29 October 2012

blessed weekend.

Physically drained, Spiritually overflowed. :"D

I just had one of my best weekends in my life.
Diawali dengan retreat pengerja dari tanggal 25 sampai 27, terus lanjut konser doa FREEDOM, dan hari Minggu, ibadah raya, kotbah dari pendeta Chris Manusama-nya ciamik!

It's a loooooooooooong story dan bingung mesti crita darimana.

Hm, jadi, para pengerja youth kemarin itu retreat bareng di puncak, dan.. it was awesome.
Malam pertama tidur jam 4 bangun jam 6.
Malam kedua tidur jam setengah 2 bangung jam 6.
Secara fisik semua badan gwe udah berasa kretek-kretek mau rontok, apalagi pas hari kedua, ada semacam outbond, tapi yang pake acara pemimpinnya sok-sok galak dan harus keliling lapangan kalau ngelakuin kesalahan sedikit, dan gwe? yang gak pernah olahraga ini, alhasil nyampe rumah selama 2 hari tidur berbalutkan counterpain. :p

But it's all worth, bahkan gak sebanding sama the blessings, the fire that i got that time.

Di retreat itu, maybe for the first time, i felt God finally put in my heart, the heart for generation.
Selama ini kalau doa buat jiwa-jiwa itu gwe kayak......... ya, you know.... belum punya hati sebesar itu.
I just prayed buat temen-temen sekitar, temen-temen deket, bukan buat the whole generation in my age.
Tapi di retreat kemarin itu, pas kita doa sama-sama buat revival for young people, i felt the fire burnt in my heart. And honestly, itu yang gwe minta sih beberapa waktu belakangan ini, the heart for generation, the heart for those young people who feel abandoned. 

Bukan cuma tentang the heart for generation, tapi di retreat itu, kita juga terus diingetin tentang beberapa hal:

1. Miliki hati nurani yang murni. 
Kisah Para Rasul 24:16 "Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia"
2. Bukan benar atau salah, tapi respon. Ayo berespon benar, bukan tentang siapa yang salah siapa yang bener, kondisinya lagi salah atau lagi bener, but how we react, how we respond, itu yang matter.
3. Spirit of excellence.
4. Melayani dengan maksimal.

Nomor 3 sama 4 mirip sih, the point is, ketika kita melayani, do it maksimal, even cuma jadi usher, even cuma jadi perlengkapan, even cuma baca pengumuman, edarin kantong persembahan, do it maksimal, because we do it for God, only.

Dan masih banyak hal-hal super berkesan lainnya, sharing sama mentor sampe setengah 2, berdoa bareng temen-temen satu tim creative yang entah gimana caranya bisa kerasa banget hadirat Tuhan, dan hadirat entah-siapa, yeaaah, pas doa itu gwe ngerasa ada yang liatin di belakang, pas nengok, cuma ada kasur. Dan abis doa, pas cerita ke temen gwe, ternyata dia ngerasa hal yang sama. --" Terus salah satu temen malah sharing kalau dia denger cewek teriak, pas buka mata, dia liat benda-benda di villa itu yang teriak, FYI, benda-bendanya emank aneh-aneh si bentuknya, dan seremin. *eh, kan jadi topik beginian* :p

Terus, dilanjutin sama konser doa di youth hari Sabtu malamnya.
Rekor, youth terlama. Mulai jam 6 selesai jam 10.
Tapi luar biaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasa banget.
Untuk pertama kalinya, gwe, ditumpang tanganin, dan merasa panas.
literally panas. Bukan karena suhu ruangannya, karena sebelum ditumpang-tanganin gwe masih adem-adem aja. Pas baru disentuh kepalanya, gwe langsung tersungkur berlutut dan merasa panas......... Bahkan gak denger pendetanya ngomong apa ke gwe. I don't know, tapi dalam hati gwe cuma ada 2 kata, 'next level', seperti God told me, 'it's just a beginning, you're going to the next level..'.

Dan, ada yang kesaksian, kalau dia dapet penglihatan, ada satu jurang yang dalam, banyak anak-anak muda yang terjerumus di dalamnya,  tapi juga banyak tentara Allah yang tarikin anak-anak muda itu untuk rise up, untuk membantu mereka rise up dari keterjerumusannya. and she believed that soldiers are us. Kita yang 'bertanggung-jawab' untuk menarik temen-temen satu generasi kita yang terjerembab.

Hari Minggunya, kemarin. 
Pdt. Chris Manusama yang kotbah, dan he shared about 'worship' :"D
Worship, worship, worship.
In every season, every condition, every circumstances, WORSHIP.
 
Oh ya, ada 1 quote beliau yang keren banget, dia bilang begini.. 
"Pujian yang paling wow adalah ketika seseorang bilang ke kamu 'kamu sungguh disertai Tuhan..'"

and i wanna be the person people will tell me so. :)

It was my amazing super blessed weekend.
Tapi it's not the end, justru it's the beginning.
it's not about how, or when i got that 'fire', but how the fire keep burnt in my heart, even after retreatnya kelar. ITU PE-ERNYA! 

Set a Fire Down in my Soul
That I cant contain that I cant control
I want more of you God
I want more of you God

 :)


This entry was posted in

1 comments:

Dhieta said...

Woohooooooo!!!!

:D