY reminder, not monthly or yearly or worse, decadely. Gbu teen!

christine natalia said...


Gbu too kakk!