08 August 2009

seandainya esok tak pernah ada..

tadi gwe ke gramed.. lyat satu buku yang tipisss bnerr.. tp menarik perhatian gwe buat dibaca.. gwe lupa judul bukunya.. terus gwe baca baca dkidd mpe ke halaman terakhirr.. ada puisi berjudul
“Seandainya Esok Tak Pernah Datang”
dan didasarkan pada sebuah puisi karya Norma Cornett Marek.
dan waw~ ini puisi kerenn bangeddd temans~

Andai aku tahu ini saat terakhir aku melihatmu terlelap,
Aku akan memeluk erat dirimu, aku akan memohon kepada Tuhan ‘tuk melindungimu.
Andai aku tahu ini saat terakhir aku melihatmu kau meninggalkan rumah,
Aku akan memeluk dan menciummu, memanggilmu serta memeluk dan menciummu sekali lagi.
Andai aku tahu ini saat terakhir aku mendengar seruan doamu,
Aku akan merekam setiap gerakan, setiap tatapan, setiap senyuman, setiap ucapanmu,
Agar aku dapat mendengarnya lagi, setiap hari.
Andai aku tahu ini saat terakhir,
Akan kuluangkan waktu mengatakan kepadamu “Aku mengasihimu” meski kau sudah mengetahuinya.
Andai aku tahu ini saat terakhir kita, momen terakhir kita,
Aku akan di sisimu, berada bersamamu sepanjang hari daripada berpikir
“Ah, aku yakin kesempatan lain akan datang, jadi kubiarkan saja hari berlalu.”
Tentu saja akan ada hari untuk memperbaiki segala hal,
Dan kita akan punya kesempatan kedua untuk melakukan segala hal dengan benar.
Ah, tentu saja akan ada hari lain bagi kita untuk mengucapkan, “Aku mengasihimu.”
Dan tentu saja akan ada kesempatan lain untuk saling mengatakan, “Dapatkah aku membantumu?”
Namun bagiku, tak ada lagi kesempatan itu!
Kau tak lagi ada di sisiku, dan sekarang adalah hari terakhir kita—perpisahan kita.
Karenanya aku ingin mengatakan betapa aku mengasihimu
Aku berharap kau tak melupakan itu.
Esok tidak dijanjikan kepada siapa pun, tua maupun muda.
Hari ini mungkin menjadi kesempatan terakhirmu untuk memegang erat tangan orang yang kaukasihi dan menunjukkan perasaanmu.

Jika kau menanti hari esok, mengapa tak kau lakukan sekarang?
Karena jika hari esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesalinya seumur hidupmu
Tak ada waktu lagi untuk senyuman, percakapan, pelukan, ciuman,
Karena kau terlalu sibuk memberi orang itu apa yang menjadi harapan terakhirnya.
Karenanya peluklah erat orang yang kau kasihi, teman-temanmu, keluargamu,
Dan bisikkan di telinganya betapa kamu sangat mengasihinya, dan ingin mereka berada dekat denganmu.
Gunakan waktumu untuk mengatakan
“Maaf,”
“Silakan,”
“Maafkan aku,”
“Terima kasih,”
Atau bahkan
“Itu tidak perlu,”
“Tak apa-apa.”
Karena jika hari esok tak pernah datang, kau tak perlu menyesal sekarang.
Masa lalu tak dapat kembali, dan masa depan mungkin tak akan datang!




2 comments:

watermelonhead said...

baguss tinn.. apalagi gw skrg sedang suramm.. bacanya makin sedih! hiksss..

teeteen said...

suram napahhh??